Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cegah Bayi Cacat Dengan Vaksin Rubella

HEALTH TIPS  |  13 Mar '18


Rubella atau campak jerman dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa, termasuk ibu hamil. Apabila penyakit ini menyerang anak-anak dan masih dalam tingkat yang ringan, maka penyembuhan masih dapat diatasi dengan mengonsumsi obat dan penyakit ini akan sembuh dalam hitungan minggu. Namun, hal berbeda akan terjadi jika virus ini menyerang ibu hamil.

Ketika ibu hamil terkena penyakit rubella pada trimester pertama, maka peluang untuk melahirkan bayi yang cacat meningkat hingga 85%. Alhasil, janin sangat rawan mengalami kelainan seperti tuli, katarak mata, cacat jantung dan otak, bahkan kematian. Oleh karena itu, Moms wajib mencegah penyakit ini, terutama ketika sedang hamil.

 

Berikut adalah gejala umum Rubella:

  1. Demam.
  2. Nyeri kepala, hidung berair/tersumbat.
  3. Muncul bercak merah (mulai dari belakang telinga, wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh).
  4. Pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher.
  5. Nafsu makan menurun.

 

Karena Rubella sangat berbahaya, maka bayi, anak-anak, serta wanita yang berencana untuk hamil diwajibkan mendapatkan vaksin rubella untuk mencegah penyakit ini. CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat merekomendasikan wanita yang akan hamil untuk mendapatkan suntikan rubella agar kekebalan tubuhnya kuat melawan virus, vaksinasi harus dilakukan satu bulan sebelum kehamilan. Vaksin rubella dapat mengurangi hingga 95% kemungkinan tertularnya penyakit campak dan rubella. Selain itu, Moms juga harus mencegah adanya kontak air liur (dengan menggunakan masker dan tidak memakai alat makan umum) serta menjaga kebersihan.

Jika Vaksin “harus” dilakukan sebulan sebelum hamil, bagaimana dengan wanita yang sudah memasuki periode kehamilan? Sayangnya, vaksin hanya akan diberikan kepada wanita yang merencanakan kehamilan. Hal ini disebabkan karena vaksin ini terdiri dari virus aktif yang dapat menyebabkan kalainan pada janin jika diberikan pada ibu hamil. Jadi, apabila Moms sudah hamil, maka Moms tidak diperbolehkan untuk vaksin, melainkan wajib menghindari dan mencegah terjangkit dengan penyakit rubella.

Di Indonesia sendiri, vaksin untuk mencegah rubella disebut MMR (Mumps Measles Rubella), merupakan campuran dari tiga jenis virus yang dilemahkan guna melawan campak (measles), gondongan (mumps) dan Rubella (campak jerman). Deman ringan, ruam, bengkak dan nyeri di area suntikan merupakan hal yang umum terjadi seusai suntikan vaksin. Jadi Moms, tidak perlu merasa khawatir.

 

Semoga bermanfaat.

By: S. S.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2102 S. S.

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.