Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Epidural Dalam Persalinan Normal

MY STORY  |  PREGNANCY  |  01 Aug '19


Kata epidural asing tidak buat mom atau mom to be? Sebelum proses kelahiran anak pertama saya, kata epidural udah nggak asing lagi karena pihak rumah sakit dan bidan sudah memberitahu saya dengan jelas metode apa saja yang dapat membantu saya dalam mengurangi sakitnya kontraksi, nah salah satunya epidural. 

Sedikit throwback ketika melahirkan anak pertama saya pada tahun 2015 di Brisbane, 17 Desember pagi hari saya sudah ada flek dan kontraksi palsu sesekali,saya telepon rumah sakit, mereka bilang, "That's fine." Sore hari jam 5, sudah mulai sakit per 15 menit. Saya tahan. Nah, jam 8 malam saya sudah kesakitan, saya telefon rumah sakit dan mereka suruh datang. Ketika dicek, masih bukaan satu. Karena melihat saya pucat dan lemes, mereka memberi saya sleeping pill kemudian saya disuruh pulang.Sampai rumah, saya tidur nyenyak walaupun ngerasain kontraksi itu datang, tapi mata ini tidak bisa dibuka.

18 Desember pagi ketika bangun saya mulai kesakitan lagi, saya tahan sampai sore jam 4 an kemudian telepon rumah sakit, disuruh datang. Ternyata setelah dicek masih BUKAAN 2. Tetapi karena saya sudah kesakitan dan terlihat lesu, akhirnya saya disuruh menginap di ruang observasi. Jam 10 malam saya dikasi 1 butir pain killer kemudian saya disuruh tidur, tapi saya tidak bisa.

19 Desember pukul 4 pagi, saya panggil bidan minta obat pain killer lagi karena sudah tidak kuat, tetapi tidak diperbolehkan. Akhirnya dicek, saya bukaan 4 dan dipindahkan ke ruang bersalin. Diruang bersalin ada gym ball, big bathup dan lain lain tetapi tidak bisa saya pergunakan karena saya tidak bisa bergerakkk. Sakitnya kontraksi membuat saya keringat dingin dan gemetaran, kaki saya lemes sekali. Jadi saya tiduran saja di tempat tidur. Sesekali atur napas, tetapi tetap kesakitan. Jam 6 pagi, mungkin bidan melihat saya terlalu kesakitan, dia menawarkan untuk menghirup gas. Akhirnya saya coba, tetapi tidak berhasil, tetep sakit mungkin karena saya memegangnya tidak kuat.

Akhirnya jam 7, saya minta epidural. Saya tahu epidural itu last method yang bisa dipilih untuk meredakan sakit. Setelah tanda tangan dengan tangan yang gemetaran, pihak anastesi datang dalam waktu 15 menitan. Saya diberitahu prosedurnya, dikasi liat jarumnya, diberi tahu apa saja resikonya dan kemudian barulah saya dimasukkan epidural. Sakit nggak prosesnya? tidak sakit sama sekali, menurut saya sakitnya kontraksi itu berpuluh puluh kali lipat. Setelah selesai, saya diminta tiduran dan beberapa menit sekali bidan menyuruh saya mengangkat kaki, kenapa? Karena setelah diepidural, tubuh bagian bawah itu akan 'numb' atau mati rasa. Maka bidan mengecek berapa menit tubuh saya memerlukan proses untuk mati rasa itu.

Bagaimana rasanya setelah diepidural? Rasanya seperti tidak menunggu kontraksi. Enakkk banget. Saya bisa makan, minum dan curi curi tidur. Nah jam 12 siangan air ketuban saya dipecahkan bidan kemudian jam 2 siang bidan siapin semuanya dan jam 2.30 saya dibimbing untuk mengedan. Kalau kita pakai epidural, kan nggak terasa tuh, kapan kontraksi datang, maka kita tunggu aba aba dari bidan untuk mengedan. Alhamdulillah setelah setengah jam, akhirnya putri saya keluar pukul 3.05  sore.

Keesokan harinya, petugas anastesi datang ke kamar bersalin saya dan mengecek apakah semuanya normal normal saja. Kemudian diberikan booklet tentang epidural. Saya share point yang menurut saya penting ya. 

Pada persalinan normal/ spontan, epidural bisa digunakan setelah bukaan 4. Kenapa? Karena epidural itu diperbolehkan ketika memang sudah active labour dan amannya dikatakan active labour itu setelah bukaan 4.

