Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ciri Anak Sehat Tidak Dilihat dari Fisiknya Saja

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  24 Apr '19


Mungkin Moms salah satu dari kebanyakan orang tua yang sangat memperhatikan perkembangan sang buah hati. Dan Moms lakukan dengan cara melihat adanya ciri anak sehat dari segi fisik.

Memang itu cara yang paling mudah. Mengetahui bagus atau tidaknya perkembangan anak dari segi fisiknya.

Namun, banyak yang tidak sadar jika ada hal yang tak terlihat yang juga menjadi ciri dari anak yang sehat. Para ahli sering menyebutnya anak sehat dari segi mentalitasnya. Karena faktanya banyak anak yang terlihat secara fisik tapi tidak secara mental.

Maka dari itu, setelah Moms tahu apa saja ciri anak yang sehat dari segi fisik, selanjutnya Moms juga perlu tahu bagaimana tanda-tanda anak sehat dari sudut pandang mental.

Berikut merupakan tanda-tanda anak punya masalah mental:

Masalah mental ini tidak selalu berhubungan dengan autism. Ini perlu diperjelas karena kebanyakan orang awam berasumsi bahwa anak yang memiliki masalah mental itu artinya anak autis. Padahal tidak.

Kalau anak autis, tentu terlihat ciri-cirinya secara fisik. Tapi, ada masalah mental yang secara fisik anak terlihat sangat sehat.

  1. Mood Disorders
    Para ahli kesehatan menyebutnya dengan istilah mood disorder. Ini merupakan kondisi di mana anak lebih sering merasa murung, sedih, dan tertekan, daripada merasa aman, nyaman, dan bahagia. Para ahli mengatakan mood disorders merupakan masalah mental yang membuat anak mudah sekali memiliki perubahan mood. Akan tetapi, dari perubahan tersebut, lebih sering anak merasakan kesedihan daripada kebahagiaan.

  2. Behavior Changes
    Salah satu tanda anak sehat secara mental adalah berperilaku yang santun terhadap sesama. Ini hal yang wajar. Akan tetapi, ada anak yang merasa ingin sekali berkelahi dengan anak seusianya, bahkan orang yang lebih dewasa.Terkadang anak tersebut baik. Tapi, terkadang tiba-tiba menjadi nakal dan ingin sekali berkelahi dengan anak lain. Ini masalah mental yang kemudian para ahli perkembangan anak menyebutnya dengan istilah behavior changes. Jadi, pada intinya, anak yang memiliki masalah mental ini lebih sering merah-marah dan ingin bertengkar daripada berperilaku baik dengan sesama.

  3. Difficulty Concentrating
    Ciri-ciri anak sehat sangat mudah diketahui ketika anak sudah masuk sekolah. Ia fokus berada di kelas, mendengarkan penjelasan dari guru, dan melakukan apa yang seharusnya dikerjakan di kelas. Imbasnya, prestasinya pun baik. Setidaknya, anak bisa mengikuti pelajaran. Sebaliknya, anak yang dikatakan kurang sehat itu sulit melakukan konsentrasi. Performa di kelas pun kurang. Anak sering melamun sendiri atau mengerjakan hal lain diluar apa yang seharusnya dilakukan.

  4. Intense Feelings
    Ini merupakan kondisi mental di mana anak terlalu takut terhadap sesuatu. Dan ketakuatan itu berlebihan. Contohnya saja ketika ia berada di ruangan yang sebenarnya tidak terlalu gelap, lalu anak menjerit sebisa-bisanya. Bahkan membayangkan ada hantu di kamar tersebut. Itu disebut dengan intense feelings. Semoga saja tidak ada tanda-tanda tersebut yang muncul dari anak Moms.

Pahami Apa yang Menyebabkan Anak Mengalami Mental Illness!

Gangguan mental atau mental illness ternyata bukan disebabkan oleh hal yang berbahaya. Justru ini disebabkan oleh hal-hal yang sepele. Bahkan, kebiasaan kecil yang diterapkan oleh orang tua justru bisa memicu anak mengalami mental illness.

Contohnya saja sikap untuk selalu sempurna, atau yang sering disebut dengan perfectionist. Banyak orang tua yang menuntut anaknya untuk selalu menjadi yang terbaik. Harus sempurna di setiap hal.

Tentu itu hal yang bagus jika dijadikan motivasi. Tetapi akan menjadi buruk jika anak terlalu ditekan untuk menjadi sempurna di semua hal. Karena anak bisa mengalami apa yang disebut dengan anxiety disorder atau gangguan kecemasan.

Contoh lain adalah selalu memberikan larangan atau menakut-nakuti. Banyak orang tua yang sering menakut-nakuti si Kecil agar tidak melakukan sesuatu. Contohnya anak dilarang main di luar rumah karena nanti ada anjing galak atau ada sesuatu berbahaya.

Mungkin awalnya maksud orang tua baik. Yaitu agar anak mau mematuhi apa kata orang tua. Namun, ini bisa berimbas pada masalah lain, yaitu mood disorder. Anak mudah sekali berubah mood karena terbiasa mendengarkan kalimat larangan yang menakutkan dari orang tua.

