Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Caraku Menghadapi Mom and Baby Shaming dengan Cerdas

BABY  |  MY STORY  |  PARENTING  |  20 Jan '20


Menjadi orang tua kadang tidak lepas dari komentar orang-orang terdekat, terlebih lagi orang tua baru. Komentar yang dilontarkan memang terkadang informatif, namun tidak jarang juga, komentar tersebut bukan hanya tidak informatif tapi juga destruktif. Sebaik apapun kita berusaha merawat si kecil, komentar sepertinya sulit untuk dijauhi.

Ada perbedaan antara memberi saran dengan melakukan Mom and Baby Shaming. Mom shaming adalah saat seseorang mengritik, mempermalukan atau meremehkan seorang Ibu dalam merawat anaknya. Selain itu, Mom shaming juga bisa tertuju kritik terhadap kondisi fisik sang Ibu. Sedangkan Baby shaming adalah saat seseorang mengritik atau mengomentari fisik ataupun milestone seorang bayi.

Kadang sulit bagi kita untuk mengedukasi setiap orang yang melakukan Mom and Baby shaming. Terlebih lagi jika pelakunya adalah orang yang seharusnya kita hormati seperti orang tua, mertua, sanak saudara atau orang yang lebih tua. Oleh karena itu, salah satu hal yang menurutku sangat penting adalah bagaimana kita selaku Ibu menghadapi si pelaku Mom and Baby Shaming.

Pengalaman tidak mengenakkan baru saja menimpa aku. Suatu sore, aku sedang menyuapi anakku di Cafe yang terletak di Mall berlokasi di Jakarta Selatan. Lalu datang dua orang wanita, berusia sekitar 60-an dan 30-an. Kedua orang yang tidak ku kenal ini melontarkan berbagai komentar yang sangat tidak mengenakkan terhadap caraku merawat si kecil dan kondisi fisik anakku.

Awalnya, anakku dikomentari seperti laki laki karena tidak ditindik. Lalu, aku dikritik karena tidak menindik bayiku sejak ia dilahirkan. Padahal sebagai orang tua, aku punya alasan tersendiri untuk menunda menindik anakku. Setelah itu, salah satunya membandingkan berat badan anakku, bayi 9 bulan yang secara standard WHO tergolong bayi sehat dengan keponakannya yang berusia 4 bulan.

Pengalaman seperti ini mungkin juga pernah dialami oleh Moms. Bukan saja komentar komentar tadi tidak membangun, namun juga bisa menjatuhkan self-esteem kita sebagai seorang Ibu. Di satu sisi, ingin sekali aku meluapkan kekesalanku. Tapi di sisi lain, meskipun tidak kukenal, pelaku berusia jauh lebih tua dariku.

Nah, oleh karena itu, ada baiknya kita menanggapi pelaku Mom dan Baby shaming dengan cerdas agar tidak membawa dampak negatif kepada diri kita dan bayi kita.

Tips menanggapi mom dan baby shaming

- Ketahui mengapa orang melakukan Mom and Baby shaming

Terkadang seseorang melakukan Mom and Baby shaming bukan bertujuan untuk menyakiti perasaan si ibu atau bayi, namun karena mereka ingin terlihat lebih unggul atau lebih mengerti seputar parenting. Di lain itu, perasaan iri atau jealous pun bisa menyebabkan seseorang melakukan Mom and Baby shaming.

- Bersikap tenang atas komentar yang tidak mengenakkan

Walaupun sulit, sebisa mungkin hindari perilaku memarahi pelaku atau merendahkan pelaku. Keep in mind Moms, "I'm better than this".

- Abaikan pelaku Mom and Baby shaming

Tips yang satu ini memang gampang gampang susah ya. Tapi memang salah satu cara agar hal ini tidak mengganggu kita yaitu dengan tidak menghiraukan si pelaku. Moms bisa tidak merespon komentar si pelaku atau pindah tempat jika memungkinkan.

- Hadapi dengan respon humoris

Kadang ini bisa membuat si pelaku malu, lho. Contohnya, waktu baru lahir anakku dibilang bau tangan oleh saudaraku. Dengan entengnya aku cuma menjawab "Iya gapapa, yang penting ga bau kaki".

