Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Disiplin Positif sejak Dini

BABY  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  25 Nov '19


Usia emas si Kecil adalah kesempatan berharga untuk orang tua mengajarkan hal-hal positif untuk si kecil, karena di masa emas, si kecil lebih mudah mengingat dan belajar dari apa saja yang yang ia lihat dan ia dengar. Di mulai dari hal hal kecil yang mudah dan menyenangkan seperti DISIPLIN POSITIF.

Bagaimana cara si kecil mau belajar dan menerapkan DISIPLIN POSITIF sejak dini?
Banyak sekali yang moms dan dads bisa lakukan. Selain melatih rasa disiplin, terselip rasa empati yang harus kita terapkan.

Apa saja yang bisa diterapkan dalam DISIPLIN POSITIF untuk si kecil?

1. Merapihkan mainan nya sehabis bermain
Ciptakan suasana menyenangkan pada moment ini, seperti merapihkan mainan sambil belajar menghitung, menyebutkan aneka warna dan bentuk serta bisa pula sambil mengajari si kecil bernyanyi.

2. Makan sesuai jadwal
Salah satu pencetus nya GTM adalah tidak sama nya jadwal saat makan si kecil. Biasakan di lakukan pada waktu yang sama, misalnya sarapan di lakukan pada pukul 7 - 8 pagi, makan siang pada pukul 11 - 12 siang, cemilan atau selingan pukul 3 - 4 sore dan makan malam jam 6 sore. Bisa moms dan dads tentukan waktu nya dan dilakukan secara rutin dan tepat waktu tiap hari nya.

3. Waktu tidur
Sama halnya dengan waktu makan, moms dan dads bisa membuat jadwal nya sesuai kondisi si kecil. Kegiatan ini di maksud kan agar si kecil mengetahui bahwa jam "sekian" sudah waktunya untuk makan atau tidur.

Banyak sekali DISIPLIN POSITIF yang bisa kita terapkan pada si kecil di usia emas nya agar terbiasa pada hal hal positif hingga ia dewasa. Tidak perlu dipaksakan apabila si kecil menolak dan diharapkan sekali tidak menggunakan KEKERASAN yang akan mengakibat kan si kecil trauma.

Adanya tahapan-tahapan usia pada proses DISIPLIN POSITIF, yaitu:

1. Usia 0 - 7 tahun
Usia ini terbilang cukup rentan, dimana anak sedang belajar mengeksplorasi sekitar nya melalui panca indera. Si kecil akan belajar MENIRU perilaku sekitar nya dibandingkan mendengarkan. Alangkah baik nya jadah model yang baik untuk bisa di tiru si kecil.

2. Usia 7 - 14 tahun
Di usia ini anak mulai membangun rasa empati dan imajinasi sehingga orang tua harus ketat mendampingi anak dalam bereksplorasi dengan kemampuan untuk memahami baik atau buruknya hal tersebut.

3. Usia 14 - 21 tahun
Di sini orang tua berperan sangat penting, di mana anak sudah bisa diajak berdiskusi tentang prilaku prilaku sekitarnya, jadilah "TEMAN" diskusi yang setara dengan anak untuk memberikan pertimbangan pada anak terkait dampak baik atau buruk nya prilaku yang ia lakukan.

Selalu ingat untuk:

  • Terapkan disiplin positif dengan penuh kasih sayang.
  • Terapkan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.
  • Ciptakan rasa tanggung jawab, percaya diri serta empati untuk anak.
  • Mengenalkan batasan batasan dalam berprilaku.
  • Gunakan kata kata positif, tegas namun tidak keras, dan berkonsekuensi dalam menggantikan hukuman.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

554 Vhinesta April

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Bonding Ayah dan si Kecil ala Keluarga Kami

Meskipun Suami saya bekerja hampir setiap hari, suami saya masih bisa mengatur waktu untuk bonding dengan Rubi.

Tips Mengatasi Kebiasaan Membandingkan Anak

Apa dampak membandingkan anak? Dan bagaimana cara mengubah pola pola asuh membandingkan?

Tak Perlu Takut Menitipkan Anak di Daycare

Moms merupakan working mom? Jika ya ga ada salahnya menitipkan anak di daycare, dengan catatan sebagai berikut

Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini

Kegiatan apa saja yang bisa melatih kemandirian anak yang berusia 1 tahun?