Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cegah Baby Blues dengan Mempersiapkan the Fourth Trimester

MY STORY  |  PREGNANCY  |  07 Sep '19


Sejak hamil muda, saya sering sekali mendengar istilah Baby Blues. Tidak hanya itu, beberapa teman pun mengalaminya, bahkan beberapa yang tidak langsung ditolong, kondisinya semakin parah sehingga sampai terjadi Post Partum Depression (PPD).

Gangguan emosi yang sering terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan ini, sebetulnya bisa dicegah dengan mempersiapkan hal-hal yang kiranya berpeluang membuat kita merasa cemas dan cenderung kurang yakin pada kemampuan kita menjalani peran baru sebagai seorang ibu.

Berdasarkan pengalaman saya, beberapa persiapan menghadapi The Fourth Trimester (3 bulan pertama sejak bayi lahir) yang saya lakukan sejak hamil ini cukup efektif mengurangi kemungkinan baby blues. Hingga saat ini anak saya berusia 10 bulan, tentunya dengan dukungan dari support system terdekat yaitu suami dan orangtua, sangat amat bersyukur upaya saya berhasil sehingga baby blues tidak saya rasakan.

Terkadang, beberapa dari calon ibu terlalu fokus pada harapan untuk bersalin nyaman, minim trauma, dan ramah jiwa. Sampai akhirnya, hal-hal yang terjadi pasca persalinan kurang dikuasai dan berpotensi membuat ibu menjadi sedih, merasa kurang pantas menjadi ibu, dan lain sebagainya yang bisa memicu terjadinya baby blues.

Berikut adalah hal yang bisa dilakukan sejak saat hamil untuk mencegah baby blues:

1. Mengikuti kelas laktasi/berkunjung ke konselor laktasi

Menurut rekomendasi WHO, datang ke konselor laktasi atau ikut kelas laktasi disarankan untuk dilakukan di usia kehamilan 28 weeks dan 36 weeks. Dengan mempersiapkan proses menyusui, ibu akan lebih teredukasi dan lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya kendala dalam menyusui.

2. Mengikuti kelas menggendong (babywearing class) dengan konsultan menggendong tersertifikasi

Menggendong adalah salah satu upaya membuat bayi lebih tenang karena berada dalam dekapan ibu. Manfaat lainnya, menggendong bisa meningkatkan bonding antara ibu dan bayi. Dalam kondisi tertentu yang membuat bayi menjadi lebih cranky, clingy, dan sering menangis (biasanya disebabkan karena growth spurt atau wonderweeks), menggendong cukup efektif membuat ibu tetap bisa beraktivitas dengan bayi tetap dalam gendongan. Mengikuti kelas menggendong dengan konsultan gendong tersertifikasi agar pekerjaan kita terasa semakin ringan dan mudah, sangat mampu membuat suasana hati ibu lebih baik sehingga tidak sampai terjadi baby blues.

3. Mengikuti kelas merawat newborn baby

Siapa bilang merawat newborn baby itu mudah? Big no, Moms. Merawat newborn baby itu cukup tricky. Setidaknya untuk saya dan suami. Untuk itu, kami memutuskan mengikuti kelas newborn care agar lebih terampil merawat anak dan tidak merepotkan orangtua. Di samping itu, beberapa alasan lain yang mendorong kami mempelajari caranya saat hamil adalah, karena kami sadar, kami tidak akan mampu menyerap ‘pelajaran’ keterampilan merawat newborn baby yang akan diajarkan oleh tenaga kesehatan di tempat kita bersalin di saat fisik masih recover setelah melahirkan. Sementara, jika kita belajar terlebih dahulu saat hamil dan otak sedang dalam kondisi siap menerima hal baru, apa yang kita pelajari akan lebih mudah diserap oleh pikiran kita. Biasanya, selain diajarkan memandikan bayi, diajarkan pula cara merawat tali pusat, cara memijat, membedong bayi, bahkan diluruskan beberapa pendapat yang ternyata hanya mitos.

4. Mengikuti kelas persiapan persalinan (Childbirth Education)

Agar semakin lengkap dan semakin siap menghadapi kehadiran buah hati, ada baiknya jika kita calon orangtua mengikuti kelas persiapan persalinan yang holistik. Sehingga dengan lebih siap menghadapi proses bersalin dan post partum, diharapkan tidak terjadi baby blues karena merasa kurang percaya dengan skill kita sebagai ibu/ayah.