Maka dari itu, pola asuh yang diterapkan oleh orang tua sangat menentukan perkembangan anak. Moms tidak boleh hanya fokus untuk perkembangan anak secara fisik. Secara mental juga harus dipantau. Karena ini juga menjadi salah satu dari ciri anak sehat, yaitu bagaimana perilaku anak setiap hari.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak menyadari hal ini. Mereka merasa sudah memberikan yang terbaik ketika mereka sudah menyediakan makanan yang terbaik, susu yang terbaik, dan menyekolahkan di sekolah yang terfavorit.

Padahal itu saja tidak cukup. Justru yang paling penting adalah bagaimana Moms sebagai orang tua menerapkan pola asuh yang tepat. Karena ini yang mempengaruhi perkembangan mental anak. Dan ini akan membekas hingga anak dewasa nanti.

Jadi, Moms tidak hanya lihat ciri anak sehat dari segi fisiknya saja. Coba Moms perhatikan lagi bagaimana anak bertingkah laku. Bagaimana ia berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama. Perhatikan juga bagaimana jika anak mendapatkan masalah dan apa yang ia lakukan. Bagaimana juga jika ia marah dan kecewa. Apa respon yang ia lakukan.

Dari sinilah Moms bisa melihat bagaimana perkembangan mental anak yang juga menentukan bagaimana kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat.

By: Kinari Ghranesia

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2579 Kinari Ghranesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Dampak Positif Tantrum pada si Kecil

Tantrum ada manfaatnya? Benarkah demikian? Yuk simak yang berikut ini.

Cara Stimulasi Agar Anak Cepat Berjalan

Bagaimana caranya untuk menstimulasi si Kecil agar cepat berjalan? Yuk simak cerita berikut ini!

Manfaat Berenang Untuk si Kecil

Moms, udah kangen ajak si Kecil berenang? Sabar ya, tunggu pandemi berakhir. Simak manfaat berenang berikut ini yuk!

Beberapa Ide Bermain Saat Social Distancing

Saat social distancing seperti sekarang ini, ajak si Kecil germain yuk Moms and Dads!

Tertarik Menyekolahkan Anak di Sekolah Alam? Ini Plus Minusnya!

Sekolah alam tentunya berbeda dengan sekolah formal, mulai dari kurikulum, suasana hingga metode pembelajarannya.

Plus Minus Menggunakan White Noise

Tingkah laku si Kecil memang unik-unik ya, Moms? Kadang mengundang gelak tawa, tapi terkadang juga membuat jengkel.

Apa sih Pengaruh Seorang Ayah terhadap Anak?

Bagi semua orang, merawat anak selalu menjadi tanggung jawab bagi para ibu, karena mereka semua berpikir bahwa laki-laki bekerja mencari nafkah [...]

Tips Mengenalkan Alphabet pada Anak

Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengenalkan anak pada alphabet dengan cara. Apa saja itu?

Mengajarkan Kedisiplinan Tidur pada Anak

Adakah cara bagaimana agar anak bisa tidur tenang semalaman dan mungkin bisa tidur dan bangun teratur di jam yang sama?

Bermain dengan Stiker Banyak Manfaatnya Lho

Stiker itu bisa jadi alat bermain dan belajar yang menyenangkan dengan anak-anak lho. Apa saja manfaatnya?

Amankah Batita Bermain Pasir?

Apa hal positif dan risiko membiarkan anak bermain pasir?

Kemandirian Anak Muncul Melalui Metode Montessori

Telah banyak yang mengetahui bahwa metode belajar montessori memiliki beragam banyak manfaat bagi anak.

Main di Rumah VS Main di Luar Rumah

Moms kelompok mana? Suka si Kecil main di dalam rumah atau di luar rumah? Yuk simak cerita Mom Fiko berikut ini

Tips agar Anak Bisa Anteng Saat Bermain atau Dibacakan Buku

Moms si Kecil susah sekali duduk anteng saat main dan membaca? Yuk simak tips ala Mom Wahyu untuk mengatasinya

Komunikasi dengan si Bayi Yuk!

Walau belum bisa bicara & mengerti apa yang kita bicarakan, tapi bayi sudah bisa diajak berkomunikasi lho.

Pentingnya Sosialisasi pada Tumbuh Kembang Anak

Penting bagi anak untuk belajar bersosialisasi agar ia mulai belajar memikirkan orang lain selain diri sendiri.

Simak dan Pelajari Cara agar Bayi Tidak Rewel Waktu Mau Tidur

Mengapa si Kecil menjadi rewel setiap kali waktunya tidur dan bagaimana cara mengatasinya?

Montessori Play: DIY Membuat Playdough di Rumah

Metode Montessori bisa Moms terapkan di rumah lho, dengan membuat DIY Playdough untuk si Kecil.

Perlukah Memakai Pagar Bayi?

Baby fence lagi happening banget ya Moms. Tapi, sebenarnya seberapa perlu sih penggunaan pagar bayi ini?

Mengenalkan Berenang Sejak Dini

Berenang sejak dini banyak sekali manfaatnya lho Moms, bukan hanya untuk anak tapi untuk orangtua juga