- Jika Moms dalam keadaan kepala dingin, berikan edukasi kepada si pelaku

Aku selalu menanamkan dalam diriku untuk "Choose my battle", tidak semua komentar yang tidak mengenakkan aku balas. Karena kadang hanya akan memperburuk suasana. Namun, kalau sedang dalam kondisi yang tenang dan kepala dingin, sesekali aku menjawab komentar nya agar pelaku sadar bahwa setiap hal yang aku lakukan untuk anakku pasti ada alasannya. Atau aku juga bisanya menyampaikan "terima kasih sarannya, tapi aku punya cara tersendiri untuk merawat anakku"

- Last but not least, keep in mind that You are a good Mom and your baby is a good baby

Ini sangat penting. Jangan biarkan komentar buruk mempengaruhi self esteem Moms ataupun perasaan Moms terhadap si kecil. Moms harus yakin bahwa Moms lah orang yang paling mengerti si kecil dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi si kecil.

Semoga tips tips ini bisa membantu Moms dalam menghadapi pelaku Mom and Baby shaming ya. Ingat Moms, choose your battle and stay strong. You got this.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

736 Jasmine Karissa

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mitos Fakta Janin Mendengarkan Suara dari dalam Perut

Saat hamil, seorang Ibu benaknya selalu diliputi dengan pertanyaan dan imajinasi. Dari pertanyaan

Perlengkapan Si Kecil, Sewa Atau Beli?

Buat Moms and Dads yang lagi galau mau beli atau sewa perlengkapan si Kecil, yuk simak tips berikut ini!

Please Stop Baby Shaming!

Aku punya beberapa tips saat menghadapi baby shaming karena akupun pernah mengalaminya

Bayi 6 Bulan Bisa Trauma? Bagaimana Mengatasinya?

Bayi ternyata memang bisa mengalami trauma Moms, dan ini terjadi pada Rubi juga

Mengenal High Need Baby (Part 2)

Apa saja tanda-tanda high need baby? Apakah Moms perlu menerapkan gaya parenting yang berbeda?

Mengenal High Need Baby

Moms, pernah gak si Kecil rewel terus tanpa sebab yang pasti? Bisa jadi si Kecil termasuk high need baby!

Hal Penting Mengenai Newborn Hingga Bayi Usia 1 Bulan

Apa saja yang harus jadi perhatian saat mengurus newborn hingga usianya 1 bulan?

Separation Anxiety Pada Bayi, Apa Ciri-Cirinya? Bagaimana Mengatasinya?

Separation anxiety pada bayi hal yang wajar terjadi, lalu apa cirinya dan bagaimana mengatasinya?

Quaility Time Dengan Menemani si Kecil Sekolah Renang

Mengisi quality time bersama si Kecil bisa dengan mengajaknya berenang loh Moms

Bayi Rewel Kalau Dibawa di Tempat Ramai? Bisa Jadi Overstimulasi!

Bawa bayi pergi itu jadi momen yang paling menyenangkan. Apalagi kalau perginya beramai-ramai.

Pentingnya Menanamkan Minat Baca Sedari Dini

Anak-anak lebih suka memakai gadget dibandingkan membaca buku? Ajarkan minat membaca sedari dini yuk Moms!

Separation Anxiety, Ketika Bayi Ingin Selalu Dekat Ibunya

Sejak usia 9 bulan ada perubahan sikap pada Sofia. Dia selalu menangis ketika ditinggal oleh orang tuanya. Kenapa ya?

Pengalaman Sounding ke Babyku

Moms, apa sebelumnya pernah denger istilah sounding? Saya mau sharing pengalaman saya sounding baby.

Pentingnya Peran Ayah Dalam Mengasuh si Kecil

Peran seorang ayah dalam mengasuh si Kecil sangat penting loh Moms untuk pertumbuhannya

Tips Tidur Tanpa Gendong

Jangan biasakan si Kecil tidur harus digendong Moms, yuk simak tips ala mom Elisa menidurkan anaknya berikut!

Mengatasi Kebiasaan Tidur Digendong

Si Kecil biasanya tertidur saat digendong, namun saat diletakkan di tempat tidur ia langsung bangun ya Moms.

Ceritaku Menjadi Ibu

Tidak mudah bagiku mengurus anak sendiri tanpa nanny padahal aku ibu rumah tangga seutuhnya.

Pengalaman Baby Shaming Saat Pulang Kampung

Momen lebaran kemarin memang menjadi ajang untuk bersilaturahmi ke sanak saudara di kampung halaman.

Tips Menenangkan Bayi Menangis

Jenis tangisan bayi bermacam-macam, kita harus bisa mengenali tandanya dan apa yang harus dilakukan agar bayi lebih tenang.