Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

MY STORY  |  PREGNANCY  |  03 Mar '20


Kejadian selama menghadapi kehamilan memang ada-ada saja, ya, Moms. Terkadang, peristiwa yang terjadi bahkan tak masuk akal. Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Padahal, Moms mungkin tidak mengalami ngidam sama sekali. Banyak suami mengalami ngidam ini, loh, Moms. Orang-orang menganggap ini hanyalah mitos belaka. Namun, ternyata, ini bukanlah sekadar mitos. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai couvade syndrome atau kehamilan simpatik. Yuk, simak apa itu couvade syndrome!

  1.     Penyebab

Penyebab couvade syndrome adalah stress yang tanpa sadar dialami oleh suami saat Moms hamil. Stres menyebabkan hormon testosteron menurun dan hormon esterogen meningkat bahkan pada pria. Beberapa pria mengalami peningkatan hormon prolaktin (hormon menyusui) saat istri mereka hamil. Karena ketidakseimbangan hormon inilah, mereka juga merasakan gejala seperti hamil.

  1.     Gejala

Suami yang mengalami couvade syndrome mengalami beragam gejala mirip hamil antara lain mual, muntah, kram perut bawah, selera makan berubah, pembengkakan bagian tubuh, kelelahan, cemas berlebih, stres, craving, mood swing, dll. Tingkat keparahan gejalanya berbeda-beda untuk setiap orang. Biasanya, pasangan yang pernah mengalami masalah kesuburan atau punya riwayat keguguran akan mengalami gejala yang lebih parah karena tingkat stress dan kecemasannya lebih tinggi.

  1.     Cara mengatasi

Sampai saat ini belum ada obat-obatan khusus untuk mengatasi couvade syndrome. Namun, ada beberapa tips yang bisa Moms dan Dads ikuti yaitu:

  • Komunikasi intens

Dengan membicarakan kekhawatiran masing-masing, ini akan mengurangi level stres Moms dan Dads. Bahkan, jika dirasa perlu , omunikasikan kekhawatiran kalian dengan sahabat atau para ahli.

  • Menerima dan menjalani dengan ikhlas couvade syndrome

Jika Dad bisa menerima dan menjalani fase ini dengan ikhlas, level stress akan menurun dan gejalanya tidak memburuk.

  • Menjaga kesehatan dan pola makan

Karena Dad bisa saja mengalami gangguan nafsu makan dan kesehatan saat couvade syndrome, jangan lupa selalu ingatkan Dad untuk istirahat cukup dan menjaga asupan nutrisi ke tubuh.

  • Belajar bersama seputar kehamilan

Jangan ragu untuk berbagi ilmu dengan Dad seputar kehamilan dan parenting, ya, Moms. Hal ini akan mengurangi stres dan ketegangan Dad menjelang kelahiran si Kecil.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

124 Anna Rosida

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?

Sounding ke Bayi, Mempermudah Persalinanku

Waktu 2 garis di test pack itu muncul, betapa bahagianya hati Saya dan Suami. Kami memang tidak menunda punya momongan dan diberikan kepercayaan [...]

My First Pregnancy Story (Part 1)

Saya menikah pada bulan Januari 2017 di usia 24 tahun. Sebelum menikah, saya tidak pernah melakukan Premarital Check-Up.

Galau Masalah KB? Berikut Pengalaman Pribadi Saya

Permasalahan KB buat para ibu yang baru melahirkan ini susah-susah gampang ya Moms.