Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Faktor Penyebab ADHD

HEALTH TIPS  |  24 Jan '18


Anak kecil agresif atau terlalu aktif memang bukanlah sesuatu hal yang aneh, namun apabila anak sudah melebihi batas itu baru dikatakan aneh. Mengapa aneh? Karena akhir-akhir ini ada sebuah penyakit yang disebut ADHD. ADHD atau singkatan dari Attention Deficit Hyperatctivity Disorder merupakan sebuah penyakit yang menyerang anak-anak bahkan orang dewasa. ADHD ini merupakan gangguan yang terjadi pada otak yang mengakibatkan penderitanya menjadi hiperaktif, kehilangan perhatian,serta implusif atau sering bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu.

Ciri anak ADHD secara umum banyak sekali, diantaranya yaitu :

  • Tidak bisa fokus
    Apabila seorang anak tidak bisa fokus atau mudah terganggu dengan gerakan atau suara-suara kecil, itu merupakan ciri anak ADHD. Anak ADHD biasanya tidak bisa mengerjakan pekerjaan sekolah dengan selesai, tidak mampu fokus melakukan suatu pekerjaan, serta tidak mampu fokus mendengarkan seseorang yang berbicara kepadanya.
  • Hiperaktif
    Anak menjadi lebih hiperaktif alias tidak bisa diam, bahkan pada saat duduk, ia tidak mampu duduk dengan tenang. Melakukan sesuatu hal yang tidak seharusnya, misalnya pada saat di sekolah, anak tersebut tiba-tiba lari-lari bahkan memanjat sesuatu.
  • Implusif
    Implusif disini artinya, ciri anak ADHD cenderung akan melakukan tindakan tanpa berfikir terlebih dahulu. Anak yang terkena gangguan ADHD biasanya cenderung ceroboh. Dia tidak mampu mengikuti intruksi dengan tuntas.
  • Menghilangkan barang
    Anak ADHD cenderung sering menghilangkan barang atau tidak mampu mengingat benda-benda kecil, seperti mainan,buku, pensil dll. bahkan anak ADHD  tidak bisa mengingat apa saja kegiatan yang ia lakukan selama sehari, karena ciri anak ADHD pelupa.
  • Sering gelisah
    Anak ADHD mudah bosan, cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah, susah untuk bersosialisasi, serta sering menunjukan sikap menentang atau melanggar aturan.

Berdasarkan penelitian banyak yang mengatakan bahwa penyebab anak ADHD karena 3 faktor, yaitu :

  1. Faktor genetik 
    Faktor genetik atau keturunan menjadi salah satu penyebab utama anak ADHD, karena sebagian besar penderitanya mendapatkan kondisi ini dari orang tuanya.

  2. Ketidakseimbangan kimia
    Bahwa ketidakseimbangan kimiawi pada otak menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi gejala ADHD.

  3. Kinerja otak
    Didapati bahwa area otak pada penderita ADHD disebabkan karena otak yang mengontrol perhatian tidak terlalu aktif.

Semoga bermanfaat.

 

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1643 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.