Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

6 Jenis Ruam Kulit Pada Anak

HEALTH TIPS  |  08 Mar '18

Banyak yang mengeluhkan adanya ruam di bagian muka ataupun pantat bayi. Sebenarnya memang ada beberapa jenis ruam pada bayi. Pada bayi yang gemuk, misalnya ada bintikan merah atau ruam di kulit bagian leher dan ketiak. Bintik-bintik tersebut merupakan peradangan kulit karena lembab. Sebaiknya, setiap bayi setelah mandi, bagian leher dan ketiak dikeringkan dengan handuk hingga benar-benar kering. Peradangan di kulit lipatan leher juga bisa disebabkan oleh muntahan/gumoh bayi yang bersifat asam.

Beberapa jenis ruam pada anak:

  • Ruam Popok 
    Ruam di Kulit Anak yang pertama adalah Ruam popok atau diaper rash, hal ini biasa terjadi pada bayi, yaitu kulit pantat dan selangkangan merah-merah. Ruam popok disebabkan oleh bahan kimia yang dipakai untuk mencuci popok, dan bahkan pelembut. Ruam popok dapat juga terjadi karena terlambat mengganti popok dan menggunakan popok yang sekali pakai (diapers/pampers) yang amat sering dan lama, sehingga amonia dalam air kencing bayi mengiritasi kulit.
  • Diare yang sering juga dapat menyebabkan ruam di daerah anus Jika bayi mengalami hal ini, yang harus kita lakukan adalah
    rajin membaringkan bayi di dalam kamar yang bersih dan hangat, dengan posisi pantat dan selangkangan terbuka beberapa saat.
    Sebelum dipakaikan popok atau celana, pastikan kulit bayi kering dan jangan memberikan bedak karena hanya akan menambah bakteri disana.
    Jika ruam banyak dan basah, perlu diberikan salep pelindung yang mengandung zinc, vitamin A, dan vitamin D sesuai anjuran dokter. Gunakan sabun/detergen, pemutih, dan pewangi yang aman untuk kulit bayi. Ruam popok dapat dicegah dengan menghindari penggunaan popok plastik karena dapat menimbulkan infeksi jamur candida albicans, yaitu timbul bercak-bercak kecil kemerahan pada kemaluan sampai lipatan paha. Pakailah popok yang terbuat dari katun, dan segera ganti popok jika basah.
  • Biang Keringat 
    Sering kita temui biang keringat atau keringat buntet, yaitu sumbatan saluran kelenjar keringat karena aktivitas bakteri kulit. Biasanya, ada bintik-bintik merah dan terasa gatal. Biang keringat sering terjadi di daerah yang berudara panas. Hindari memakaikan baju tebal. Sering-seringlah mengganti kaus bayi jika sudah basah terkena keringat.
  • Ruam Susu 
    Ruam susu/milk eczema sering kita jumpai pada bayi, orang jawa mengistilahkan “buras”. Tanda-tandanya adalah disekitar pipi bayi terdapat ruam putih seperti panu dan terasa gatal. Ruam susu biasanya dialami bayi usia 2 bulan sampai 2 tahun. Hindari memandikan bayi dengan air yang terlalu panas karena air panas dapat menyebabkan kulit lebih kering dan lebih gatal. Jangan digaruk, karena akan menyebabkan lecet dan luka yang memudahkan infeksi jamur dan bakteri. Jika ruam meluas sampai leher dan punggung, segera bawa bayi anda ke dokter. Apalagi jika disertai demam, kulit basah, bernanah, dan anak rewel sebaiknya anda tidak mencoba mengobati sendiri. 
  • Eksim Seboroik 
    Bayi juga sering mengalami eksim seboroik, yaitu kulit kepala bayi tampak busik dengan sisik tebal. Ruam ini tidak terasa gatal dan tidak mengganggu bayi. Ini hanyalah pengaruh hormon androgen ibu. Ketika bayi beranjak remaja, ruam ini akan menjadi ketombe. 
  • Dermatitis Kontak 
    Dermatitis kontak adalah ruam yang sering diderita oleh anak-anak usia 2-12 tahun. Dermatitis kontak berupa ruam berwarna merah dan gatal. Ruam kadang bersisik atau retak-retak, kadang juga disertai lepuh. Ruam ini disebabkan oleh kontak kulit dengan beberapa penyebab dari luar, seperti beberapa jenis rumput-rumputan, bunga, ulat, kosmetik, bedak, sabun, bahan kimia dalam pembuatan kain, dan lain-lain.
  • Biduran 
    Biduran/urtikaria adalah reaksi alergi pada kulit berupa ruam kemerahan dan gatal. Ukurannya bervariasi. Biduran dapat terjadi di semua kulit tubuh baik anak kecil maupun dewasa. Biduran paling sering terjadi pada bibir, kelopak mata, dan tangan. Biduran sering terjadi karena alergi makanan, minuman, hawa dingin, dan kontak dengan sesuatu yang menyebabkan alergi. Pertolongan pertama yang dapat kita lakukan adalah memberikan kompres, memandikan, atau memberikan lotion kalamin. Jika anak alergi dingin, hangatkan anak. Jika anak merasa gatal sekali, berikan antihistamin.

Semoga bermanfaat.

By: Felicia Denisa.

1325 Felicia denisa Send Message to Writer

Related Stories