Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Hampir 4 Bulan Anakku Alami “Diagnosis” yang Tidak Jelas

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  09 Nov '19


Baby Gian lahir di tanggal 3 Januari 2018 dengan berat badan 3.958 kg dan tinggi badan 52 cm, pulang dari RS dengan kondisi sehat namun terlihat agak kuning. 3 hari kemudian di tanggal 7 Januari 2018, saya kontrol kesehatan baby gian ke rumah sakit tempat lahir dan dokter mengatakan kalau baby gian perlu untuk cek darah dan bilirubin karena keliatan kuning diseluruh tubuhnya. Setelah menunggu beberapa waktu, hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan dokter A menyatakan kalau baby gian mengalami hiperbilirubin, serta harus segera dirawat  karena bilirubinnya naik hingga 18 dan berbahaya jika terus menerus naik. Akhirnya dengan kondisi panic dan sedih saya putuskan agar baby gian dirawat dengan terapi cahaya (fototerapi) dan 3 hari kemudian diperbolehkan pulang dengan bilirubin akhir 9. Ketika itu, ASI saya sudah lumayan banyak karena 1x pumping bisa menghasilkan 150-200ml dan ini sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan ASI baby gian.

Satu bulan kemudian saya kembali kontrol ke dokter A dan pada waktu melihat baby gian, dokter berkata kalau baby gian kelihatan masih kuning. Dengan berbagai pertimbangan kami membawa baby gian pulang kerumah. Karena khawatir, 2 hari kemudian kami membawa baby gian kembali kontrol namun mencoba untuk konsultasi ke dokter B dan dokter B mengatakan kalau baby gian mengalami breastfeeding jaundice, kondisi ini banyak terjadi pada bayi di Indonesia dan saya disarankan untuk lebih sering memberikan ASI. Namun diharuskan kontrol kembali 1 minggu kemudian.

Ketika itu saya dan suami memutuskan untuk pindah lagi ke dokter C dengan dokter professor dirumah sakit yang berbeda juga berharap dokter bisa memberikan penjelasan atas kondisi baby gian, disana baby gian dicek darah ulang dan hasilnya menyatakan kalau baby gian mengalami breastmilk jaundice. Pada saat itu saya harus menghentikan pemberian ASI selama 1 minggu (diganti dengan susu formula) untuk melihat perkembangan baby gian. Kalau dilihat seluruh tubuh baby gian berwarna coklat gelap mendekati hitam (menurut saya).

Satu minggu kemudian saya kembali namun dokter C sedang cuti dan saya kontrol dengan dokter D disana dokter D dengan nada tinggi dan sedikit marah (karena melihat kondisi baby gian), memiliki jawaban yang berbeda dengan dokter C. Dokter D menilai ada hal lain yang menyebabkan kuning pada baby gian tidak juga hilang padahal sudah memasuki usia 2 bulan bahkan lebih, dokter D menyarankan kami untuk konsultasi ke dokter ahli darah (untuk melihat apa ada kelainan darah pada baby gian) yang beliau rekomendasikan dirumah sakit yang sama.

Akhirnya di tanggal 09 April 2018 kami baru mendapat jadwal dari dokter ahli darah, disana baby gian dan saya juga diperiksa kalau-kalau darah saya dan baby gian tidak cocok sehingga menyebabkan baby gian “ kuning” sampai saat itu. Secara golongan darah, antara saya, suami dan baby gian memiliki golongan darah yang sama. Namun hasil akhir dokter ahli darah mengatakan tidak ada tanda kelainan apapun dan tetap disimpulkan baby gian mengalami Breastmilk Jaundice. Dokter darah pun kembali mengarahkan ke dokter anak semula (Dokter D).

Di tanggal 28 April 2018 kami kembali menemui dokter D, karena bertepatan dengan imunisasi juga. Setelah membaca surat dari dokter ahli darah, dokter D tetap bingung dengan apa yang terjadi pada baby gian karena tidak seharusnya anak bayi mengalami kuning sampai 3 bulan lebih. Kemudian dokter D kembali memberikan opsi kepada kami ke dokter ahli gizi, karena takut terjadi kelainan lain. Apa karena saya sebagai ibu mengkonsumsi bahan makanan yang tidak dapat dicerna oleh bayi.

Namun jika dilihat dari perkembangan baby gian, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Seperti berat badan selalu naik, tinggi badan juga normal, lingkar kepala normal, BAB lancar, yang pasti tetap aktif (tidak terlihat seperti bayi yang sakit, lemas/lesu). Dari konsultasi terakhir kami kedokter D, akhirnya kami sebagai orang tua mengambil keputusan untuk tidak lagi memeriksakan baby gian terkait “kuning” yang diderita. Pada akhirnya seiring umur yang bertambah baby gian tidak lagi mengalami “kuning”. Dari kejadian ini, saya berusaha untuk makan makanan yang sehat, bergizi dan juga minum vitamin. Untuk baby gian, saya memberikan ASI yang terbaik dan berusaha agar baby gian tetap bahagia.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2535 Fenni jahja

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda

Normalkah BAB Seminggu Sekali pada Bayi ASI Eksklusif? Bagaimana Mengatasinya?

Moms mungkin khawatir kalau ternyata bayinya BAB hanya seminggu sekali? Tenang Moms, ini masih normal kok.