Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Tepat Pemberian Vaksin/Imunisasi Yang Wajib Anda Ketahui

HEALTH TIPS  |  24 Apr '18

Vaksin berasal dari bahasa latin yang berarti vacca (sapi) dan juga vaccinia (cacar sapi). Vaksin sendiri merupakan sebuah antigenik yang digunakan untuk menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang aktif terhadap serangan berbagai jenis penyakit, sehingga vaksin ini mampu mencegah atau bahkan mengurangi resiko infeksi virus yang bisa menyebabkan atau menimbulkan penyakit.

Vaksin sendiri bisa berupa sebuah galur virus atau bahkan bakteri yang mana telah dilemahkan atau dimatikkan sebelumnya, sehingga tidak akan menimbulkan penyakit. Bukan hanya itu, vaksin juga bisa berupakan organisme yang sudah mati atau bahkan sejumlah hasil pemurniannya. Dan disini, vaksin mampu mempersiapkan sistem kekebalan tubuh seseorang agar bisa bertahan terhadap serangan penyakit tertentu yang jika dibiarkan akan berakibat fatal. Selain itu, pemberian vaksin sendiri juga bisa membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu melawan sejumlah sel degeneratif atau sel penyebab kanker.

Lokasi penyuntikan serta cara pemberiannya harus ditentukan sesuai dengan efektivitas vaksin itu sendiri dalam merangsang kekebalan tubuh yang baik. Dan cara untuk memberikan vaksin ini pastinya disesuaikan dengan uji klinik, pengalaman para praktisinya, serta adanya pertimbangan teoritis.

Untuk pemberian vaksin sendiri umumnya bisa dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam tubuh dengan penyuntikkan cairan ke dalam bagian otot, atau disuntukkan di bagian bawah lapisan kulit. Namun selain dengan cara suntik, ada juga yang dilakukan dengan cara meneteskan cairan ke bagian mulut/oral.

Ada beberapa cara proses pemberian vaksin, dan hal itu akan disesuaikan dengan jenis vaksin yang diberikan kepada Si Kecil. Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa Anda pahami dalam pemberian vaksin:

 

Bagaimana Dengan Lokasi Penyuntikannya, Di Paha Atau Lengan Atas?

Untuk jenis suntikkan subkutan atau disebut juga dengan SC, maka akan diberikan kepada anak atau balita ketika berusia di bawah 12 bulan. Proses penyuntikkan ini umumnya dilakukan di bagian paha atas. Sedangkan untuk anak-anak yang sudah berusia di atas 12 bulan, maka pemberian vaksin akan dilakukan dengan menyuntikkan vaksin di bagian tangan atas.

Untuk jenis penyuntikkan vaksin intramuscular atau disebut juga dengan IM, maka proses pemberian vaksin untuk anak berusia di bawah 12 bulan proses pemberiannya dilakukan dengan menyuntikkan cairan di bagian paha atas. Dan untuk anak yang berusia dari 1-2 tahun, maka proses penyuntikkan vaksin bisa dilakukan di bagian paha atas atau tangan atas. Sama halnya dengan anak-anak yang berusia 3-8 tahun. Sedangkan untuk kalangan dewasa (dimulai dari usia 19 tahun ke atas), maka penyuntikkan vaksin harus dilakukan di bagian atas tangan.

Bagaimana Jeda Waktu Pemberian Vaksin Dalam Imunisasi Stimulan?

Jika jenis vaksin yang diberikan adalah vaksin hidup, maka interval waktu pemberian dengan jenis vaksin lainnya paling tidak harus diberikan sekitar 4 minggu. Mengapa demikian? Karena interval waktu tersebut dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya intervensi atau reaksi antibodi yang saling berinteraksi antara vaksin satu dengan yang lainnya.

Namun untuk jenis vaksin hidup pemberiannya dilakukan dengan cara meneteskan cairan vaksin ke dalam mulut/oral, seperti vaksin polio serta vaksin rotavirus, pemberiannya tidak harus menunggu jeda waktu minimal dengan proses pemberian vaksin jenis lainnya. Hal yang sama juga berlaku untuk jenis vaksin mati. 

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

BACA JUGA: Saat Hamil Dilarang Cabut Gigi, Mitos Atau Fakta?

206 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories