Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Fever Phobia

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  26 Oct '18


Hai Moms! Rata-rata Moms atau bahkan Dads 'takut' sama yang namanya demam ya. Termasuk saya juga. Kalau anak sudah demam, rasanya waswas, takut 'kenapa-kenapa'. Saya pun begitu Moms, kalau Dila sudah demam pasti jadi worry banget. Dan biasanya kalau tidak ada indikasi apa pun sebelumnya, saya pasti menyalahkan 'si tumbuh gigi'.

Demam menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang tua. Tidak sedikit orang tua yang menganggap demam adalah penyakit. Padahal demam bukan penyakit loh Moms, melainkan sebuah GEJALA dari penyakit. Dan demam itu baik loh Moms, karena sebenarnya demam itu adalah suatu kondisi di mana antibodi kita bekerja untuk melawan virus yang ada di dalam tubuh kita.

Ada sebuah artikel dari DSA favorit saya yang selalu mengedukasi orang tua tentang demam, agar kita tahu apa yang harus dilakukan ketika demam melanda. Apa sih yang kita takutkan dari demam? Kebanyakan kita takut dengan demam karena takut kejang alias step, takut "kenapa-kenapa" dengan anak, dsb.

Tapi, segala sesuatu diciptakan dengan tujuan, termasuk demam yaitu sebagai respons tubuh menghadapi serangan kuman (virus/bakteri). Sel-sel darah putih selaku tentara pertahanan tubuh kita bekerja optimal pada suhu demam. Jadi kalau kita demam, berati ada indikasi sesuatu yang tidak beres dalam tubuh kita. Demam itu semacam 'alert'. Jadi kesimpulannya, demam itu baik.

Ada baiknya kita mencoba 'kenalan' dulu dengan demam yuk Moms! Supaya kita tidak 'parno' dan tahu apa yang sebaiknya kita lakukan.

Apa saja MITOS seputar demam?

  • Makin tinggi suhu badan, maka makin berat penyakitnya.
    Fakta: BELUM TENTU. Tingginya derajat suhu tidak menggambarkan beratnya penyakit. Bisa saja demamnya tidak tinggi tapi anaknya ternyata kena meningitis lalu meninggal, dan sangat mungkin demamnya tinggi tapi anak hanya terkena common cold alias batuk pilek yang bisa sembuh sendiri.

  • Makin tinggi suhu badan meningkatkan risiko kejang demam.
    Fakta: TIDAK. Kejang demam hanya terjadi pada yang secara genetik mempunyai "gen kejang" dalam dirinya (meskipun kadang tidak dapat diprediksi). Kejang demam hanya terjadi pada 4 dari 100 anak. Bisa saja seorang anak cenderung demam sampai 40-41° tapi seumur-umur tidak pernah kejang, dan sangat mungkin seorang anak mengalami kejang dengan suhu hanya sekitar 38° karena mempunyai "bakat" kejang, atau keturunan. Kejang demam juga tidak merusak otak ya Moms.

  • Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari berarti butuh antibiotik.
    Fakta: antibiotik HANYA diberikan pada infeksi bakteri. Infeksi virus bisa berlangsung sampai lebih dari 3-7 hari dan tentunya tidak perlu antibiotik. Jadi kembali lagi bergantung pada diagnosisnya. Kalau ke dokter, make sure penyebab si Kecil demam KARENA APA.

  • Demam lebih dari 72 jam harus dibawa ke dokter.
    Fakta: demam lebih dari 3 hari yang dibawa ke dokter adalah yang tidak jelas gejala-gejala penyerta lainnya. Misalnya tidak ada batuk pilek tapi demam terus, anak cenderung lemah terus menerus. Makanya orang tua harus mempelajari prinsip-prinsip penyakit langganan anak. Kalau saya pribadi sih memang bawa Dila ke dokter kalau dia sudah demam lebih dari 3 hari Moms.

  • Pemberian obat penurun panas dapat mencegah kejang demam.
    Fakta: tidak. Pemberian obat ini tidak dapat mencegah kejang demam pada mereka yang "berbakat" mengalaminya. Bahkan terlalu mudah memberi obat penurun panas pada anak demam yang tidak rewel berarti mengurangi kesempatan tubuh untuk memerangi sendiri penyakitnya. Sakit bisa jadi lebih lama. Berikan obat penurun panas hanya ketika rewel untuk membuatnya nyaman. Biasanya saya memberikan Dila parasetamol kalau demamnya sudah di atas 38° dan sudah pasti dia sangat rewel.

