Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Faktor-faktor Pendukung Anak Lekas Berbicara

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  10 Oct '18

Berbicara tentang pengalaman menghadapi speech delay pada anak sejujurnya saya tidak punya. Sebab, kedua anak saya Elkana dan Elora tergolong anak yang cepat berbicara dan sering disebut kritis oleh orang-orang yang bertemu dengan mereka. Mengapa? Karena Elkana dan Elora cerewet dan banyak tanya.

Sejujurnya, saya hampir lelah kalau harus menghadapi anak-anak saya yang banyak tanya seperti wartawan setiap hari. Tetapi dengan adanya beberapa Moms yang mengeluh karena anaknya terlambat bicara, saya menjadi sadar bahwa seharusnya saya bersyukur.

Jika kembali menoleh kebelakang, apakah sebenarnya faktor pendukung sehingga anak-anak saya lekas berbicara? Berikut saya paparkan beberapa faktor yang kemungkinan menjadi pendukung anak-anak saya lekas bicara.

Faktor Pendukung Anak Lekas Berbicara

  1. Banyak interaksi dengan orang-orang sekitar sejak dini
    Saya adalah seorang pendeta yang tinggal di lingkungan jemaat. Profesi saya mengharuskan saya selalu berinteraksi dengan orang banyak. Jika situasi dan kondisi memungkinkan, saya selalu mengajak anak-anak ikut dalam pelayanan.
    Di sana, ia pun berjumpa dengan banyak orang dan berinteraksi dengan mereka. Karena, pasti ada saja yang akan menegur mereka, mencandai mereka, menggoda dan interaksi ini menurut saya dapat menstimulasi daya bicara anak. Oleh karena itu Moms jangan ragu mengajak anak-anak berinteraksi di luar rumah.

  2. Lingkungan Tempat Tinggal
    Keluarga kami tinggal di Pastori (rumah dinas) yang bersebelahan dengan PAUD milik gereja. Jadi Moms sudah bisa bayangkan bahwa setiap pagi sampai siang hari, lingkungan kami ramai oleh anak-anak. Interaksi yang konsisten setiap hari dengan yang sudah lancar berbicara menurut saya juga termasuk menjadi faktor pendukung anak-anak saya lekas bicara.
    Oleh karena itu, jangan ragu mengajak si Kecil ke taman komplek perumahan, sekolah minggu, atau tempat pengajian yang banyak anak-anaknya.

  3. Orangtua selalu berbicara dengan ejaan yang benar pada anak-anak
    Frekuensi interaksi yang sudah cukup banyak dengan sekitar membuat perbendaharaan kata anak-anak saya meningkat. Namun, cara pengucapannya belum benar. Dalam hal ini, saya dan suami selalu mengulang kata atau kalimat yang keliru mereka ucapkan dengan cara yang benar. Dan kalau ada rekan, teman atau saudara yang berkomunikasi dengan anak-anak menggunakan bahasa 'bayi' akan kami tegur, tentunya dengan nada sopan.

  4. Selalu berusaha merespon perkataan dan pertanyaan anak-anak
    Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, anak-anak saya termasuk anak yang cerewet dan banyak tanya. Oleh karena itu, meskipun kami sedang letih, bad mood dan sesibuk apapun akan selalu merespon perkataan anak sekali pun kadang-kadang pertanyaan mereka sulit dijawab.

Semoga Bermanfaat.

By: Sarah Brahmana


524 Sarah Brahmana Send Message to Writer

Related Stories