Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Drama Tangisan Anak agar Keinginannya Terpenuhi, Dituruti Nggak ya?

MY STORY  |  PARENTING  |  10 Nov '19


Menangis. Satu hal yang paling sering kita lihat dan mungkin hampir setiap hari dilakukan oleh anak-anak. Benar nggak moms? Ada saja alasan yang membuat mereka merengek dan menangis. Entah menangis sungguhan atau hanya drama. Lho kok? Memangnya ada ya anak yang hanya drama jika menangis. Pengalaman saya, iya moms.

Awalnya saya tidak ambil pusing, lihat anak nangis mau keluar air mata atau tidak tetap namanya nangis. Tapi pas saya perhatikan, lama kelamaan kok ada yang berbeda. Setiap anak berbeda-beda. Tapi biasanya cenderung mereka menggunakan tangisannya sebagai senjata ampuh meluluhkan hati ayah ibunya agar keinginannya terpenuhi. Sebagai contoh, anak saya yang pertama suka gadget tapi nggak saya beri moms. Dianya malah merengek dan menangis di depan ayahnya. Kalau ayahnya mah orangnya suka luluh jadi deh anaknya menang karena hanya dengan modal menangis sejenak terus keinginannya terpenuhi.

Sebagai orang tua kita harus pandai-pandai moms melihat keadaan ini, kita harus jeli membedakan yang mana anak menangis beneran dan yang mana hanya drama menangis karena ada maunya. Sepandai-pandainya si anak, kita harus jauh lebih pandai lagi. Benar nggak moms? Makanya orang tua dituntut untuk terus belajar.

Anak-anak menggunakan air mata agar keinginannya terpenuhi itu normal tapi tetap tidak bisa dibiarkan selamanya seperti itu moms. Si kecil tidak selamanya akan kecil, suatu saat dia akan menjadi dewasa, jangan sampai itu terbawa hingga dia besar. Untuk itu pola asuh orang tua sangat dibutuhkan agar sikap anak yang seperti itu bisa diminimalisir dan atau dicegah.

Pengalaman saya untuk membedakan mana nangis beneran sama mana yang drama itu, biasanya saya pakai feeling aja moms. Anak saya terkadang nangis tapi air matanya nggak keluar terus suara tangisnya seperti dibuat-buat. Apalagi jika ngotot mau mainan kayak temannya. Dia maunya dibeliin mainan yang seperti punya temannya. Wah, kayaknya ini drama deh.

Berbeda jika misalnya ayahnya pamit kerja terus dia merengek mau ikut. Air matanya keluar terus kayak sedih banget. Sebagai ibu pasti punya feeling kan moms. Kalau sudah begitu, baru si kakak saya tenangin dulu dengan dengan berbagai hal yang menarik perhatiannya dan melupakan kesedihannya.

Jadi bagaimana jika anak suka drama air mata? Apa iya setiap nangis kita turuti saja kemauannya? Apa yang dilakukan orang tua?

1. Santai saja

Ketika anak menggunakan senjata menangisnya, tetap santai moms. Reaksi kita tidak perlu berlebihan seperti melihat anak kejedot di pintu. Tetap perhatikan bagaimana tangisan anak. Yang penting jangan langsung luluh dan memenuhi keinginan si kecil. Kalau sudah begitu bisa jadi kebiasaan. Bahwa cukup dengan menangis saja, pasti semua beres. Dengan bersikap santai, bisa saja si kecil berpikiran kalau drama menangisinya tidak berguna karena orang tuanya santai dan tidak berusaha menenangkan.

2. Berikan kesempatan kepada si kecil untuk meluapkan emosinya

Kalau saya menghadapi si kakak yang bersikap demikian, biasanya saya biarkan saja moms dia menangis. Saya biarkan dia meluapkan emosinya sampai puas. Baru setelah itu saya tenangkan dia dan bicara baik-baik. Biasanya saya memberikan dia pilihan atau alternatif lain moms untuk menggantikan kemauan dia yang tidak bisa dituruti.

3. Didik anak untuk tahu cara meminta atau menyampaikan keinginan dengan cara yang benar

Menuruti kemauan anak serta merta tanpa ada kontrol tentu bisa berakibat buruk moms bagi tumbuh kembang anak. Sebaiknya si kecil di ajarkan untuk tahu cara meminta yang sopan kepada orang tua. Ajarkan bahwa meminta tidak harus dengan menangis. Misalnya "Nak kalau mau sesuatu tidak boleh menangis, harus bicara baik-baik". Saya rasa jika kita melatih anak, insyaAllah dia akan terbiasa. Hal yang paling baik adalah dengan mencontohkan ke anak. Ketika kita menginginkan sesuatu untuk dilakukan si kecil, maka gunakan kata-kata yang sopan agar anak-anak bisa juga menirukan cara kita.

4. Tetap konsisten

Jika cara yang dilakukan anak salah dengan drama air mata, maka kita sebagai orang tua harus konsisten untuk mengatakan tidak. Tega sedikit ke anak saya pikir nggak apa-apa karena itu untuk kebaikan anak kita kelak. Yang sabar ya moms dalam menghadapi si kecil.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1197 Inayah Soenaryo

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.

Mengenal Tedak Siten

Apa itu Tedak Siten? Mari simak bersama berikut ini!

Keseruan Memiliki 2 Balita Dengan Jarak Dekat

Anak di usia balita adalah fase dimana anak mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, cenderung lebih egois, dan lebih senang berekplorasi. Usia [...]

Biasakanlah Mengucapkan Kata-kata Positif pada Anak

Seperti apa sih kata-kata positif yang baik untuk kita ucapkan pada anak? Simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker Pada si Kecil

Bagaimana cara merayu si Kecil agar mau mengenakan masker? Simak cerita berikut ini.