  • Anak demam boleh dimandikan tidak? Nanti masuk angin tidak? Kalau boleh, pakai air hangat atau air dingin?
    Fakta: Demam akan turun sendiri karena kita punya hipotalamus yang mengatur suhu. Bagaimana kalau anak menggigil? Ya, kadang ketika suhu beranjak naik, anak menggigil dan suhunya naik. Tentunya jangan dimandikan karena bisa membuatnya makin tidak nyaman karena kedinginan. Tapi bagaimana dengan kompres air hangat? Kompres hangat bisa membantu menurunkan suhu. Sebagian anak khususnya yang masih batita menolak dan memberontak ketika dikompres. Merendamnya dengan air hangat bisa menggantikan fungsi kompres hangat. Ini yang mungkin bisa dikatakan juga dengan memandikannya dengan air hangat.

Jadi prinsipnya boleh saja anak demam, batuk, pilek, dengan ruam sekalipun dimandikan. Asal anaknya nyaman saja. Lagi pula badannya bisa gatal kalau berhari-hari tidak mandi.

Semoga bermanfaat.

By: Mala Sari

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

521 Mala Sari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Si Kecil Sering Menolak Minum Obat, Coba Cara Ini Moms!

Terkadang anak-anak yang penurut pun bisa menolak dan rewel ketika diminta minum obat. Meski Si Kecil sadar manfaatnya, banyak alasan untuk [...]

Tips Nyaman Berliburan Bersama Si Kecil di Masa Pandemi

[foto1]COVID-19 membuat orang tua di seluruh dunia bertanya-tanya apakah mereka bisa berliburan

Tips Berolahraga Ala Moms

Hai Moms, Moms pasti tahu dong salah satu cara ampuh untuk melawan virus Corona dan juga virus-

Awas!! Jangan Asal Memilih Hand Sanitizer untuk Si Kecil

Pandemi Corona ini membuat kita lebih sadar akan kebersihan terutama kebersihan tangan dan area wajah.

Tiga Anjuran Yang Perlu Dilakukan Apabila Ibu Menyusui Berpuasa

Bagi para Busui yang berpuasa, simak tips berikut ini yuk.

Perhatikan Hal-Hal Berikut Saat Busui Ingin Berpuasa

Buat para Busui yang sedang berpuasa, tips berikut ini wajib disimak ya!

Apa itu HEPA 13?

Ada perbedaan signifikan antara filter HEPA yang dibuat oleh merek air purifier yang berbeda.

5 Makanan Cegah si Kecil Konstipasi

Bakteri Lactobacillus reuteri (Lr), misalnya, dapat mencegah gangguan saluran cerna pada anak.

Cegah Abses dengan Rawat Gigi dan Mulut Sejak Dini

Kebersihan gigi dan mulut perlu dirawat sejak dini agar tidak menyebabkan penyakit. Berikut ini beberapa tips merawat gigi si Kecil.

5 Tips Mencegah Virus di Rumah Moms

Moms, simak lima tips mencegah virus yang bisa Moms lakukan di rumah berikut ini.

Manfaat yang Saya Rasakan Setelah Pijat Pasca Persalinan

Moms apa adakah di sini yang setelah melewati proses persalinan, tepatnya saat dalam masa nifas moms melakukan pijat?

Tips Menjaga Tubuh Moms Tetap Fit di Musim Hujan

Curah hujan yang tinggi di awal tahun ini tentu jadi tantangan tersendiri buat Moms dan Moms to be ya.

Resolusi 2020: Menjadi Mama Milenial yang Sehat

Hi moms, umur saya sudah mau memasuki kepala 3 dan saya makin concern with the term of 'getting older'.

Efek Domino Cacar Air di Keluarga Kecilku

Saya terkena cacar air untuk yang kedua kalinya dan itu menular ke kedua anak saya

Pengalamanku Mengalami Nyeri pada Punggung Bekas Suntikan Pasca Operasi Caesar

Kali ini aku mau share pengalamanku mengalami nyeri punggung pasca operasi caesar ya moms

Mitos Pantangan Makanan pasca Persalinan

Apa saja makanan yang dipantang setelah melahirkan? Lalu bagaimana faktanya?

Ternyata Aku Terkena Infeksi Mulut Rahim/Servisitis

Beberapa hari terakhir, aku memang sering mengalami keputihan pada saat sebelum dan sesudah haid.

Jangan Sepelekan Perubahan Hormon!

Baru-baru ini saya mengalami perubahan hormon yang luar biasa menyakitkan buat saya.

Bahayakah Keputihan pada Wanita?

Keputihan biasa dialami oleh hampir setiap wanita, namun bahayakah keputihan pada wanita?

Tips Mencegah Ruam Popok pada Bayi

Penyebab ruam popok biasanya dikarenakan penggunaan popok yang terlalu lama. Bagaimana mencegahnya?