Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Menyimpan Bahan MPASI

REVIEWS  |  02 Oct '17


Ini adalah cara saya dalam menyimpan bahan-bahan mpasi Gavin. Mungkin bisa tepat, bisa juga kurang tepat yah, yang jelas selama ini dengan cara-cara seperti ini bahan makanan Gavin selalu terjaga dengan baik, ga busuk, ga layu, ga jamuran. Tapi sebelumnya saya perlu info dulu bahwa biasanya saya belanja bahan makanan Gavin itu seminggu sekali, jadi bahan-bahan makanan ini pun hanya saya simpan selama 1 minggu alias 7 hari, yah ada beberapa yang hari ke-8 ataupun ke-9 yang kadang masih saya gunakan, tapi rata-rata yah hanya 7 hari. 

Untuk penyimpanan bahan MPASI, saya bagi seperti ini :   

  • Sayur-sayuran hijau seperti Kale, Bayam, Brokoli, Caisim, Pokcoy
    Sepulangnya dari Supermarket, saya langsung taruh ke kulkas bagian bawah (Big Box) secara utuh (biasanya kalau beli di Supermarket, sayuran-sayuran ini sudah di-packing rapi). Jadi langsung saya masukkan ke kulkas beserta plastik packingan-nya. Keesokan harinya atau pada saat akan digunakan, saya petik-petik semua daunnya (atau potong per kuntum kecil untuk brokoli), yang mau digunakan hari itu saya ambil sedikit untuk dicuci, sisanya semua saya masukkan ke dalam Ziplock. Kenapa ga langsung dicuci aja semua? Karena saya sudah pernah tes, setelah dicuci malah daunnya cepat layu, ujung-ujungnya saya buang. Jadi tanpa dicuci, lebih tahan lama. Pada saat mau pakai lagi, saya ambil sebagian, cuci, masak, sisanya tetap di Ziplock.  
  • Sayur-sayuran yang berbentuk satuan dan utuh seperti Labu Siam, Zucchini, Wortel, Tomat ataupun bahan makanan seperti Kentang
    Saya taruh di kulkas bagian bawah (Big Box) beserta dengan packingan-nya. Biasanya dalam 1 packing kan terdiri dari beberapa buah. Pada saat akan digunakan, buka packing, yang mau dipakai ambil 1 atau 2 buah, sisanya taruh ke Ziplock (atau tetap dalam plastik kemasannya kalau untuk kentang), masukkan kembali ke Big Box. Saya selalu usahakan untuk bahan makanan seperti ini, per buahnya kepakai semua per sekali masak. Jadi kalau labu siam saya biasa beli labu siam acar yang kecil-kecil sehingga pas masak yah tinggal ambil satu buah, pas, ga perlu simpan potongan sisanya. Kecuali, zucchini. Berhubung Zucchini kan gede, jadi biasa cuma terpakai 1/2 buah per sekali masak. Sisa setengah buahnya saya wrap dengan Cling Wrap, masukkan kembali ke Big Box.  
  • Butternut Pumpkin / Kabocha / Jenis Labu Lainnya
    Nah, untuk yang ini, saya selalu beli 1/2 buah yang sudah dibelah biasanya oleh pihak supermarket. Sepulangnya, taruh kulkas aja. Pas mau dipakai, dibelah sesuai kebutuhan, sisanya dimasukin ke Ziplock (dulunya saya wrapping, tapi pernah malah jadi berjamur, ternyata lebih awet kalau dicemplung langsung ke Ziplock). 
  • Kacang-kacangan seperti kacang jogo, buncis, edamame
    Buka packing, taruh ke Ziplock, saat akan digunakan ambil seperlunya saja. 
  • Tempe
    Ditaruh di Fresh Room karena bagian ini termasuk bagian kulkas yang paling dingin. Kalau ketemu tempe segitiga, saya lebih suka beli yang jenis ini karena bisa untuk sekali masak. Tapi kalau ketemunya tempe potongan besar, biasanya saya potong sesuai kebutuhan pas mau digunakan, sisanya bungkus lagi dengan daunnya, taruh kembali ke kulkas. Biasanya beli tempe seperti ini ada informasi expiry date-nya. Saya selalu gunakan maksimal sampai dengan satu hari sebelum Expire Date kalau masak untuk Gavin. 
  • Tahu Sutera
    Ini juga ada expiry date, tapi biasanya lama, bisa beberapa bulan. Saya ga pernah beli dan disimpan lama sih, jadi tetap hanya untuk kebutuhan seminggu. Pas baru beli, nyampe rumah, masukin Fresh Room. Pas mau dipakai, saya potong beberapa bagian sesuai dengan kebutuhan hariannya Gavin, lalu ambil wadah semacam Lock & Lock / Tupperware, isi air mineral di dalamnya, cemplungin bagian-bagian tahu yang belum terpakai, pastikan tahu terendam air seluruhnya, masukin kulkas. Dengan begini tahu sutera-nya ga pernah basi karena dulu pas pertama kali beli (tahu sutera bentuk kotak), ketika mau dipakai ternyata sudah basi, rasanya jadi asem banget. 
  • Protein hewani seperti daging sapi, daging ayam atau daging babi
    Beli secukupnya untuk kebutuhan 1 minggu. Sesampainya di rumah, cuci bersih daging dengan air mengalir lalu air mineral, lalu dicincang-cincang, bilas lagi dengan air mineral, kemudian dibentuk bulatan atau kepalan-kepalan kecil sesuai dengan kebutuhan hariannya (dari yang pernah saya baca, kebutuhan daging untuk bayi per hari sebesar kepalan tangannya, tidak termasuk jari-jarinya). Setelah itu, masukkan ke dalam Ziplock, satu kepal daging satu Ziplock, lalu masukkan ke dalam freezer. Pada saat akan digunakan tinggal dikeluarkan per plastik / per Ziplock aja sehingga kualitas daging yang lain tetap terjaga (ga keluar masuk freezer).   
  • Protein hewani seperti Ikan Gurame dan Ikan Salmon
    Pas beli, saya selalu langsung minta tolong petugas di Supermarket untuk potong menjadi 7 bagian (saya tunjukin dulu mau seberapa gede potongannya). Sesampainya di rumah, saya masukin ke Ziplock satu per satu untuk per sekali masak, tanpa dicuci, lalu masukkan ke freezer. Ketika akan digunakan, saya keluarkan dulu hingga mencair, baru kemudian dicuci bersih. 
  • Oats, Kacang Hijau, Kacang Merah / Adzuki Beans
    Tetap saya simpan dalam packingannya meskipun sudah dibuka, dikaretin aja, lalu simpan di kulkas. Gunanya simpan di kulkas supaya ga cepet jamuran dan apek.  

