Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Galau Menyapih? Coba Lakukan Secara Bertahap

BABY  |  FEEDING  |  MY STORY  |  TODDLER  |  06 Oct '19


Menyapih menjadi momok tersendiri yang sering membuat galau baik si ibu maupun si anak. Terkadang justru si ibu yang lebih tidak siap kehilangan momen intim alias menyusui yang sudah dijalani hampir 2 tahun. Nah, kali ini saya akan berbagi pengalaman menyapih si kecil. Alhamdulillah lebih santai dan minim drama karena saya melakukannya secara bertahap sejak usia si kecil 20 bulan. 

Sebelumnya saya jelaskan kembali kondisi si kecil ya moms. Jadi hingga usia si kecil menginjak 20 bulan, si kecil masih menyusu sebelum tidur bahkan sepanjang tidurnya hampir setiap jam. Hal ini berlaku di siang hari maupun di malam hari. Paling lama si kecil tertidur tanpa terbangun untuk menyusu dengan durasi 3-4 jam pada malam hari. Selebihnya terbangun nyaris setiap jam hingga subuh menjelang. Nah inilah alasan saya untuk menyapih si kecil secara bertahap. Tahapan apa saja yang saya tempuh?

  1. Mengajari si kecil tertidur tanpa harus menyusu terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Sudah saya jelaskan pada tulisan saya yang berjudul ‘Tips Menidurkan si Kecil Tanpa Direct Breastfeeding’. Saya mulai menerapkannya sejak usia si kecil menginjak 20 bulan ya moms. Nah, hal ini juga diterapkan secara bertahap. Misalnya fokus untuk bebas dbf sebelum tidur siang terlebih dahulu. Jika sudah benar-benar berhasil, baru deh diterapkan juga di malam hari. Atau sebaliknya.

  2. Lakukan sleep training. Nah, setelah si kecil berhasil tertidur tanpa menyusu dan sudah merasa terbiasa dengan hal ini, mulai lakukan sleep training. Artinya, moms mulai mengalihkan si kecil agar tidak terbangun di malam hari untuk menyusu. Tipsnya sudah saya bagikan di tulisan saya yang berjudul ‘Sleep Training = Menyapih Bertahap’. Ini diterapkan juga secara bertahap ya moms, mau fokus di siang hari dulu atau di malam hari dulu.

  3. Say ‘No’ untuk memberikan pengganti ASI saat si kecil terbangun ditengah tidurnya. Pastinya moms sudah hafal berapa lama durasi tidur si kecil. Nah, jika moms dan si kecil berhasil melewati tahap 1 dan 2, saatnya mulai tegas untuk tidak memberikan pengganti asi pada si kecil selama durasi tidurnya moms. Pelan-pelan pasti bisa.  

  4. Kurangi frekuensi menyusu saat si kecil terjaga. Artinya, di luar jam tidurnya moms bisa mengalihkan si kecil agar tidak selalu ingat kebiasaan menyusunya. Pengalaman saya setelah si kecil berhasil sleep training, si kecil masih menyusu sebanyak 3x sehari, yaitu bangun tidur subuh, bangun tidur siang, dan sebelum magrib. Di sinilah dibutuhkan peran keluarga. Ayok ajak keluarga sama-sama membantu si kecil untuk bisa mengurangi frekuensi menyusunya saat terjaga. Sering-sering mengajak si kecil bermain bersama, membelikan mainan baru, menyediakan stok cemilan kesukaan, atau bahkan menawarkan susu kesukaan si kecil. Terakhir saya berhasil mengurangi frekuensi menyusui si kecil menjadi 1x sehari, yaitu setelah si kecil bangun tidur di waktu subuh. 

  5. Stop total. Nah, tahap terakhir pastinya benar-benar harus mulai stop menyusui secara total ya moms. Tantangan saya saat itu adalah mengalihkan perhatian si kecil saat terbangun. Tentunya si kecil sudah sangat lapar setelah tidurnya yang panjang. Apalagi waktu subuh itu adalah masa-masanya mager alias malas gerak. Selama saya masih malas-malasan di kasur, si kecil pasti bersikeras meminta ‘jatah’nya setiap subuh. Nah, biasanya nenek atau kakeknya lah yang turun tangan mengambil alih si kecil, yaitu dengan cara mengajak jalan-jalan pagi di sekitar rumah. Selain itu, saya juga menawarkan susu UHT kesukaan si kecil atau cemilan favoritnya.

Dengan cara menyapih bertahap ini, alhamdulillah saya berhasil menyapih si kecil dengan minim drama. Tiga minggu lagi usia si kecil genap 2 tahun. Hampir seminggu terakhir saya dan si kecil berhasil bebas dari momen intim menyusui. Memang agak cepat ya moms. Mungkin karena saya memulainya juga terlalu cepat, yaitu di usia si kecil yang ke 20 bulan. Moms bisa menyesuaikan waktunya sendiri ya.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

339 Zurrahmi ulya

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pengalaman 3 Tahun MengASIhi

Menjadi seorang pejuang ASI bukanlah hal yang mudah ya Moms.