Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Dermatitis Atopik, Kontak, dan Seboroik, Apa Bedanya?

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  11 Oct '19


Moms pasti sering mendengar istilah dermatitis. Istilah ini sering kali dikaitkan dengan kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan munculnya ruam bengkak kemerahan pada kulit. Kondisi tersebut tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan bayi. Menurut dr. Tania Savitri, dermatitis adalah salah satu peradangan kulit yang sering muncul pada anak. Ada sekitar 15-20 persen anak terserang kondisi ini.

Seseorang yang mengalami peradangan kulit biasanya merasa tidak nyaman. Selain gatal ringan, rasa gatal yang sangat parah pun bisa terjadi. Tak jarang pula kulit menjadi terasa perih akibat kondisi peradangan kulit ini.

Namun, perlu diketahui bahwa dermatitis memiliki beberapa jenis, ya, Moms. Pada bayi dan anak-anak, ada tiga jenis dermatitis yang sering terjadi diantaranya dermatitis atopik, kontak, dan seboroik. Apa perbedaannya dan bagaimana cara menanganinya?

Dermatitis Atopik (Eksim)

Dermatitis atopik sering juga disebut dengan istilah eksim atau eczema. Eksim biasanya muncul pada satu bagian kulit yang terasa sangat gatal, terutama di bagian kulit yang tertekuk seperti depan leher, lipatan siku maupun lipatan lutut. Gejala lain yang terlihat dari eksim adalah kulit terlihat merah, kasar, pecah-pecah, dan bersisik. Terkadang, ruam pada bagian kulit tersebut pun berair ketika tergores.

Eksim biasanya muncul pertama kali saat si Kecil masih bayi. Kondisi ini bisa kambuh beberapa kali ketika ia dewasa. Meski belum diketahui pasti penyebab eksim, ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan munculnya eksim diantaranya variasi gen, kesalahan pada sistem imun, adanya bakteri pada kulit, faktor lingkungan, memiliki keluarga yang terkena eksim, memiliki alergi dan asma, serta kulit kering.

Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak biasanya terjadi ketika kulit terpapar zat tertentu yang menyebabkan iritasi kulit atau alergi. Adapun gejala-gejala dermatitis kontak diantaranya munculnya ruam merah ataupun benjolan yang terasa gatal. Biasanya ada sensasi terbakar dan panas pada kulit yang terkena ruam. Selain itu, anak yang terkena dermatitis kontak juga biasanya memiliki lepuhan yang berisi air pada kulitnya.

Dermatitis kontak biasanya terjadi ketika kulit terpapar salah satu alergen. Misalnya karena terkena produk kosmetik, perhiasan, tanaman beracun, produk pembersih, detergen, zat pengawet pada sabun, lotion, krim anak dan lainnya. Terkadang, agak sulit untuk memastikan zat apa yang dapat membuat kulit si Kecil mengalami ruam. Agar bisa mengetahuinya dengan pasti, Moms dapat mengeceknya ke dokter.

Dermatitis Seboroik

Pada bayi, dermatitis seboroik biasa disebut dengan cradle cap karena umumnya lapisan kerak muncul di kepala. Dermatitis Seboroik ditandai dengan munculnya bercak kuning atau kecoklatan yang kering di area kulit yang tebal. Tidak hanya anak-anak dan bayi, orang dewasa pun bisa terkena jenis dermatitis ini.

Selain muncul di bagian kepala bayi, gejala dermatitis seboroik juga terkadang muncul di area kelopak mata, hidung, dan telinga. Lebih lanjut, kondisi ini juga bisa menyebabkan ruam popok bagi si Kecil.

Hingga saat ini, dokter belum bisa memastikan apa penyebab terjadinya dermatitis seboroik pada anak. Namun, penyakit ini berhubungan dengan kurangnya nutrisi pada anak, sistem imun yang lemah maupun tinggal di negara iklim yang panas dan dingin. Adapun beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya dermatitis seboroik diantaranya mengalami kondisi kesehatan tertentu seperti HIV atau sedang menjalani perawatan medis.

Bagaimana cara mengatasi dermatitis?

Baik dermatitis atopik, kontak, dan seboroik tidak bisa disembuhkan. Kondisi dermatitis ini bisa kembali muncul di masa yang akan datang. Meski demikian, Moms dapat melakukan perawatan pada si Kecil. Namun, sebelum Moms melakukan perawatan, pastikan terlebih dahulu jenis dermatitis apa yang dialami si Kecil dengan berkonsultasi ke dokter. Selain itu, Moms juga perlu mengetahui seberapa parah kondisi dermatitis pada si Kecil. Biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa alternatif pengobatan yang sesuai dengan tingkat keparahannya.

