Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Dampak Negatif Bayi Diare Berkepanjangan

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  18 Jun '19


Diare tidak hanya menyerang orang dewasa saja namun juga bisa menyerang bayi berusia kurang dari satu tahun. Bayi yang terserang diare tentu akan mengalami gangguan pertumbuhan. Moms harus segera mengatasi gejala diare yang muncul karena apabila berkepanjangan dapat berakibat fatal bagi kesehatannya. Apabila si Kecil terserang diare dua kali dalam sebulan, Moms harus membawanya ke dokter dan terus berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah agar diare tidak muncul kembali.

Ada beberapa faktor pemicu bayi sering diare:

1. Mengonsumsi susu formula yang dibuat sudah lebih dari dua jam

Apabila susu formula yang diminum si Kecil sudah dibuat lebih dari dua jam yang lalu, dia bisa kembung dan kemudian diare.

2. Tidur tanpa ranjang

Si Kecil yang kerap tidur tanpa ranjang akan mudah diare karena merasa kedinginan.

Dampak Bayi Sering Diare

Penyakit diare tidak boleh dianggap remeh. Banyak efek negatif yang akan dialami si Kecil jika dia mengalami diare berkepanjangan. Berat badannya akan menurun drastis. Bayi berumur di bawah setahun akan mudah sekali turun berat badannya apabila mengalami diare lebih dari tiga hari. Jika sampai beratnya di bawah batas normal, si Kecil berisiko tinggi mengalami malnutrisi. Dia membutuhkan pendampingan dari ahli gizi agar berat badannya kembali normal.

Selanjutnya, diare berkepanjangan dapat menyebabkan dehidrasi. Bayi yang rentan dehidrasi akan mudah lemas bahkan hilang kesadaran. Oleh sebab itu, jagalah agar si Kecil yang diare tidak dehidrasi dengan terus memberikannya ASI usai bayi diare.

Dampak bayi diare berkepanjangan yang terakhir adalah stunting (postur tubuh pendek). Salah satu penyebab stunting adalah diare kronis lebih dari dua minggu. Sebagai informasi, diare akut hanya terjadi kurang dari tujuh hari atau tidak lebih dari 14 hari. Stunting karena diare dipicu oleh banyaknya cairan dan mikronutrien (misalnya seng) yang terbuang dari dalam tubuh. Saat mineral seng rusak, vili usus tidak bisa melakukan regenerasi sehingga dalam jangka panjang menyebabkan stunting.

Mencegah Bayi Diare

Ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah diare berulang pada bayi. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah jaga tubuh si Kecil agar selalu hangat terutama saat cuaca dingin karena perut kembung hanya akan membuatnya mudah terserang diare. Apabila si Kecil minum susu formula, jangan berikan sufor yang sudah dibuat lebih dari dua jam. Tidak hanya itu, hindari makanan dan minuman yang memicu alergi. Yang terakhir, jaga kesehatan tubuh Moms agar ASI yang Moms berikan kepada si Kecil tidak berisi bibit penyakit.

Sekali lagi, jangan anggap remeh diare berkepanjangan pada si Kecil. Lakukan tips-tips di atas agar si Kecil selalu terhindar dari bahaya negatif diare berkepanjangan.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

375 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Jangan Abaikan Payudara Sakit dan Keras Saat Menyusui, Bisa Jadi Ini Sebabnya!

Jangan Abaikan Payudara Sakit dan Keras Saat Menyusui, Bisa Jadi Ini Sebabnya!

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda