Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Hamil dan Melahirkan di Luar Negeri? Ini Tipsnya!

MY STORY  |  PREGNANCY  |  Trimester 1  |  Trimester 2  |  Trimester 3  |  07 Dec '18

Mungkin di antara para Moms di sini ada yang berencana atau bahkan sedang menjalani kehamilan dan akan melahirkan di luar negeri karena merantau. Sebagian mungkin karena sedang melanjutkan studi, menemani suami yang sedang bertugas, atau keperluan lain yang mengharuskan Moms menjadi temporary resident di suatu negara. Di sini saya akan berbagi pengalaman menjalani kehamilan hingga persalinan saat saya harus ikut suami untuk melanjutkan studinya di Sydney, Australia.

Menjalani kehidupan bersama keluarga kecil di perantauan memang banyak sekali suka dan dukanya. Selain butuh adaptasi karena kondisi lingkungan yang jauh berbeda, hidup di negeri orang menuntut kita untuk bisa mandiri di segala hal. Karena biaya hidup di Sydney tidak murah, harus cermat pula dalam mengatur keuangan. Terlebih lagi jika kita menjalani kehamilan dan akan melahirkan, tentunya banyak sekali persiapan yang harus dirinci. Berikut ini tips penting saat menjalani kehamilan dan persalinan di luar negeri:

  1. Memiliki asuransi kesehatan yang mengcover biaya perawatan kehamilan dan persalinan. Biaya kesehatan di Sydney sangatlah mahal, para perantau wajib memiliki asuransi kesehatan. Biasanya, memang untuk lolos visa menjadi temporary resident, akan diwajibkan untuk memiliki asuransi kesehatan terlebih dahulu. Jika Moms berencana untuk hamil dan melahirkan, pastikan asuransi tersebut sudah meng-cover semuanya.

  2. Pelajari dengan detail cara kerja fasilitas kesehatan di negara tersebut. Karena akan berbeda-beda kebijakan ya Moms. Seperti di Sydney, di awal kehamilan harus segera melakukan booking in hospital atau reservasi rumah sakit terlebih dahulu.

  3. Pilih layanan kesehatan yang diinginkan, apakah ingin menjadi pasien private atau public saja di rumah sakit. Pasien private memang lebih banyak keistimewaannya, namun ada biaya lain yang harus dikeluarkan sendiri karena biasanya asuransi standar hanya mengcover biaya pasien umum.

    Untuk rawat jalan rutin biasanya dilakukan di GP (General Practitioner) yaitu dokter umum di klinik, jadi tidak setiap bulan harus ke RS. Kecuali jika kehamilannya berisiko, tergantung kondisi masing-masing. Satu hal yang berbeda dengan di negara kita, yaitu USG tidak dilakukan setiap bulan tetapi di usia kehamilan tertentu saja dengan tujuan yang berbeda:
    - Dating Scan & Nuchal Translucency (NT) Scan (usia kehamilan 6-13 minggu): untuk mengetahui usia pasti kehamilan dan hari perkiraan kelahiran. NT Scan ini optional, gunanya untuk deteksi dini kemungkinan down syndrome.
    - Morphology Scan (usia kehamilan 18-20 minggu): untuk melihat perkembangan janin dan letak plasenta. Jika plasenta previa, maka akan diulang di usia 34 minggu.
    - Fluid Levels Scan (usia kehamilan 38-41 minggu): untuk memonitor jumlah cairan ketuban.
    Jika riwayat kehamilan lebih berisiko, maka USG yang dilakukan akan lebih sering.
    Pemeriksaan bulanan oleh dokter tetap dilakukan, termasuk pemeriksaan darah lengkap dan imunisasi.

  4. Buat list emergency call dan letakkan di tempat yang mudah kita lihat, contohnya ditempel di pintu kulkas. Kalau ada kondisi darurat dan tidak ada siapapun di rumah, segera telepon taksi atau ambulans.

  5. Kuasai medan, harus tahu betul tempat-tempat penting serta aksesnya seperti supermarket, apotek, rumah sakit, klinik, dan stasiun. Juga penting sekali kita mempelajari dengan detail jadwal transportasi umum, jam buka toko, hingga jam berangkat/pulang kerja. Hal ini untuk mempermudah kita memenuhi kebutuhan sehari-hari agar lebih efisien waktu dan tenaga.

  6. Brace yourself: Menjalani kehidupan di luar negeri akan menjadikan kita lebih mandiri karena lingkungan sekitar pun menuntut seperti itu. Jadi persiapkan fisik serta mental yang kuat agar kita selalu yakin bisa menjalaninya dengan baik. Satu hal lagi, sangat penting! Yaitu komunikasi dan kerjasama dengan pasangan. Dimanapun berada, dua hal ini memang menjadi kunci utama dalam sebuah keluarga ya.

 

Semoga bermanfaat.

By: Afra Meilianda

Copyright by Babyologist

88 Afra Meilianda Send Message to Writer

Related Stories