Untuk mengendalikan munculnya dermatitis, Moms juga wajib memerhatikan keadaan kulit si Kecil. Kulit yang kering bisa menjadi pemicu munculnya peradangan pada kulit. Agar terhindar dari kulit yang kering, gunakan krim bayi yang aman. Pastikan kandungannya bisa untuk merawat kulit yang terkena dermatitis dan tidak mengandung bahan yang dapat memicu terjadinya ruam.

Referensi: Hallo SehatHallo Sehat

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4761 NAÏF Care

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tetap Sehat Walau #DiRumahAja

Walaupun #dirumahaja, jangan lupa untuk memastikan Anda dan keluarga dalam keadaan sehat-sehat ya Moms and Dads.

Cara Yang Benar Dalam Menggunakan Minyak Telon Untuk Bayi

Penggunaan minyak telon tentu tidak asing lagi. Tapi tahukah Moms mengenai cara penggunaannya yang benar?

Manfaat Air Humidifier Pada Masa Pandemi COVID-19

Apa manfaat air humidifier untuk kesehatan? Mari pelajari bersama berikut ini.

Tips Mencegah DBD pada si Kecil

Selain Covid-19, Moms and Dads juga harus berwaspada terhadap bahaya demam berdarah. Simak tips berikut ini ya.

Tips Berjemur Dengan si Kecil

Berjemur adalah salah satu cara untuk mendapatkan vitamin D yang kita butuhkan. Simak tips berjemur yang aman berikut ini yuk.

Apa Itu Cradle Cap?

Apa sih cradle cap? Berbahayakah untuk si Kecil? Kita simak bersama berikut ini.

6 Tips Menjaga Kesehatan Si Kecil Selama Pandemi Virus Corona

Di tengah-tengah pandemi Covid-19, apa yang sebaiknya dilakukan agar kesehatan si Kecil tetap terjaga? Yuk simak berikut ini.

Purifier dan Humidifier, Apa Bedanya?

Moms pasti sering mendengar istilah Air Humidifier dan Air Purifier. Sebetulanya apa, sih, bedanya? Yuk simak berikut ini!

Tips Mengurangi Risiko Alergi pada Bayi dengan Humidifier

Unit cool mist humidifier menggunakan filter sumbu internal untuk menyerap air dari cadangannya.

Tips Mencegah Infeksi Virus dengan Purifier

Air purifier dapat menghilangkan mikroba-mikroba terkecil di udara.

4 Cara Menjaga Kebersihan Udara agar Terhindar dari Virus

Untuk memperlambat pertumbuhan mikroba jahat, pastikan kelembaban udara di rumah sekitar 30% hingga 50%.

Seberapa Pentingkah Humidifier Bagi Kesehatan Anak?

Humidifier dapat membantu menjaga kulit si Kecil tetap lembab saat dia menderita eksim.

Perbedaan Cod Liver Oil dan Minyak Ikan Biasa

Apa, sih, bedanya cod liver oil dengan minyak ikan biasa? Yuk cari tahu jawabannya di artikel ini!

Gerakan Yoga Untuk Anak

Mengajarkan yoga kepada anak-anak adalah hal terbaik yang bisa moms lakukan buat mereka.

Usir Stretch Marks? Begini Caranya!

Bagaimana, sih, cara mengusir stretch marks? Yuk simak caranya di sini!

Apa itu Dermatitis Atopik atau Eksim?

Dermatitis atopik adalah penyakit kulit kering, gatal, pecah-pecah yang meradang.

Skin Issue: Iritasi

Dr. Brown's menghadirkan Baby Wipes yang terbuat dari bahan alami, seperti Ekstrak Grapefruit.

Bahaya Ruangan Kering untuk Kesehatan si Kecil

AC memang membuat kita nyaman. Namun, AC juga bikin ruangan jadi kering. Bagaimana cara mengatasinya?

Amankah Membersihkan Kulit dengan Tisu Basah?

Dr. Brown's menghadirkan tisu basah yang aman untuk si Kecil karena terbuat dari bahan alami.

Ajarkan si Kecil Menjaga Kebersihan Mulutnya Sejak Dini

Dr. Brown’s infant to toddler toothbrush memiliki bulu sikat yang sangat lembut yang nyaman.