Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ceritaku Saat Melahirkan Dengan Metode Gentle Birth

MY STORY  |  PREGNANCY  |  27 Jul '19


6 desember 2017 adalah hari yang sangat istimewa. Karena, pada hari itu saya di nyatakan positif hamil setelah penantian selama 9 bulan lamanya. Ketika itu usia kehamilan saya sudah memasuki 6 week. Hari demi hari saya lewati, meski tak mudah tapi saya terus berjuang demi sang buah hati.

Selama hamil, saya banyak membaca dan menonton cara cara melahirkan di youtube, tujuan nya agar saya punya sedikit gambaran saat saya melahirkan nanti. Selain itu saya juga banyak sharing dengan teman teman yang sudah lebih dahulu melahirkan. Akhirnya, saya bertekad jika, kelak saya ingin melahirkan dengan metode gentle birth. Gentle birth sendiri adalah proses persalinan yang tenang, penuh kelembutan, dan memanfaatkan semua unsur alami yang ada di dalam tubuh seorang manusia, sehingga metode ini membuat seseorang nyaman dan minim trauma.

Namun, kenyataan terkadang tak sesuai dengan rencana, di usia kehamilan ke 38 week keluarlah flek darah dari vagina diiringi kontraksi palsu. Lalu saya pergi ke rumah sakit, dan dokter melakukan vaginal toucher. Tak lama, dokter mengatakan bahwa sudah ada pembukaan 1. Namun saya masih di perbolehkan pulang karena belum ada tanda tanda saya akan segera melahirkan dan menurut dokter belum waktunya saya melahirkan. Tak lupa juga dokter melakukan usg untuk melihat perkembangan dan posisi bayi yang ada di dalam rahim saya.

Mengenai posisi, dokter mengatakan semuanya sudah baik, namun dokter menyarankan agar saya diet karbo dan gula karena ternyata di usia kehamilan yang ke 38 week ini, perkiraan berat badan bayi saya sudah mencapai angka 3,8kg. Dokter mengatakan jika berat badan bayi saya masih naik hingga HPL tiba, terpaksa saya harus menempuh operasi caesar.

Sepulangnya dari rumah sakit, saya mengalami kecemasan yang luar biasa, mengingat saya tidak mau jika saya harus melahirkan secara caesar. Saya terus berdo'a dan berharap agar saya bisa melahirkan secara normal, saya meyakinkan dan mensugesti diri sendiri bahwa saya mampu melahirkan secara normal. Saya juga terus mengajak bicara dan memberi afirmasi positif pada bayi yang ada di dalam kandungan saya agar dia juga kuat dan mampu berjuang bersama dengan saya. Tak lupa juga saya berusaha mencari cara bagaimana agar saya bisa melahirkan secara normal.

Hingga seminggu berlalu akhirnya saya dipertemukan dengan seorang bidan yang sangat pro dengan kelahiran normal, beliau juga sangat antusias ketika saya mengutarakan keinginan saya untuk melahirkan dengan metode gentle birth. Saya pun lantas berkonsultasi dan beliau akhirnya mewawancarai saya mengenai apa saja yang saya lakukan selama masa kehamilan, tak lupa juga beliau menjelaskan secara detail tentang metode melahirkan secara gentle birth dan beliau juga menanyakan mengenai kesiapan mental saya.

Setelah melalui proses pemeriksaan, kami sepakat untuk melakukan metode gentle birth. Ketika itu bidan menyatakan bahwa saya masih di pembukaan 1, bidan terus menyemangati saya agar saya yakin dan kuat untuk menjalankan metode gentle birth ini, hingga akhirnya HPL pun tiba dan gelombang cinta pun mulai muncul.

Pukul 4 pagi saya mulai merasakan kontraksi, semakin lama semakin intens. Pukul 12.30 akhirnya keluarga saya menghubungi bidan, dan bidan menghampiri saya lalu melakukan vaginal toucher, namun pada saat itu masih tetap di pembukaan 1. Bidan terus berusaha untuk menyemangati sambil mengarahkan saya. Pada pukul 14.30 rasa ingin mengejan mulai muncul, lalu bidan melakukan vaginal toucher lagi dan pembukaan mulai naik ke 4.

Saat itu saya belum diperbolehkan mengejan karena pembukaan belum sempurna. Bidan terus menenangkan dan membantu saya rileks. Pukul 15.00 ketuban akhirnya pecah dan pembukaan sudah lengkap. Perjuangan pun di mulai, sampai pada pukul 16.10 lahirlah seorang bayi berjenis kelamin laki laki dengan berat 4kg dan panjang 49cm, dia lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun.

Betapa bahagia nya saya, rasa sakit dan lelah seakan terbayarkan ketika melihat dan mendengar tangisan bayi yang selama ini hanya ada di dalam rahim saya. Saya sangat bersyukur karena dengan kekuatan do'a dan tekad saya, akhirnya saya berhasil melahirkan dengan metode yang saya ingingkan selama ini yaitu gentle birth dan dalam keadaan perineum yang utuh, tanpa ada robekan dan jahitan sedikitpun, meskipun bayi saya terlahir dengan bobot di atas rata rata. Saya yakin tak ada usaha yang mengkhianati hasil, selama kita yakin dan berusaha, pasti Allah akan memberikan jalan.

Untuk moms yang saat ini sedang hamil tetap semangat ya moms, berdayakan juga diri moms dengan mengikuti kelas yoga dll, karena hal tersebut sangat membantu moms untuk mengelola emosional agar moms selalu rileks, serta membuat moms dan bayi juga lebih sehat. Jangan lupa yakin dan berdo'a juga ya moms.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

321 Nurul Rismayanti

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?