Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Diare Jangan Dianggap Sepele

HEALTH TIPS  |  24 Apr '18


Moms, apakah Si Kecil pernah mengalami buang air besar lebih dari 4 kali sehari? Diare bukan yaa?

Menurut World Health Organization (WHO), diare adalah buang air besar dengan konsistensi encer atau cair >3 kali dalam satu hari atau lebih dari frekuensi normal seseorang. Jadi jelas, diare harus memenuhi dua kriteria, yaitu konsistensi dan frekuensi.

Penting juga untuk diingat bahwa frekuensi normal buang air besar pada usia anak dapat berbeda dengan usia dewasa. Misalnya saja bayi ASI ekslusif dapat buang air besar setiap kali diberi ASI, selama konsistensi feses tidak lebih encer dari biasanya, bayi tersebut tidak mengalami diare.

WHO mencatat, diare menjadi penyebab kematian nomor dua pada anak berusia di bawah 5 tahun. Diare mengancam nyawa dan beresiko menyebabkan kematian karena potensi dehidrasi (kekurangan cairan), kekurangan ekektrolit dan juga kekurangan gizi (malnutrisi). Meskipun menakutkan, mommies sebaiknya tidak panik karena kepanikan bisa berujung pada penanganan diare yang kurang tepat, sehingga beresiko membahayakan si kecil.

Moms, diare disebarkan melalui jalur fecal-oral, yang artinya dari feses seseorang yang terinfeksi kuman ke mulut orang lain yang belum terinfeksi, sehingga kuman tertelan masuk ke dalam usus. Hal ini bisa terjadi akibat tangan yang tidak bersih, sumber air yang terkontaminasi dan juga lalat. Diare terjadi jika lapisan dalam usus "terluka" sehingga usus tidak dapat menyerap  atau mencerna makanan dengan baik. Makanan yang tidak tercerna/terserap ini akan menarik lebih banyak cairan ke dalam saluran usus sehingga konsistensi feses menjadi encer atau cair. Walaupun luka ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, namun penyebab tersering pada anak-anak adalah infeksi virus, terutama rotavirus yang menyebabkan 40% kasus diar pada anak.

Diare pada anak dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Diare akut encer atau cair tanpa darah.
  2. Diare akut dengan darah.
  3. Diare peristen. Diare yang berlangsung >14 hari.

Cara menangani diare:

  • Beri cairan lebih banyak untuk mencegah dehidrasi. Cairan Rehidrasi Oral (CRO) atau oralit juga dapat diberikan, termasuk pada bayi ASI ekslusif.
  • Berikan suplemen zinc selama 10-14 hari. Dokter akan memberikan dengan dosis 10-20 mg. Pemberian zinc terbukti menggantikan zinc yang hilang saat diare.
  • Jangan mengurangi porsi makan Si Kecil karena beresiko mengalami malnutrisi. Umumnya, nafsu makan akan berkurang tetapi moms dapat memberikan makanan dengan porsi yang sedikit-sedikit namun sering. Susu dan sayuran masih boleh diberikan yaa moms, karena saat sedang diare Si Kecil butuh asupan nutrisi.
  • Jangan memberikan obat "pemampat" diare, karena obat ini membuat gerakan usus melambat sehingga virus/bakteri lebih lama berada di dalam tubuh. Selain itu, obat ini juga dapat memperparah luka di lapisan dalam usus dan menyebabkan cairan dan garam tertahan di dalam saluran usus tanpa diserap oleh tubuh sehingga anak dapat mengalami dehidrasi tanpa disadari karena tidak adanya diare yang terlihat.
  • Jika diare disertai dengan muntah, pemberian obat anti-muntah tidak dianjurkan. Prinsip diare dan muntah adalah mengeluarkan kuman, baik virus maupun bakteri dari saluran cerna. Jika pengeluaran kuman dihentikan, maka kuman mempunyai kesempatan lebih lama untuk berkembang biak.
  • Hindari minuman yang mengandung banyak pemanis karena dapat memperparah diare.

Jika Si Kecil mengalami hal berikut, sebaiknya Moms segera membawanya ke dokter:

  • Tidak mau minum atau setiap diberikan minum selalu muntah.
  • Buang air sedikit atau lebih jarang dari biasanya.
  • Mulut kering, bibir pecah-pecah.
  • Ubun-ubun teraba cekung (pada bayi yang ubun-ubun depannya masih terbuka).
  • Tidak ada air mata saat menangis.
  • Rewel dan sulit ditenangkan.
  • Tidur terus-menerus dan sulit dibangunkan.
  • Mata cekung.
  • Kulit terlihat keriput.
  • Diare berlangsung lebih dari 14 hari.
  • Anak mengalami disentri.
  • Anak mengalami kolera, yaitu diare yang sangat cair dan berlangsung sangat produktif. Resiko dehidrasi dan kematian dapat terjadi dalam beberapa jam.
  • Anak mengalami dehidrasi berat atau sedang yang tidak dapat ditangani oleh orang tua di rumah.
  • Diare disertai dengan demam lebih dari 40 derajat celcius.

Kapan pemeriksaan labolatorium diperlukan?

Sebagian besar diare tidak membutuhkan pemeriksaan lab. Pemeriksaan lab hanya dibutuhkan pada keadaan berikut:

  1. Diare dengan darah dan lendir (disentri)  
    Kemungkinan bakteri atau amuba sebagai penyebab pada diare jenis ini lebih besar dibandingkan pada diare tanpa darah. Penyebab disentri adalah bakteri Shigella dysentrerie, sementara amuba penyebab disentri adalah Entamoeba histolytica.

  2. Diare dengan dehidrasi sedang-berat   
    Pemeriksaan darah diperlukan untuk melihat kecukupan elektrolit (garam) di tubuh.

Kapan antibiotik dibutuhkan?

Antibiotik atau antiamuba dapat diberikan jika diare disertai darah dan lendir (disentri), serta pemeriksaan feses mendukung kecurigaan penyebab bakteri Shigella dysentrerie atau Entamoeba histolytica. Namun, jika Si Kecil diberikan antibiotik pada diare biasa maka akan berpotensi menyebabkan diare berkepanjangan yang dinamakan antibiotic-associated diarrhea. Diare justru terjadi akibat penggunaan antibiotik yang membunuh bakteri normal di usus besar. Jadi mommies, sebelum memberikan antibiotik pada saat Si Kecil diare, sebaiknya didukung dengan pemeriksaan feses yaa.

Semoga bermanfaat.

By: Kartika Wulan Sari. 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

744 Kartika Wulan Sari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.