Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Dijuluki si Persalinan Kilat

MY STORY  |  PREGNANCY  |  30 Jul '19


Kehamilan pertama rasanya begitu berwarna, dimulai dari hipermesis gravidarum yang membuat bb turun drastis, Hb rendah, ketuban keruh, posisi bayi sempat sempat sungsang, jauh dari keluarga, dan adaptasi di lingkungan baru karena pindah rumah. Meskipun banyak rintangan yang harus dilalui, kami dan dokter pun yakin saya masih bisa melahirkan secara normal. Meskipun Alesha lahir 2 minggu setelah HPL, prosesnya lancar, melalui persalinan spontan.

Tanggal 07 Oktober 2018 pukul 23.00 saya merasa mulas ingin BAB dan tidak ada firasat apa-apa. Pukul 23.20 ada rembesan darah dan sepertinya ketuban. Suami saya kaget karena tidak ada tanda akan melahirkan seharian itu. Akhirnya kami menggunakan jasa taksi online dan beruntung sekali tidak perlu menunggu lama dan sang driver sangat kooperatif. Setibanya di IGD RS kami harus menunggu, namun driver membantu membujuk pihak RS untuk segera memberi ruangan agar saya bisa berbaring selagi suami mengurus administrasi. Rasa mulas semakin menjadi dan rasanya kepala bayi sudah diujung jalan kelahiran.

Tanggal 08 Oktober 2018 pukul 00.30 tim RS mengecek kondisi saya dan mereka kaget karena pembukaan sudah lengkap. Mereka pun bergegas menyiapkan semuanya. Pukul 00.40 suster mencari suami saya di ruang administrasi untuk mendampingi. Dan akhirnya setelah beberapa kali mengejan, pukul 00.50 lahirlah Alesha, putri yang kami tunggu-tunggu. Semua tim RS lega sekaligus terpana karena persalinan spontan yang kilat itu.  Pagi harinya, dokter dan suster yang ke ruangan saya pun selalu memanggil saya dengan si Ibu Persalinan Kilat. Keluarga dan sahabat pun terkejut dengan berita kelahiran Alesha karena semua serba mendadak.

Penasaran ga moms kenapa bisa persalinan spontan tanpa kontraksi berjam-jam dan minim rasa sakit?

Saya mau share tips untuk bisa persalinan spontan ya moms:

Pastikan kondisi ibu dan bayi sehat setiap bulan terutama saat trimester akhir. Rajin konsultasi dengan dokter ya moms. Baiknya dengan dokter/ bidan yang sama dari awal kita konsultasi.

Kalau perlu, lakukan pengecekan lab untuk mengetahui kondisi moms dan jika ada masalah masih bisa ditangani.

Perhatikan kenaikan bb, hal ini kaitannya dengan bb janin, konsultasikan dengan dokter ya moms, di trimester akhir saya disarankan untuk mengatur lagi pola makan supaya bayi tidak terlalu besar agar bisa lahir normal.

Konsumsi vitamin sesuai petunjuk dokter.

Selama kehamilan rajinlah olahraga ringan, lebih bagus lagi kalau rutin senam/yoga hamil, kalau saya biasa lakukan sendiri di rumah sambil youtube-an hehehe.

Tentukan support system yang baik, suami pasti ada di urutan pertama moms, komunikasikan segala hal terkait kondisi kita sampai perencanaan persalinan dan proses lain setelahnya. Jika perlu doula silahkan. Pastikan keluarga dan sahabat juga tau kondisi kita.

Baca dan lihat video yang berhubungan dengan proses persalinan, terutama cara mengejan/ngeden yang baik.

Sounding ke bayi kita dari awal kehamilan dengan kata-kata ajaib, seperti: “terima kasih ya nak sudah berkembang dengan sehat!”, “ayah dan mama sayang sama kamu, nak!”, “nanti kalau lahiran tolong bantu mamah ya untuk lahiran dengan lancar!”, dll.

Seringlah bercanda dengan suami dan bayi di dalam kandungan untuk membuat kita semakin rileks.

Konsumsi makanan/ minuman yang membuat badan kita bugar dan fit, kalau saya rutin mengonsumsi madu, kurma, dan air kelapa hijau.

Lakukan rutinitas/ hobi yang membuat kita bahagia, kalau saya biasanya nonton drama korea, baca buku, dan jalan-jalan dengan suami meskipun hanya keliling perumahan.