Nah, itu adalah cara saya dalam menyimpan bahan-bahan MPASI. Info ini saya dapatkan setelah bertanya ke teman-teman yang lebih ahli serta baca-baca beberapa referensi. Semoga bermanfaat.

By: Valent Cindy 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

24992 Valent Cindy

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Review Naif Baby Helping Hand Wash: Sabun Cuci Tangan Penyelamat Si Kecil Di Kala Pandemi

Yuk simak review Naif Babyo Helping Hand Wash dari Mom Risny berikut ini.

Review Bite Fighters : Lotion Anti Nyamuk Untuk Cegah DBD Pada si Kecil

Simak review Bite Fighers berikut ini yuk Moms and Dads.

Babyo Review Babybee Nursing Pillow

Bagi ibu, menyusui adalah salah satu masa yang paling indah bersama si Kecil. Selain dapat mencukupi

Review Zwitsal Baby Bottles & Utensils Cleaner

Simak review Zwitsal Baby Bottles & Utensils Cleaner berikut ini ya Moms!

Baby Wipes Penyelamat Iritasi yang Berguna di Saat Covid-19

Moms, yuk simak testimoni untuk baby wipes Dr. Brown's berikut ini.

Review: Lumba Playmat New Generation Bumper Bed

Moms and Dads, yuk simak review Lumba Playmat dari MamaUna berikut ini!

Review: Doona Liki Trike S3

Untuk BabyU yang belum bisa bersepeda, penting banget memilih sepeda yang punya fitur push bar.

Review Sudocrem Skincare Cream

Moms sudah pernah mendengar mengenai Sudocrem Skincare Cream? Yuk simak reviewnya berikut ini.

Babyo Review PRENAGEN esensis

PRENAGEN esensis adalah produk yang cocok untuk mempersiapkan kehamilan dan memenuhi nutrisi selama hamil.

Review Minyak Telon My Baby Plus Eucalyptus

Penasaran ingin mencoba minyak telon My Baby Plus Eucalyptus? Yuk simak testimoni berikut ini.

Review SGM Eksplor 1Plus Complinutri

Moms sedang mencari susu lanjutan untuk si Kecil? Yuk simak review SGM Eksplor berikut ini.

Safari Lodge, Penginapan Tengah Hutan yang Ramah Anak

Moms and Dads ingin merencanakan berlibur? Yuk simak review Safari Lodge, tempat penginapan di Taman Safari berikut ini.

Review Momami Tooth & Gum Wipes

Yuk simak review Momami Tooth & Gum Wipes berikut ini!

Review Dr. Brown's Cheers 360 Spoutless Transition Cup

Mau tahu kelebihan Dr. Brown's Cheers 360 Training Cup? Yuk simak yang berikut ini.

Review Promina Silky Pudding

Bosan dengan snack yang itu-itu saja? Moms bisa jadikan puding sebagai alternatif. Yuk simak review Promina Silky Pudding berikut ini.

Review Unsalted Butter: Anchor atau Elle & Vire?

Moms pasti tidak asing dengan kedua unsalted butter ini. Tapi apa sebetulnya perbedaan di antara keduanya?

Review Breast pad Favorit, Dacco Mama Pad

Salah satu produk yang selalu masuk di daftar belanja bulanan, Dacco Mama Pad.

Dr. Brown's Natural Flow Bottle & Natural Baby Wipes

From the start of breastfeed, I decided to mix between direct breastfeeding (DBF) and bottle.

Review Dr. Brown's Natural Flow Bottle, Baby Wipes, dan Pacifier By Mom Tati

Awalnya aku bertekad gak akan kasih baby Andra botol susu karena takut dia bingung puting dan kolik,

Review Dr. Brown's Baby Wipes by Rifqah

Hai, Gais! Masih inget sharing-an mama aku tentang botol susu Dr. Brown’s yg aku suka banget?