Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ceritaku Mengatasi Bingung Puting pada Bayiku

BABY  |  FEEDING  |  MY STORY  |  01 Aug '19


Di hari pertama kelahirannya, bayiku diharuskan untuk masuk ruang PERINA karena mengalami Transient Tachypnea of Newborn (TTN). TTN sendiri adalah masalah pernapasan ringan pada bayi baru lahir. Singkat cerita, bayiku diharuskan untuk berpuasa selama 2 hari, karena isi lambungnya harus dikosongkan. Saat berkunjung ke ruang PERINA, di hari kedua aku melihat bayiku diberikan pacifier (empeng) yang ditempelkan dengan plester ke mulutnya, dengan alasan bayiku terus menangis dan suster kasihan jika tenggorokannya kering dan jadi haus. Karena waktu itu pengetahuanku masih sangat minim, aku biarkan bayiku dengan pacifier-nya.

Di hari kedua, aku sudah diperbolehkan pulang. Namun bayiku masih harus diobservasi. Oleh karena itu, aku terus memompa dan mengirim ASIP-ku untuk nanti diberikan jika bayiku sudah tidak perlu berpuasa.

Hari ketiga, bayiku sudah boleh disusui. Di sini aku kembali membuat kesalahan. Aku memberikan ASIP-ku dengan botol. Bayiku menyusu dengan mudahnya, sampai ASIP yang di botol habis. Senang rasanya waktu itu melihat bayiku meminum ASI meski tidak langsung dari payudaraku.

Esoknya, aku diperbolehkan latihan menyusui oleh tim suster. Dengan semangat aku mencoba menyusui bayiku. Tapi dia terus menerus tidur, dengan posisi putingku di dalam mulutnya, namun tidak diisap. Karena berulang kali dibangunkan bayiku tetap kembali tidur, aku kembalikan ia ke inkubatornya.

Di hari kelima, bayiku sudah boleh dibawa pulang. Mulailah aku menyusui langsung bayiku. Di saat itu, aku merasa ada yang aneh. Bayiku selalu kesusahan untuk menemukan putingku, terlebih lagi di payudara yang kanan. Bayiku terus menangis dan meronta ronta mencari putingku karena kehausan, namun sepertinya sangat sulit baginya untuk menemukan putingku.

Ketika sudah dapat menemukan putingku, sulit juga baginya untuk menemukan pelekatan yang sempurna. Sering kali ia melepas kembali putingku sambil menangis. Sampai wajahnya tersembur ASI dari payudaraku. Hal ini aku alami terus menerus setiap harinya sampai hampir 2 minggu. Untungnya, terkadang bayiku lebih tenang menyusu di malam hari saat ia sedang mengantuk dan keadaan sekitar tenang dan redup cahaya.

Akhirnya aku menemui konsultan laktasi untuk berkonsultasi tentang permasalahan menyusuiku. Benar saja, bayiku tidak mengenali putingku (alias bingung puting) akibat terlalu dini dikenalkan kepada dot dan pacifier. Menurut konsultan laktasiku, bayi butuh paling tidak 4-6 minggu untuk dapat benar-benar mengenali puting ibunya, sebelum diperkenalkan ke dot atau pacifier. Saat itu aku benar-benar khawatir, karena aku harus kembali bekerja saat bayiku berusia 6 minggu. Berarti, bayiku hanya dapat beradaptasi dengan putingku sampai di minggu ke-4 saja sebelum ia harus belajar menggunakan dot lagi.

Menolak untuk berputus asa, aku ikuti semua saran konsultan laktasiku untuk menangani bingung puting pada bayiku:

  • Sesering mungkin menawarkan payudara kepada bayi, terlebih lagi saat bayi belum terlalu haus atau lapar. Karena semakin haus dan lapar bayi, semakin ia tidak sabar dan frustrasi jika tidak menemukan puting. Hal ini juga berlaku dengan membangunkan bayiku yang sedang tidur pulas setiap dua jam sekali.
  • Jauhkan bayi dari dot dan pacifier sebelum paling tidak usianya 1 bulan. Jika memang harus menggunakan media lain untuk pemberian ASIP saat proses ini, gunakan pipet/ sendok ataupun cup feeder. Moms juga bisa mencoba menyusui dengan menggunakan nipple shield
  • Latih bayi untuk melakukan pelekatan yang baik. Biarkan mulutnya terbuka lebar dan masukkan puting dan areola ke dalam mulutnya. Jika pelekatan belum sempurna, keluarkan puting secara perlahan dan coba masukkan kembali ke mulut bayi
  • Tingkatkan skin-to-skin dengan bayi. Aku lebih sering menggendong bayiku, serta menyusui bayiku saat ia hanya memakai popok dan aku hanya memakai pakaian dalam.
  • Susui bayi dalam ruangan yang tenang, serta gunakan lampu yang tidak terlalu terang.

