Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Kolik

FEEDING  |  MY STORY  |  25 Feb '19


Panik, itu satu kata yang mendeskripsikan saya dan suami ketika Shanum tiba-tiba "berubah" jadi gampang nangis dan wajahnya akan memerah di saat menangis, kakinya terangkat ke perut, tak jarang pula ia regangkan. Saat diraba, kakinya terasa dingin, nangis hebohnya bahkan lebih dari 1 jam, kaki atau kepala juga sering diangkat-angkat, serba salah seakan-akan sedang kesakitan, tangan sering dikepal, sering kentut, tidak mau nyusu dan susah tidur.

Waktu itu yang saya lakukan adalah menghubungi ibu saya, dan ibu saya bilang mungkin Shanum lagi sakit badan. Langsung saya pijat sebisa saya. Awalnya Shanum langsung tenang, mau nyusu setelah dipijat dan sampai ketiduran. Tapi setelahnya, ia kembali nangis heboh lagi. Besoknya kita visit DSA, dan ternyata kata dokternya Shanum mengalami kolik.

Saya dan suami langsung menanyakan apa penyebabnya. Dulu bahkan sampai kami rekam biar bisa terus kami ingat, takutnya mengalamin lagi, jadi lebih baik mencegah.

Ternyata kolik bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  1. Alergi makanan atau sensitivitas: Salah satunya seperti protein susu yang dapat menyebabkan alergi pada bayi yang diberi susu formula (juga dikenal sebagai intoleransi laktosa). Faktor lainnya (yang jarang terjadi) yang menyebabkan bayi  kolik adalah reaksi terhadap makanan tertentu yang dimakan ibu menyusui.
  2. Sistem pencernaan bayi yang belum matang. 
  3. Asam lambung yang naik ke atas (refluks asam lambung pada bayi).
  4. Gas yang menyebabkan perut kembung, biasanya ini dari makanan yang dimakan bayi (jika sudah MPASI)/yang dikonsumsi ibu menyusui.
  5. Stimulasi berlebihan atau overstimulasi oleh cahaya, suara, dan lain sebagainya

Yang harus dilakukan jika bayi kolik:

Dokter sendiri memberikan obat pereda kembung dan prebiotik. Dan beberapa hal yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Pijat ILU pada perut bayi dengan lembut, bisa dibantu menggunakan baby oil atau minyak telon. Moms juga bisa membantunya untuk menggerakan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda.
  2. Gendong bayi selama ia menangis sambil mengeluarkan suara “sshhhhh…” pada bayi sedikitnya dapat membuatnya tenang.
  3. Mandikan bayi dengan air hangat, supaya bayi rileks.
  4. Istirahatkan bayi di kamar/tempat yang tenang, sejuk dengan pencahayaan redup, upaya ini dapat membantu membuatnya lebih tenang.
  5. Bisa dicoba letakkan bayi di bouncer.
  6. Jangan pernah mengguncang bayi saat dia menangis kencang.
  7. Orang tua wajib tetap tenang.

Mencegah kolik bisa dilakukan dengan beberapa hal seperti berikut:

1. Mengganti dot/botol susu menjadi botol susu anti kolik

Jika bayi disusui dengan botol, pilihlah botol yang meminimalkan masuknya udara ketika bayi menyusu, atau yang biasa dikenal dengan sebutan botol susu anti kolik di pasaran. Botol susu anti kolik akan mencegah bayi menelan udara berlebih ketika minum susu melalui botol. Penting untuk Moms ketahui bahwa udara berlebihan yang ditelan oleh si Kecil ketika minum susu bisa menjadi penyebab kolik.

2. Menyusui dalam keadaan tenang

Susui bayi dalam kondisi belum terlalu lapar. Karena bayi yang kelaparan cenderung menyusu terlalu lahap sehingga banyak masuk udara. Bisa juga menyusui di tempat yang bercahaya redup supaya ia tenang ketika menyusu.

3. Sedawakan bayi setelah menyusui. It's a must!

4. Badan tegak ketika nyusu

Karena dalam keadaan badan tegak, peluang udara tertelan menjadi lebih sedikit dibandingkan postur badan yang membungkuk.

5. Menghentikan sementara konsumsi makanan yang menyebabkan alergi

Bisa Moms coba berhenti mengonsumsi produk-produk susu (susu sapi, yogurt, keju) beberapa minggu dan lihat pengaruhnya pada bayi. Nah, bila tidak ada perbaikan, berarti bayi tidak sensitif terhadap susu sapi. Bila ternyata bayi sensitif terhadap susu sapi/susu formula yang digunakan, maka yang akan ia konsumsi tidak boleh mengandung laktosa (bila bayi mengonsumsi susu formula). Bila tidak berhasil juga, coba lakukan hal yang sama terhadap makanan pedas, gandum, kacang, stroberi, kol, kembang kol, brokoli, bawang putih, kafein, alkohol, tapi hanya dalam beberapa hari hingga menemukan makanan yang membuat bayi sensitif.

