Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Dukungan Suami Membuatku Terbebas dari Baby Blues

MY STORY  |  OTHERS  |  02 Sep '19


Waktu hamil saya pernah bertanya ke suami, "nanti kalau Vonn lahir, aku baby blues gak ya? Apakah nanti sama seperti si "A" yang akhirnya baby blues, menangis & stres setiap dengar bayinya menangis saat minta susu?"

Masih ingat sekali 4 bulan yang lalu. Akhirnya bertemu Vonn setelah hampir 40 minggu. Vonn lahir sesar 3 hari sebelum HPL karena air ketuban ternyata sudah tinggal sedikit, sudah ada kontraksi tapi tidak ada pembukaan, ternyata setelah Vonn lahir, baru diketahui kalau tali pusar Vonn pendek, jadi tidak bisa mendorong sampai terjadi pembukaan.

Antara percaya dan tidak percaya kalau akhirnya saya sudah punya anak. Rasanya ketika masuk ruang operasi, hanya hitungan menit saja status saya berubah. Dari seorang istri menjadi seorang ibu. Dari ibu hamil menjadi ibu menyusui. Dan kewajiban baru saya pun di mulai, saya harus mulai menyusui.

Masalah menyusui ini sudah cukup menghantui pikiran saya selama hamil. Latar belakang seorang yang menempuh pendidikan ahli gizi, membuat saya akan merasa gagal kalau sampai  tidak bisa memberi Vonn ASI eksklusif. Bahkan karena terlalu cemas, saat usia kandungan 39 minggu saya ke klinik laktasi, namun ASI saya memang belum keluar, sudah minum berbagai suplemen ASI tapi sepertinya tidak ada perubahan. 

Vonn lahir pk. 18.05 dengan berat 3.200 gram. Dengan bekal semua ilmu yang saya punya dan bacaan tenyang ASI yang sudah saya baca, malam itu saya mulai menyusui Vonn. Tapi rasanya masih tidak ada perubahan pada payudara saya. Kata orang, kalau payudara terisi ASI akan terasa kencang & keras, tapi payudara saya masih lembek.

Keesokan harinya, Vonn masih terus saya susui. Payudara saya mulai terasa panas, putingnya mulai lecet, sudah hampir berdarah, rasanya perih bukan main. Senang sih lihat Vonn, tapi ketika Vonn mulai menangis, dan tangisannya itu tangisan bayi paling kencang di bangsal obsgyn pada saat itu, rasanya sudah tidak karuan. Keluarga mulai bilang, "itu bayinya lapar, ayo disusuin" Padahal baru setengah jam yang lalu Vonn selesai menyusu. 

Karena terlalu takut, saya bahkan tidak berani konsultasi ke suster ataupun dokter di rumah sakit, bahkan cerita ke suami tentang masalah menyusui Vonn pun juga saya tidak mau.

Malam itu saya sudah mulai putus asa, sudah benar-benar sakit payudara saya, panas, perih bercampur jadi satu ditambah nyeri nya bekas operasi karena bius sudah hilang. Sebenarnya ASInya sudah keluar apa belum?

Hari ketiga di rumah sakit, saya sudah bisa turun dan ikut melihat Vonn mandi. Hari itu Vonn di timbang, beratnya jadi 3.000 gram, berarti selama tiga hari beratnya sudah turun 200gram. Bukan bertambah, berat Vonn malah berkurang, yah berarti ASI saya memang belum keluar. Rasanya saya sudah mulai depresi apalagi ditambah dengan mendengar komentar, "kok kayaknya Vonn agak kuning ya."

Suami yang tahu kondisi saya, ketika Vonn menangis, dengan sigap langsung menggendong Vonn. Tapi tangisan Vonn tidak berhenti. Suami bilang "ayo di susuin, kasihan Vonn nangis terus ini". Tapi pada saat itu, saya malah marah & emosi, lalu malah menjawabnya dengan nada tinggi, "Sebentar toh, sakit ini lo. Kamu gak ngerasain habis operasi, masih harus nyusuin, lecet semua, panas semua ini." Saya tahu saya seharusnya menyusui Vonn, tapi rasanya sakit sekali, saya berpikir entah sampai kapan harus sakit terus, saya sudah berusaha, tapi kenapa ASI nya gak keluar? 

Untung suami sangat sabar dengan kondisi saya. Sebelumnya saya juga sudah berpesan, apapun yang terjadi sama saya, tolong dukung terus supaya saya bisa menyusui Vonn tanpa susu formula. Dan sepertinya dia sadar kalau saya mulai depresi dan terkena baby blues. Dia menjawab saya dengan nada yang tetap lembut dan terus membujuk saya, "Ayo, katanya mau ASI eksklusif, harus di susuin terus lho kan biar ASI nya cepat keluar". Ya memang tekad saya sudah bulat, ASI pasti keluar. Dengan bujukan suami & bantuan suami, saya terus menyusui Vonn dan berusaha tetap waras menjaga emosi saya.

Siangnya, sebelum pulang saya memberanikan diri, ketika ada bidan yang datang berkunjung, saya bertanya, "Bu, bisa tolong cek apakah ASI saya sudah keluar?" Akhirnya bu bidan mengecek dan memang sudah mulai keluar setetes demi setetes. Bu bidan menjelaskan, "ini sudah cukup Bu, lambung bayi baru lahir masih kecil sekelereng, jadi ASI yang setetes-setetes ini juga sudah cukup untuk bayi.

Pada saat itu rasanya langsung lega, rasanya perjuangan 3 hari melawan sakit & perihnya menyusui tidak sia-sia.

Bersyukur punya suami yang mendukung saya memberikan ASI buat Vonn. Untung pada saat saya lelah & emosi, suami tidak menyerah mendukung saya. Kalau suami menyerah, pasti saya juga menyerah dan entah sudah berapa kaleng susu yang di habiskan Vonn sekarang. Tidak terasa sudah 4 bulan ini saya memberikan ASI penuh ke Vonn. Semoga masih bisa terus memberikan ASI sampai nanti waktunya menyapih.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

363 Eveline Sugiharto

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?