Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Hampir Ketinggalan Pesawat karena Hamil 33 Minggu!

MY STORY  |  OTHERS  |  PREGNANCY  |  24 Jun '19


Saat saya hamil baby Ei beberapa bulan lalu, saya melakukan perjalanan dengan pesawat. Entah mengapa saat hamil hasrat untuk ingin jalan-jalannya sangat besar. Saat itu usia kandungan saya 33 minggu, ya usia kehamilan yang cukup tua. Sebenarnya bisa saja saya memilih menggunakan kereta api, tapi membayangkan harus duduk di kereta api selama 8 jam saja saya sudah mual, bagaimanapun mewahnya kereta tersebut, itu sebabnya saya memilih pesawat sebagai kendaraan berlibur saya saat itu.

Bolehkah saya melakukan perjalanan dengan pesawat di usia kandungan yang 33 minggu? Tentu saja saat itu saya berdiskusi dulu dengan dokter kandungan saya. Karena saya tidak punya penyakit apapun dan saya sangat bersyukur janin saya juga sehat maka dokter mengizinkan untuk bepergian dengan pesawat di usia kandungan 33 minggu.

Meskipun sebaiknya usia kandungan yang nyaman untuk dibawa bepergian adalah usia kandungan 16-24 minggu atau trimester kedua, karena di usia kandungan tersebut, risiko kontraksi, kelahiran mendadak dan prematur lebih minim. Di usia kandungan 0-15 minggu dikhawatirkan akan terjadi keguguran karena kontraksi dini saat adanya tekanan dari take off atau landing.

Kembali pada cerita saya yang bepergian dengan pesawat di usia kandungan 33 minggu. Tiket pesawat sudah dibeli pergi-pulang, dan surat dokter sudah ditangan untuk pergi sekaligus pulang. Namun ternyata tidak semua maskapai membolehkan ibu hamil dengan usia kandungan 33 minggu untuk melakukan perjalanan dengan pesawat. Ada pula sebagian maskapai yang membatasi waktu pada surat dokter yang kita punya.

Saat itu maskapai yang saya tumpangi untuk kembali ke Jakarta membatasi masa berlaku surat dokter hanya 3 hari, yang artinya surat dokter yang saya punya sudah kadaluarsa, akhirnya saya harus mencari surat dokter lain saat itu juga, dalam kondisi maskapai sudah final call untuk menerbangkan pesawatnya.

Alhasil saya kebingungan bukan main, takut ditinggal pesawat dan takut harus beli tiket lagi karena saat itu tarif semua maskapai sedang tinggi-tingginya.

Namun ternyata setiap bandara punya tenaga kesehatan yang siap membantu mengecek kesehatan ibu hamil untuk bisa terbang. Saat itu salah satu karyawan maskapai mengantar saya ke klinik bandara, namun karena sudah final call dan klinik bandara berada jauh di lantai bawah, saya disuruh untuk duduk di kursi roda dan karyawan tadi berlari-lari sambil mendorong kursi roda saya, karena saat itu saya dianggap lemah dan tidak sanggup untuk berlari sendiri ke klinik bandara. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Melewati security check tanpa diperiksa, hihi.. bagi orang awam seperti saya itu pengalaman yang menarik.

Setelah diperiksa oleh tenaga kesehatan di sana, kita diminta biaya pengecekan kesehatan, sangat murah menurut saya, tidak sampai 50.000 IDR, tapi mungkin beda bandara beda harga ya. Dan tak lama kemudian saya dapat secarik kertas yang menyatakan saya cukup sehat untuk melakukan perjalanan dengan pesawat dan minim risiko melahirkan dini.

Jadi jika Moms ingin bepergian di usia kandungan di atas 24 minggu atau di bawah 16 minggu, ada baiknya konsultasikan dulu ke dokter kandungan Anda ya, dan jangan lupa pastikan Moms menggunakan maskapai yang membolehkan usia kandungan Anda untuk menjadi penumpang di pesawatnya.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

583 Yeptadian Syari

Comments

Related Stories