Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Gejala dan Perangai Anak yang Idap Sindrom Anak Kedua

PARENTING  |  09 Jul '19


Sejak dulu hingga sekarang, ada kepercayaan di masyarakat tentang bahwa anak kedua tidak mendapatkan perhatian orang tua sebagaimana anak tertua atau termuda dalam rumah tangga. Mungkin ini bukan masalah bagi Moms & Dads karena Anda berdua merasa telah memberikan perhatian yang sama kepada si Nomor Dua seperti kakak dan adiknya. Namun, Moms & Dads tetap harus mengetahui apa yang mendasari sindrom anak kedua untuk menghindari masalah-masalah dalam rumah tangga. Untuk itu, simaklah penjelasan berikut.

Definisi sindrom anak kedua

Sindrom anak kedua adalah gangguan mental yang dialami oleh anak kedua karena pengaruh kehadiran saudara kandung. Situasi ini bisa muncul ketika orang tua memanjakan anak bungsu dan memberikan semua tanggung jawab kepada anak tertua sementara anak kedua tidak mendapatkan apa-apa. Para anak kedua ini sering merasa diabaikan ketika sedang mengalami kesulitan dalam hidup mereka. Mereka tidak pernah secara terang-terangan mengeluarkan uneg-uneg tentang merasa diabaikan ini tetapi mereka sering memberikan petunjuk-petunjuk tidak langsung tentang perilaku tidak nyaman mereka.

Tidak semua anak kedua mengalami sindrom anak kedua. Di dalam rumah tangga yang memperlakukan semua anak sama, tidak ada tanda-tanda sindrom ini muncul. Masalah ini dapat mudah muncul apabila ada favoritisme dan keberpihakan ekstrem dari orang tua terhadap satu anak.

Tanda dan gejala sindrom anak kedua

Lihatlah tanda-tanda berikut pada si Nomor Dua dan pahamilah alasan-alasan mengapa dia menjauh dari Moms:

1. Memiliki rasa percaya diri rendah dan mudah iri

Karena sering dibanding-bandingkan dengan anak pertama, anak kedua bisa menjadi kurang percaya diri. Rasa iri pun dapat muncul apabila Moms sering menjadikan kakaknya sebagai contoh. Oleh karena itu, jangan pernah membanding-bandingkan anak-anak karena hanya akan membuat mereka membenci satu sama lain dan menurunkan rasa kepercayaan diri mereka.

2. Tidak punya arah tujuan hidup

Anak kedua yang kurang mendapatkan perhatian orang tua bisa menjadi tanpa arah, tidak mengetahui tujuan dan ambisi mereka, serta kurang memiliki keterampilan sosial. Ini terjadi karena orang tua mereka lebih fokus kepada anak yang lebih tua atau bungsu.

3. Merasa bahwa tidak ada yang diharapkan dari mereka

Karena tidak pernah mendengar pujian atau menikmati waktu sendiri bersama orang tua, mereka mulai merasa bahwa keluarga mereka tidak mengharapkan apa pun dari mereka. Mereka merasa tidak pandai melakukan apa pun, dan tidak berharap orang memberi mereka tanggung jawab apa pun.

Tips mencegah sindrom anak kedua

Memberikan pengasuhan yang benar dan tepat serta konseling adalah dua cara paling efisien untuk mengatasi sindrom anak kedua. Dengan bantuan dukungan dari keluarga, kerabat, serta teman-teman si Nomor Dua, dia akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai kehidupannya. Moms & Dads harus melakukan beberapa hal di bawah ini agar si Nomor Dua tidak merasa dikucilkan:

1. Berikan perlakuan yang sama kepada semua anak. Jangan membanding-bandingkan dirinya dengan kakak dan adiknya.

2. Berilah petunjuk secara langsung bagaimana cara yang benar dalam melakukan sesuatu alih-alih memintanya memerhatikan kakak atau adiknya.

3. Jangan berlebihan dalam memanjakan semua anak. Ajarkan mereka untuk mandiri.

4. Jadilah pendengar, bukan hakim, terhadap apa yang dikatakan anak-anak. Jangan mengesampingkan pertanyaan atau antusiasime apa pun yang mungkin mereka tunjukkan.

5. Biarkan setiap anak mencari identitasnya sendiri. Mereka dilahirkan berbeda dan sesungguhnya berhak untuk menjadi pribadi yang unik.

6. Seringlah bermain bersama semua anak. Abadikan momen dan kenangan anak-anak dan biarkan mereka tahu bahwa mereka istimewa dan unik.

7. Tetaplah ada di samping semua anak pada saat mereka sukses atau gagal. Berikan dukungan kepada mereka untuk mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.

8. Ajari mereka untuk berbagi sesama saudara dan mencintai saudara kandung sendiri

Itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan mengenai sindrom anak kedua. Semoga menambah wawasan Moms & Dads dalam hal mengasuh anak.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1906 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

“gpp anak dikasih gadget biar mamak waras dikit, s...

