Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ciri-Ciri Kolik dan Tips Mengatasinya

HEALTH TIPS  |  11 Nov '17

Sebelum saya bahas tentang kolik, saya cerita sedikit dulu kondisi Gavin waktu itu. Usia Gavin saat itu 3 minggu, dan sejak awal pulang dari RS, Gavin tidurnya selalu teratur. Kalau malam hanya bangun untuk minum susu sekali lalu tidur lagi. Tapi tiba-tiba suatu hari, setelah diminumkan susunya, Gavin ga tidur-tidur lagi. Saat itu sekitar jam 2 pagi. Di tepuk-tepuk, dinyanyiin, digendong, tetep ga tidur. Gelisah, trus minta gendong. Ujung-ujungnya tidur sekitar jam 5 pagi. Esok malamnya, kejadian ini terulang lagi, malah lebih parah, Gavin nangis terus menerus, dan tidak tidur-tidur selama 6 jam. 

Sambil menggedong Gavin, malam itu saya coba browsing kenapa bayi usia 3 minggu ga bisa tidur. Dan saya menemukan beberapa artikel mengenai kolik. Jadi paginya saya memutuskan untuk membawa Gavin ke dokter. Setelah diperiksa, prediksi saya pun terbukti. Dokter menyatakan kalau Gavin terkena kolik. 

Kolik adalah suatu kondisi ketika bayi terus menangis tanpa sebab yang jelas dan sulit dikendalikan. Bayi yang mengalami kolik biasanya menangis lebih dari 3 jam sehari selama setidaknya 3 hari seminggu dan berlangsung selama 3 minggu lebih. Kolik bukanlah suatu penyakit dan tidak menyebabkan bayi mengalami penyakit jangka panjang. Umumnya kolik terjadi pada beberapa minggu awal setelah bayi lahir dan akan berhenti setelah bayi berusia 4 bulan. Penyebab kolik secara pasti masih belum dapat diketahui. Diduga terdapat beberapa kemungkinan seperti gangguan pada saluran pencernaan, misalnya akibat mengejangnya otot di dinding usus atau ada udara dalam usus. Tapi, mungkin juga kolik terjadi karena bayi mengalami intoleransi laktosa alias alergi terhadap susu sapi / susu formula. Meski begitu, mekanisme spesifik penyebab terjadinya kolik sampai kini belum didapatkan bukti yang valid.

Tanda-tanda kolik pada bayi antara lain :

  • Menangis dengan kencang selama 2-3 jam, biasanya bayi mulai menangis 15 menit setelah disusui. Tangisan akan semakin parah di sore dan malam hari. 
  • Wajah kemerahan
  • Tangannya mengepal
  • Menarik-narik lutut ke arah dada
  • Melengkungkan punggung
  • Perutnya mengeras  

Meskipun penyebab kolik belum diketahui secara pasti, beberapa saran yang diberikan oleh DSA saya saat itu dapat membantu mengatasi kolik pada Gavin, yaitu :  

1. Memberikan Interlac Probiotic Drop 5 tetes sehari, dapat dicampurkan dalam ASIP / Sufor ataupun diminumkan langsung.
Interlac Probiotic Drop adalah suplemen makanan yang berisi Lactobasillus Reuteri Protectis yang telah disetujui dan diuji klinis sangat efektif dan aman untuk bayi dan anak-anak. Probiotik merupakan suplemen makanan sama seperti halnya vitamin dan mineral. WHO memberikan definisi mengenai probiotik sebagai mikroorganisme hidup dengan jumlah yang cukup dan lebih penting lagi mampu mendatangkan manfaat di dalam tubuh manusia. Namun untuk penggunaan Interlac ini, silahkan dikonsultasikan dengan DSA masing-masing yah, Moms.  

2. Melakukan pijat bayi / massage.
Karena saya belum berpengalaman melakukan pijat bayi ini, saya diberikan referensi untuk memanggil tenaga ahli ke rumah. Selanjutnya, saya kemudian diajarkan teknik-teknik dasar yang bisa saya lakukan sehari-hari kepada Gavin.  

3. Mengganti susu formula Gavin untuk sementara.
Saat itu Gavin kan sudah campur Sufor juga, jadi sebagai salah satu kemungkinan penyebab kolik yaitu alergi susu sapi, DSA menyarankan mengganti sufor-nya ke susu formula terhidrolisis atau cukup yang berlabel PHP (Protein ter-Hidrolisasi Parsial). Protein terhidrolisis parsial merupakan sebuah hasil dari teknologi yang memotong panjang rantai protein menjadi lebih pendek dan memperkecil ukuran massa molekul protein sehingga protein akan lebih mudah dicerna dan diterima oleh anak. Nanti kalau sudah membaik, bisa balik lagi menggunakan Sufor-nya yang biasa.

4. Pantang susu sapi dan dairy product lainnya.
Karena saat itu saya juga masih kasih ASI ke Gavin, maka saya juga diminta untuk sementara pantang susu sapi dan produk turunannya. Selain itu, saya juga menemukan panduan untuk Breastfeeding Anti-colic Diet dimana saya ikuti cukup lama juga pantangannya selama saya memberikan ASI ke Gavin.  

5. Memperhatikan pemberian ASIP atau sufor dengan menggunakan botol.
Jangan sampai posisi cairan dalam botol sudah habis tapi bayi masih menghisap dot sehingga akan menyebabkan banyaknya udara yang masuk yang dapat menyebabkan kembung.  

6. Menyendawakan bayi setelah bayi minum ASI atau Sufor.
Tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut agar dia bersendawa sehabis menyusu.  

7. Saat kolik terjadi, gendong bayi dan dekap bayi.
Lebih baik jika pakaian ibu dan bayi dibuka, lalu ibu mendekap bayi sambil menenangkannya karena sentuhan skin-to-skin adalah yang paling menenangkan dan menghangatkan bayi.  

Cara-cara yang diberikan oleh DSA tersebut sangat membantu saya dalam mengatasi kolik Gavin. Saya bersyukur kolik-nya hanya berlangsung semingguan saja. Paling penting adalah Mommies tidak perlu merasa bahwa ada yang salah dengan cara Anda menangani bayi. Saya awalnya juga sempat sedih dan stress kenapa Gavin bisa kolik, ditambah kondisi saat itu sedang cape-capenya dan kurang tidur, sampai-sampai saya menangis saat pulang dari dokter. Namun setelah berkonsultasi dan banyak membaca, ternyata kolik wajar terjadi pada bayi, sehingga saya lebih tenang. Jadi jangan menyalahkan diri sendiri. Dan lebih penting lagi ada dukungan dari suami serta keluarga yang ada di dekat kita saat itu.

Semoga bermanfaat yah, Moms.

By: Valent Cindy 

2954 Valent Cindy

Comments

Related Stories