Perlu Moms ingat, tidak semua bayi dengan gejala di atas mengalami kolik. Bisa jadi karena hal lain seperti tidak enak badan atau merasakan kesakitan di area tertentu, ada baiknya segera konsultasi ke dokter.

Semoga bermanfaat.

By: Ratna Sari Nur Holik

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

517 Ratna Sari Nur Holik

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Sukses Memompa ASI untuk Working Mom

Para working Moms, tips berikut ini sangat membantu untuk menyukseskan menyusui si Kecil loh! Yuk, disimak!

Butuh Komitmen Untuk Working Moms Tetap MengASIhi

Komitmen merupakan salah satu hal yang wajib dimiliki oleh para ibu bekerja dan yang memperjuangkan ASI. Yuk, simak cerita berikut ini.

Sulit Memompa di Kantor? Coba Datang Lebih Pagi

Datang ke kantor lebih pagi ternyata bisa menjadi Salah satu kuncii keberhasilan memompa loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Working Mom yang Eping Cerdas Memilih Pompa ASI

Bagi para Ibu bekerja, memompa ASI tentunya membutuhkan usaha ekstra. Yuk, simak tips dari Mom Inayah Soenaryo berikut ini.

Tips Mengatasi Kendala Menyusui

Moms, yuk simak tips mengatasi kendala menyusui ala Mom Dinar Indah Palupi berikut ini.

Si Kecil Mengalami GTM, Tetap Perjuangkan Hak ASI!

Di kala si Kecil GTM, jangan berhenti untuk memperjuangkan ASI untuk si Kecil ya stay at home Moms dan juga working Moms.

Tips Aman Memompa Asi Untuk Working Moms di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Pandemi dan masa adaptasi kebiasaan baru tentunya menuntut Moms semua juga memiliki kebiasaan baru dalam hal memompa ASI. Yuk, simak berikut ini.

Sukses Memompa ASI di Kala Bekerja

Ini cara working Moms untuk tetap bisa memompa ASI di kala sibuk beraktivitas.

Tips Sukses Memompa ASI Untuk Para Working Moms ala Ummah Uwais

Yuk Moms simak tips sukses memompa ASI ala Ummah Uwais berikut ini.

Operasi Benjolan Payudara Karena Salah Memompa ASI

Moms, salah memompa ASI ternyata dapat berakibat fatal loh. Yuk, simak cerita berikut ini.

10 Fitur yang Harus Dimiliki Pompa ASI Dual Motor

Tahukah, Moms, tentang keunggulan pompa ASI elektrik dual motor? Inilah 10 fitur penting dari pompa ASI jenis tersebut.

Pastikan Memilih Pompa ASI dengan Dual Motor, ya, Moms!

Pompa ASI saat ini juga hadir dengan dua pilihan, elektrik atau manual, dual pump atau single pump. Memilih pompa ASI yang nyaman memang [...]

Mengenal Manfaat Dual Motor pada Pompa ASI

Saat ini, sudah banyak inovasi-inovasi baru pada alat pompa ASI. Moms dapat mencari pompa ASI terbaik dengan fitur-fitur berikut.

Manfaat Pompa ASI Dual Motor untuk Moms dan Si Kecil

Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin meningkatnya kesadaran busui tentang berbagai manfaat pumping, semua kalangan ibu menyusui kini [...]

Kelebihan Pompa ASI Dual Motor: Nyaman dan Efisien

Berbagai jenis pompa ASI saat ini sangat mudah ditemukan di pasaran dari mulai model manual hingga elektrik dengan berbagai merk dan varian [...]

Pompa ASI Dual Motor Pilihan Buat Working Moms

Dalam memilih pompa ASI, ada hal lain yang perlu Moms perhatikan selain membeli yang sesuai kebutuhan Moms. Sebelumnya, tahukah Moms ada pompa [...]

Keunggulan dari Pompa ASI Dual Motor

Pompa ASI memang sudah menjadi barang yang harus dimiliki para ibu menyusui. Dengan adanya pompa ASI, Moms akan sangat terbantu saat melakukan [...]

Manfaat Pompa ASI Dual Motor untuk Kelancaran Menyusui

Banyaknya jenis pompa ASI sering membuat busui bingung. Aku menyarankan Moms untuk menggunakan pompa ASI Dual Motor.

Kenalan, Yuk, dengan Pompa ASI Dual Motor!

Moms pejuang ASI sudah seharusnya mendapatkan yang terbaik untuk mendukung produksi ASI mereka. Selain makan makanan bergizi, Moms juga perlu [...]

Pompa Asi Dual Pump, Membantuku Pasca Melahirkan

Memerah susu sangat disarankan terutama untuk ibu yang bekerja di luar dan mempunyai mobilitas tinggi. Bagiku, alat yang cukup membantu dalam [...]