Seringlah sharing dengan teman-teman yang sedang hamil/ sudah menjadi ibu. Selain menambah ilmu dan saudara, berkumpul dengan mereka bisa menambah energi positif.

Jangan stress, positive thinking, dan buatlah diri kita selalu bahagia.Saat mendekati persalinan berusahalah tenang, simpan energi ya moms.

Tentukan RS/ tempat persalinan yang nyaman untuk moms dan bayi.

The power of doa. Berdoa dan mintalah didoakan orang tua, keluarga/sahabat untuk kelancaran persalinan.

Pengalaman persalinan Alesha menjadi kenangan tersendiri dan menjadi pengingat bahwa kita harus mengurus anak dengan baik dan menjadi pengingat kita untuk berbakti pada ibu. Semoga pengalaman saya bermanfaat ya moms. Semangat and be happy!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

9516 Sandra Hapsari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Positive Thinking, Modal Utamaku Atasi Bayi Sungsang Menjelang Persalinan

Trimester ketiga merupakan masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi ibu hamil.

Tips Memilih Klinik atau Rumah Sakit untuk Bersalin

Melahirkan menjadi momen yang ditunggu sekaligus momen yang bikin deg-degan bagi Moms.

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan USG 4D

Seiring dengan perkembangan teknologi, alat kedokteran pun kian canggih. Termasuk juga alat untuk USG si Kecil

Bagaimana Rasanya Melahirkan Normal? (Part 1)

Dengan cara apa pun seorang Ibu melahirkan, semua Ibu hebat dan memiliki perjuangannya masing-masing.

Suamiku Mengambil Keputusan Operasi Caesar Ketika Melihatku Sangat Lemas

Setiap ibu hamil tentu menginginkan bayinya lahir dengan sehat, selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.

Cerita Kehamilanku

Masing-masing wanita mempunyai cerita kehamilan yang berbeda. Begitu pun dengan Saya.

Benarkah Mandi Kembang 7 Bulan dapat Melancarkan Proses Persalinan?

Di daerah saya tradisi mandi kembang di usia 7 bulan kehamilan masih sering dilakukan masyarakat sekitar.

Cerita Persalinan Pertamaku, Hampir Caesar di Menit Terakhir

Moms yang sudah mendekati HPL pasti sudah mulai resah, antara bahagia dan khawatir.

Pengalaman Saya Menggunakan BPJS Kesehatan selama Masa Kehamilan

Di awal pernikahan kami, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan BPJS Kesehatan.

Birthball untuk Ibu Hamil!

Minggu lalu, suami saya menawarkan untuk membeli birthball. Mungkin karna ukuran perut sudah semakin besar

Pengalaman Melahirkan Anak Pertamaku

Kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi para pasangan suami istri. Ada yang cepat ada pula yang tidak.

Birthing Support: Hal yang Harus Dilakukan Para Birth Partner

Birth partner adalah seseorang yang akan menemani Moms selama proses persalinan nanti.

Berniat USG 4D? Perhatikan Tiga Hal Berikut!

Kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang niat saya untuk USG 4D saat hamil.

Proses Lahiran yang Terbaik Buat Aku

Di sini aku akan berbagi cerita-cerita tentang proses lahirnya Caelan 3 bulan lalu. Simak yuk Moms!

Hospital Bag Checklist

Berhubung banyak temenku yang akan lahiran soon, jadi ingat zaman hamil Zo bingung banget mau packing apa.

Pengalamanku Alami Plasenta Previa di Kehamilan ke 3

Sore hari saat mau mandi sore, saya dibuat kaget karena mendapati air kencing saya berwarna merah segar.

Punya Baby Brain Tetap Bisa Lulus S2

Hai Moms, saya mau share tentang baby brain yang saya alami saat hamil si Kecil khususnya pada trimester ketiga.

LITMUS: Pendeteksi Cairan Ketuban

Di usia kehamilan trimester tiga kita harus lebih waspada terhadap penurunan volume air ketuban.

Arlin's Birth Story

Hi Moms! Kali ini saya ingin berbagi ceritaku nih selama proses melahirkan. Semoga bisa menambah wawasan.

Senam atau Yoga Hamil?

Di antara Moms mungkin ada yang memilih senam atau yoga. Banyak juga yang bingung mana yang lebih baik.