Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Sederhana Mencegah/Menangani Ruam Air Liur

MY STORY  |  OTHERS  |  21 Oct '18


Kulit bayi sangat sensitif. Berbagai macam ruam dapat timbul di sejumlah area, terutama area wajah dan bokong. Ruam popok telah menjadi isu yang sangat familier, sehingga banyak produk telah diciptakan untuk mengatasi ruam ini, yang pada umumnya disebabkan oleh gesekan dari popok sekali pakai dan iritasi kulit akibat lembap atau terlalu lama bersentuhan dengan kotoran.

Di sisi lain, wajah adalah bagian tubuh yang paling sering dibersihkan, namun tak kalah sensitif. Ruam wajah ada beberapa macam, beberapa di antaranya adalah ruam susu dan ruam air liur. Kebetulan anak saya sangat berliur, sejak kira-kira umur 4 bulan hingga hampir 11 bulan. Kondisi ini menyebabkan timbulnya ruam di sekitar mulutnya, dan kulitnya menjadi cenderung kasar dan merah. 


Tips Menangani Ruam Air Liur

  1. Utamakan menggunakan air matang di area wajah bayi/anak
    Dalam membersihkan bagian tubuh bayi, disarankan menggunakan kapas dan air matang ketimbang tisu basah (walaupun tidak berparfum). Tidak hanya untuk bagian bokong, kapas dan air matang juga lebih baik digunakan untuk membersihkan sisa-sisa susu atau air liur yang menempel di sekitar mulut. Ketika anak sudah mulai MPASI, saya masih tetap menggunakan tisu/waslap dan air matang untuk membersihkan sisa makanan di sekitar mulut dan leher ketimbang menggunakan tisu basah. Beberapa kali saya coba menggunakan tisu basah, biasanya kulitnya akan merah. Maka saya simpulkan lebih baik menggunakan air matang.

  2. Gunakan tatakan air liur yang bisa menyerap
    Pastikan tatakan air liur yang anak gunakan mampu menyerap cairan dan tidak hanya menahan saja. Anak saya bisa menggunakan 8-10 tatakan air liur dalam sehari dalam kondisi tatakan air liur itu benar-benar basah. Maka pastikan tatakan air liur tersebut berbahan katun dan dapat menyerap dengan baik, serta tidak menggunakan sablon gambar/tulisan yang dapat terkelupas (dikhawatirkan akan termakan oleh anak).

  3. Pakaikan produk krim wajah yang aman
    Hindari produk yang terlalu wangi dan terlalu cair. Pilihlah produk yang kelembapannya baik, tidak terlalu lengket/cair, tetapi mudah menyerap pada kulit. Beberapa produk sudah saya coba gunakan, dan di antaranya yang paling efektif adalah Sebamed Protective Facial Cream, namun harganya tergolong mahal. Untuk obat lainnya, saya menggunakan salep Mefurosan, yang dipakaikan maksimal sekali dalam sehari. Salep ini sangat efektif karena ruamnya bisa cepat menghilang dan tidak menimbulkan efek samping. Namun, penggunaan obat ini saya sarankan tetap melalui konsultasi DSA terlebih dahulu dan tidak langsung dipakaikan tanpa anjuran dan pengawasan dokter. Hati-hati untuk salep yang mengandung zat hidrokortison, walaupun efeknya terlihat cepat dalam menyembuhkan, namun dapat menimbulkan efek samping yaitu perubahan warna kulit (tergantung kondisi setiap anak).

  4. Hindari barang-barang berbahan bulu
    Tidak semua bayi/anak mampu berhadapan dengan bahan berbulu. Bahan berbulu yang tidak dijaga kebersihannya secara disiplin dapat menimbulkan debu dan membuat anak lebih rawan terkena alergi atau ruam. Selain itu, dapat memicu pilek dan batuk. Kendati bahan berbulu terasa hangat dan nyaman, namun disarankan lebih baik menggunakan produk berbahan katun atau kain yang tidak menyimpan debu. 

  5. Pastikan area wajah bayi/anak selalu bersih
    Ketika kita menyadari bahwa kulit wajah anak sangat sensitif, maka sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua atau siapa pun yang mengasuh untuk selalu memperhatikan kebersihan anak, terutama bagian tubuh yang sensitif, salah satunya wajah. Pastikan orang dewasa selalu mencuci tangan sebelum menyentuh wajah anak serta membersihkan wajah anak. Jangan biarkan sembarang orang menyentuh wajah anak (karena tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga kebersihan diri sendiri jika berhadapan/melakukan kontak langsung dengan bayi atau anak-anak).