Tidak lama setelah dengan konsisten menerapkan tips-tips tersebut, bayiku sudah dapat menyusu di kedua payudaraku dengan baik. Ditandai dengan kemampuannya menemukan puting, melakukan pelekatan yang baik (tidak membuat puting Moms perih atau lecet) serta kenaikan berat badan yang sesuai.

Mulai dari minggu ke-5, aku melatih bayiku minum ASIP dari dot karena aku harus bekerja. Prosesnya pun tidak semudah itu, bayiku sempat menolak minum dari dot bahkan tersedak. Untungnya, aku menemukan Tommee Tippee, dot yang cocok dengan bayiku dan menyerupai payudara ibu. Tidak lupa juga setiap bersama bayiku, aku full direct breastfeeding (DBF). Sampai saat ini bayiku tetap dapat DBF dan minum dari dot dengan baik.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

760 Jasmine Karissa

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

ASI Booster Membantu Memenuhi Gizi Ibu dan Bayi saat Masa Menyusui

Selama 6 bulan pertama masa menyusui Rubi, saya rutin mengkonsumsi ASI Booster.

Daun Katuk, Pilihan ASI Booster yang Tepat

Ibu menyusui yang mengonsumsi ekstrak daun katuk dapat meningkatkan produksi ASI 50.7% lebih banyak.

Hindari Kolik pada Anak dengan Menggunakan Botol Susu Anti Kolik

Apa saja keunggulan botol susu anti kolik dan bagaimana cara memilih botol susu yang tepat

Empat Manfaat Penting Minum Susu Pakai Botol Anti Kolik

Memilih botol susu itu harus jeli, ga bisa sembarangan! Kalau asal beli, jangan kaget jika si Kecil menangis terus.

Istimewanya Botol Susu Anti Kolik Dibanding Botol Susu Biasa

Siapa yang nggak kenal dengan botol susu anti kolik? Mungkin hampir semua mama di Babyo tahu botol susu khusus ini.

Botol Susu Anti Kolik dengan Manfaat Ganda untuk si Kecil

Ada beberapa manfaat yang saya rasakan ketika menggunakan botol susu anti kolik sebagai media minum ASIP/Sufor si Kecil

Nyaman Menyusui dengan Botol Susu Anti Kolik

Memilih botol susu bayi merupakan hal yang sangat tricky karena jika kita salah memilih, akan mengganggu kesehatannya.

Manfaat Luar Biasa dari Botol Susu Anti Kolik

Mungkin ada yang beranggapan semua botol susu itu sama saja, tapi sebenarnya kenyataan tidak.

Efek Botol Susu Anti Kolik pada Kolik Anakku

Ketika anakku umur 3 minggu, entah kenapa tiap malem itu selalu nangis, jadi tiap malem selalu gendong.

Manfaat Botol Susu Anti Kolik yang Tidak Dijumpai pada Botol Susu Biasa

Botol susu merupakan salah satu alat penunjang kebutuhan bayi, maka jangan sampai sembarangan memilih ya Moms.

Ternyata Botol Susu Anti Kolik Lebih Baik dari Botol Susu Biasa!

Pada kelahiran putri pertama saya, saya memang menyiapkan botol susu buat berjaga-jaga apabila ASI tidak keluar.

Keunggulan Botol Susu Anti Kolik, Bayi Nyaman Ibu pun Tenang

Saat awal masa-masa menyusui saya tidak bisa menyusui secara langsung karena masalah medis yang saya alami.

Botol Susu Anti Kolik, Tidak Hanya Sekedar Atasi Kolik

Saya mau sharing salah satu botol susu andalan saya dan keluarga, yaitu botol susu anti kolik.

Seberapa Penting Botol Susu Anti Kolik untuk Bayi?

Ternyata pemilihan botol susu yang tidak tepat pun dapat menjadi salah satu penyebab si Kecil kolik loh Moms.

Mengenal Botol Susu Anti Kolik

Bagi sebagian Moms yang baru menjadi mama, istilah botol susu anti kolik mungkin masih terdengar asing.

Botol Susu Anti Kolik, Pilihan Tepat untuk Anakku

Sebagai orang tua, kita tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak, memperhatikan kesehatan & tumbuh kembangnya

Botol Susu Anti Kolik vs Botol Susu Biasa

Sampai saat ini, botol susu masih menjadi alternatif para Moms dalam memberikan ASIP ke bayi. Mengapa?

Manfaat Menggunakan Botol Susu Anti Kolik untuk Si Kecil

Kolik menjadi salah satu masalah perut yang harus dihindari karena itu menyakitkan bagi bayi.

Solusi Cerdas Ibu Eping Atasi Drama Kolik

Patah hati rasanya ketika harus menerima kenyataan tidak dapat menyusui buah hati pertama secara langsung.

Atasi Kolik si Kecil dengan Botol Susu yang Tepat

Sebelum saya mengetahui ada botol susu yang mengklaim anti kolik, saya asal saja memakai botol susu.