5. Asertif dengan support system kita

Sejak hamil, bicarakan dengan pasangan, pola parenting seperti apa yang akan dilakukan kelak, dukungan apa yang kita rasa butuhkan saat bersalin dan mengurus anak, dan lain sebagainya. Sampaikan semua yang Moms butuhkan pada pasangan dan bahkan keluarga terdekat agar bisa tercipta lingkungan support system yang sehat. Dengan kondisi seperti ini, kita sebagai ibu akan merasa lebih kuat karena dikelilingi pasangan dan keluarga yang mendukung penuh.

Demikian beberapa upaya saya mempersiapkan The Fourth Trimester agar memperkecil peluang terjadinya baby blues. Semoga membantu ya, Moms!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

237 Dita Anindia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Segudang Manfaat Minyak Ikan Kod untuk Ibu Hamil

Seperti yang kita tahu bahwa ibu hamil sangat butuh banyak nutrisi, baik dari makanan maupun konsumsi vitamin.

Beragam Manfaat Cod Liver Oil untuk Ibu Hamil dan Calon Buah Hati

Para bumil, jangan lupa untuk mengonsumsi Cod Liver Oil, minyak ikan yang berasa dari hati ikan kod.

Mengenal Jenis Pil KB Agar Tak Salah Pilih

Hingga kini pil KB masih menjadi metode kontrasepsi andalan para wanita untuk mencegah kehamilan

Belum Pengalaman Memakai Pil KB? Simak Pengalamanku Yuk Moms

Saat memutuskan memakai kontrasepsi berupa pil KB baiknya kita mengetahui jenis apa yang kita butuhkan

Pilihan Kontrasepsi Oral untuk Busui

Problem klasik yang dihadapi sebagian besar wanita adalah penggunaan kontrasepsi.

Pemilihan Pil KB Harus Tepat ya!

Salah satu alat kontrasepsi yang sering digunakan adalah Pil KB ya Moms.

Memilih Jenis Pil KB yang Tepat sebelum Menggunakannya

Pasca melahirkan wanita pasti akan mulai berpikir untuk memilih KB yang tepat untuk dipakai.

Busui Baiknya Pilih Pil KB Kombinasi atau Laktasi ya?

Setelah melahirkan, beberapa ibu terkadang merasa dilema memilih metode KB yang tepat untuk merencanakan kehamilan.

Manakah yang Aman untuk Ibu Menyusui: Pil KB Kombinasi atau Laktasi?

Setiap orang tua pasti sudah punya planning atau rencana kedepan terutama menyangkut keluarga.

Pilihan Kontrasepsi yang Tepat untuk Ibu Menyusui

Haii moms masih bingung menentukan pilihan alat kontrasepsi yang tepat?

Mengetahui Perbedaan antara Pil KB Kombinasi dan Laktasi

Seperti yang kita semua ketahui, kontrasepsi adalah metode untuk mencegah kehamilan.

Pilih Mana Ya: Pil Kombinasi atau Pil Laktasi?

Dari awal melahirkan saya dan suami sepakat untuk menunda jarak kehamilan berikutnya.

Pil KB yang Aman bagi Ibu Menyusui

Hai Moms, apakah Moms sedang dalam masa menyusui dan sudah mengalami menstruasi ?

Mana yang Harus Kugunakan? Pil KB Kombinasi atau Pil KB Laktasi

Moms sudah tahukah apa perbedaan dari pil KB kombinasi dengan pil KB laktasi?

Ibu Menyusui, Pilih Pil KB Kombinasi atau Pil KB Laktasi?

Dilema ibu setelah melahirkan adalah menentukan KB yang tepat

Ketahui Manfaat Pil KB Laktasi dan Pil KB Kombinasi

Penggunaan pil KB masih menjadi alternatif bagi sebagian Moms. Mengapa?

Ternyata Baby Brain Itu Nyata!

Pernahkah Moms merasa sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan sering linglung? Toss! Kita sama kalau begitu.

Ini Karena Baby Brain, Bukan Karma!

Saat kehamilan pertama pun saya merasakan penurunan daya ingat yang cukup drastis.

Baby Brain Cukup Fatal Bagiku

Bicara tentang Baby brain yang memang sebenarnya baru saya kenal. Dan ternyata saya juga mengalaminya

Baby Brain, Aku Tak Sadar Aku Pernah Mengalaminya

Baby brain? Siapa yang baru dengar istilah ini? Aku salah satunya dan aku juga barus adar aku pernah mengalaminya