Jika ruam wajah pada bayi/anak bertambah parah hingga menyebabkan lecet, utamakan menyembuhkan lecetnya terlebih dahulu dan pastikan area lain tidak kering. Kekeringan wajah menyebabkan lebih mudah menimbulkan lecet dan membuat bayi/anak kesakitan. Segera berkonsultasi ke dokter jika diperlukan dan jangan menunda ya Moms, karena setiap anak kulitnya berbeda-beda, sehingga kita harus tahu dengan pasti apa yang menyebabkan ruam pada bayi kita.

Semoga bermanfaat. 

By: Missy Melita

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

659 Missy Melita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Dukung si Kecil Tumbuh Hebat Dimulai dari Orangtua yang Juga Hebat

Mendidik dan membesarkan anak merupakan kerja tim dari Moms & Dads. Memang, tugas ini

Si Kecil Sering Resah dan Rewel? Bisa Jadi Ruam Moms!

Anak-anak butuh tidur cukup untuk memulihkan tenaga dan membantu tumbuh kembang agar optimal

Melatih Kemampuan Bersosialisasi si Kecil Meskipun di Rumah Saja

Sama seperti orang dewasa, anak-anak secara alamiah ingin berkomunikasi, berinteraksi, dan

Kontrak Pra-Nikah, Sudah Tau Moms?

Kontrak pra-nikah atau yang juga biasa disebut sebagai prenup, sebetulnya apa ya? Mari simak bersama berikut ini.

Masa Pandemi Jadi Sering Ribut Dengan Pasangan? Ini Penyebabnya

Kenapa ya selama masa karantina mandiri ini jadi sering ribut dengan suami? Coba simak yang satu ini.

Ratus Pasca Persalinan, Yes or No?

Moms pernah mendengar istilah ratus? Yuk simak cerita berikut ini.

Pandemic Membuatku Jadi Makin Mesra

Simak tips semakin mesra selama pandemi berikut ini yuk Moms and Dads!

Cerita Lebaran Tahun Kedua Fiersa

Meskipun Lebaran tahun ini berbeda, tapi tetap merupakan momen yang perlu dirayakan. Yuk simak cerita berikut ini.

Ini Cara Kami Mewujudkan Pernikahan Sehat Di Masa Pandemi

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keharmonisan rumah tangga di saat pandemi ini.

Lakukan 4 Hal Ini Untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Selama Pandemi

Moms and Dads, selama pandemi ini jaga keharmonisan rumah tangga yuk. Simak bersama yang berikut ini.

Inspirasi Nursery Room

Para bumil sedang mencari inspirasi untuk mendekor kamar si Kecil? Bisa lihat yang satu ini ya.

Menjaga Kesehatan Pernikahan Selama Di Rumah Aja

Selama di rumah aja, apa yang Moms and Dads lakukan untuk menjaga kesehatan rumah tangga? Baca cerita berikut ini ya.

Komunikasi Suami Istri Saat WFH

Apabila suami istri sedang tegang, apa yang sebaiknya dilakukan? Simak cerita berikut ini ya.

Daddies Cook on Vals Day with Nutribaby+

Babymoov menyelenggarakan acara Daddies cook on Valentines Day!

Tips Sederhana untuk Mengurangi Sampah Rumah Tangga

Mengurangi sampah bisa dilakukan dari hal-hal kecil yang sederhana ya Moms, apa sajakah itu?

Yang Perlu Dipersiapkan saat Jadi Mama Muda di Perantauan

Apa saja yang harus dipersiapkan saat memutuskan untuk tinggal sendiri alias jauh dari keluarga?

Membereskan Baju dengan Menggunakan Konmari Method

Gerah banget ga sih Moms, tiap buka lemari liat baju anak awut2an. Perlu ngumpulin niat yang banyak buat rapihin semua.

Habis Melahirkan, Tetapkan Aturan Berikut

Jangan sungkan untuk menerapkan aturan aturan ya, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan

Tips Menghempaskan Mom Shaming!

Yuk ikuti tips berikut ini untuk mengatasi mom shaming

Bahaya Baby Blues

Ternyata 80% Ibu yang baru melahirkan mengalami dan merasakan yang namanya Baby Blues