Ada 3 resiko yang menurut saya paling penting:

1.Yang paling utama, epidural itu memperlambat kontraksi, jadi ada kemungkinan lahiran lebih lambat.

2.Pastinya kita disuruh pakai catheter karena kita dibuat mati rasa itu, jadinya ya kita nggak tau rasa mau pipis. 

3.Adanya kemungkinan untuk dibantu vacuum ketika melahirkan ataupun akhirnya jadi melahirkan secara caesar. 

Ada after effect setelah pemakaian epidural. Katanya ada yang pusing, mual, heart burn, ataupun sakit dibagian pinggang. 

Kalau orang seperti saya yang memang tidak tahan sakit, epidural itu sangat sangat sangat membantu sekali ya. Alhamdulillah saya tidak merasakan after effect apapun, kontraksi juga lancar hingga proses persalinan. Dan menurut info dari pihak anastesi, sebenarnya memang jarang sekali ditemukan adanya after effect setelah memakai epidural, jadi jangan membayangkan hal hal yang negatif.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1313 Livinia Alawiyin

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Positive Thinking, Modal Utamaku Atasi Bayi Sungsang Menjelang Persalinan

Trimester ketiga merupakan masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi ibu hamil.

Tips Memilih Klinik atau Rumah Sakit untuk Bersalin

Melahirkan menjadi momen yang ditunggu sekaligus momen yang bikin deg-degan bagi Moms.

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan USG 4D

Seiring dengan perkembangan teknologi, alat kedokteran pun kian canggih. Termasuk juga alat untuk USG si Kecil

Bagaimana Rasanya Melahirkan Normal? (Part 1)

Dengan cara apa pun seorang Ibu melahirkan, semua Ibu hebat dan memiliki perjuangannya masing-masing.

Suamiku Mengambil Keputusan Operasi Caesar Ketika Melihatku Sangat Lemas

Setiap ibu hamil tentu menginginkan bayinya lahir dengan sehat, selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.

Cerita Kehamilanku

Masing-masing wanita mempunyai cerita kehamilan yang berbeda. Begitu pun dengan Saya.

Benarkah Mandi Kembang 7 Bulan dapat Melancarkan Proses Persalinan?

Di daerah saya tradisi mandi kembang di usia 7 bulan kehamilan masih sering dilakukan masyarakat sekitar.

Cerita Persalinan Pertamaku, Hampir Caesar di Menit Terakhir

Moms yang sudah mendekati HPL pasti sudah mulai resah, antara bahagia dan khawatir.

Pengalaman Saya Menggunakan BPJS Kesehatan selama Masa Kehamilan

Di awal pernikahan kami, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan BPJS Kesehatan.

Birthball untuk Ibu Hamil!

Minggu lalu, suami saya menawarkan untuk membeli birthball. Mungkin karna ukuran perut sudah semakin besar

Pengalaman Melahirkan Anak Pertamaku

Kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi para pasangan suami istri. Ada yang cepat ada pula yang tidak.

Birthing Support: Hal yang Harus Dilakukan Para Birth Partner

Birth partner adalah seseorang yang akan menemani Moms selama proses persalinan nanti.

Berniat USG 4D? Perhatikan Tiga Hal Berikut!

Kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang niat saya untuk USG 4D saat hamil.

Proses Lahiran yang Terbaik Buat Aku

Di sini aku akan berbagi cerita-cerita tentang proses lahirnya Caelan 3 bulan lalu. Simak yuk Moms!

Hospital Bag Checklist

Berhubung banyak temenku yang akan lahiran soon, jadi ingat zaman hamil Zo bingung banget mau packing apa.

Pengalamanku Alami Plasenta Previa di Kehamilan ke 3

Sore hari saat mau mandi sore, saya dibuat kaget karena mendapati air kencing saya berwarna merah segar.

Punya Baby Brain Tetap Bisa Lulus S2

Hai Moms, saya mau share tentang baby brain yang saya alami saat hamil si Kecil khususnya pada trimester ketiga.

LITMUS: Pendeteksi Cairan Ketuban

Di usia kehamilan trimester tiga kita harus lebih waspada terhadap penurunan volume air ketuban.

Arlin's Birth Story

Hi Moms! Kali ini saya ingin berbagi ceritaku nih selama proses melahirkan. Semoga bisa menambah wawasan.

Senam atau Yoga Hamil?

Di antara Moms mungkin ada yang memilih senam atau yoga. Banyak juga yang bingung mana yang lebih baik.