“gpp anak dikasih gadget biar mamak waras dikit, soalnya ngurus2 semua sendiri”. . Siapa yg kasih gadget anak dengan label alasan kaya gini cung [...]

Pemberian Air Putih Pada Bayi dan Anak2

Buat new moms masih suka bingung gak siech perihal memberikan air putih kepada new born? Perlu gak siech mereka minum air putih? Bayi berusia [...]

Beberapa Faktor Yang Membuat Si Kecil Susah Mandi

Dalam mengurus si kecil Moms pasti mengalami beberapa kesulitan , salah satunya yaitu si kecil susah diajak mandi . Mungkin banyak Moms yang [...]

Bilingual Sound book termurah bertema islami

Mama pecinta sound book pasti tau kalau harga sound book terbilang cukup mahal. Kemarin waktu iseng- iseng nyari sound book Mama Zavi nemu buku [...]

“Peran vitamin untuk optimalisasi daya tahan tubuh...

“Peran vitamin untuk optimalisasi daya tahan tubuh Anak” GTM atau Gerakan Tutup Mulut ini disebabkan oleh faktor yang bervariasi sehingga pen [...]

Pengalaman Ku Menghadapi Baby Shaming. Beberapa b...

Pengalaman Ku Menghadapi Baby Shaming. Beberapa bulan yang lalu saat usia Uwais menginjak satu tahun, beberapa kali Uwais mendapatkan Baby [...]

Memgajar anak 2 tahun berpikir kritis, emang bisa?...

Memgajar anak 2 tahun berpikir kritis, emang bisa? Beberapa tahun belakangan kita sering mendengar berita hoaks yang berkeliaran. Dan parahnya, [...]

Apakah Udara di Dalam Rumah Anda Sudah Aman?

Salah satu hal yang kita dapat pelajari dari pandemi COVID-19 saat ini adalah betapa mudahnya kuman, virus, dan bakteri berkeliaran di udara dan [...]

Peluk Si Kecil & Rasakan Manfaatnya

Parents tau gak, saat mengasuh anak, pelukan bisa membuat ibu dan si kecil merasa nyaman. Saat kita merasa sedih atau kecewa, pelukan hangat [...]

Apakah si Kecil Membutuhkan Sunscreen & Aftersun?

Matahari telah menjadi bagian dari keseharian hidup kita. Tanpa kita sadari, kulit kita sering sekali terekspos pada matahari saat berdiri di [...]

Cerita Uwais di Fase "Terrible Two". Di usia 20 ...

Cerita Uwais di Fase "Terrible Two". Di usia 20 bulan saat ini, Uwais cukup aktif sekali serta cepat dalam menanggapi sekitarnya. Uwais senang [...]

Ketika si anak mendadak menjadi pemarah

Apa yang bakalan kalian lakukan ketika "anak" tiba- tiba menjadi pemarah?. . Aku benar2 gak nyangka tiba2 Kathleen jadi anak yang suka marah2 , [...]

Caraku Mengenalkan Kondisi Pandemi Pada Anak

Bagaimana si kecil bisa mengetahui kondisi pandemi ini jika kita tidak menjelaskannya? Kita bisa menjelaskannya dengan cara - cara sederhana. [...]

“Jika Anak Sudah Terbiasa Dengan GADGET” Aturan...

“Jika Anak Sudah Terbiasa Dengan GADGET” Aturan memakai gawai sesuai dengan rekomendasi American Academy of Pediatrics adalah: *Di bawah 1,5 [...]

Gegar Otak Akibat Benturan di Kepala si Kecil

Terjatuh pada balita yang sedang aktif bermain apalagi senang lari lari mungkin adalah hal yang wajar . Tapi jika terjatuh dan kepalanya [...]

Review Buku The World Around Us: OCEANS

Hello Moms, biasanya kalau weekend apa nih aktivitas kesukaan Moms dan si Kecil? Adakah yang suka membacakan buku? Biasanya anak saya minta [...]

“Feeding Froggie” Yuk !

Bosan juga ya rasanya sudah hampir empat bulan kita di rumah aja, berkutat dengan kegiatan itu itu aja. Tapi demi kebaikan dan kesehatan kita [...]

Review Buku Hijaiyah Animal Series

Hai Moms, adakah yang gemar membelikan buku untuk sang buah hati? Meskipun bukan barang yang wajib dibeli, rasanya mengenalkan buku pada anak [...]

Tips Mengenalkan Hewan Kesayangan Pada Anak

Hai Moms, adakah yang memiliki hewan peliharaan di rumah? Apakah Moms sudah mengenalkannya pada si Kecil? Tidak sedikit keluarga yang memelihara [...]

Mengatasi rasa stress karena #dirumahaja

Di masa karantina ini anak2 bisa juga loh menjadi stress, bukan hanya dewasa saja. Mereka bosan dengan aktivitas yang ada di rumah dan tidak [...]