Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Menyimpan ASI Yang Benar

FEEDING  |  20 Feb '18

ASI merupakan sumber makanan utama bayi yang harus terpenuhi dengan baik. Ibu yang sedang dalam program menyusui tentunya juga harus tahu bagaimana cara menyimpan ASI yang benar. Menyimpan ASI dilakukan agar Ibu memiliki stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Ini bisa juga terjadi karena produksi ASI ibu melimpah sehingga ibu harus memerah dan menyimpannya untuk diberikan pada bayi nantinya. Menyimpan ASI juga dilakukan oleh ibu yang bekerja agar bayi tetap mendapat ASI eksklusif sekalipun saat ibu sedang bekerja.

ASI tidak mengandung bahan pengawet seperti susu formula. Sehingga penyimpanannya harus diperhatikan. Menyimpan ASI terlihat sepele namun tidak bisa disepelekan. Terlebih, ini adalah makanan untuk bayi yang memiliki pencernaan yang masih sensitif. Jika salah menyimpan ASI maka bisa-bisa malah tidak bisa dikonsumsi karena basi atau tercemar. Maka, berikut adalah tips dalam cara menyimpan ASI  yang benar :

  • Saat akan memerah ASI, pastikan tangan ibu dalam kondisi bersih agar terhindar dari kontaminasi. Cucilah tangan sampai benar-benar bersih agar ASI aman untuk dikonsumsi bayi ibu nantinya. Dengan membiasakan mencuci tangan sebelum memerah ASI, maka ibu sudah melakukan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.
  • Gunakan botol dengan bahan yang berkualitas dan berlabel food grade agar aman untuk digunakan menyimpan ASI. Label tersebut menjadi jaminan keamanan bagi bayi. Selain itu, pastikan juga agar kemasan memiliki label bebas dari bahan-bahan berbahaya. Untuk menyimpan ASI, gunakan botol yang seharusnya, dan jangan menggunakan botol tersebut untuk tujuan lainnya. Ibu bisa memilih botol plastik ataupun kaca, namun botol berbahan plastik lebih direkomendasikan. Selain karena lebih praktis dan ringan, ia juga lebih mudah dibersihkan.
  • Cucilah botol yang akan digunakan untuk menyimpan ASI. Gunakan cairan pencuci khusus untuk perlengkapan bayi dengan label food grade. Agar lebih menjamin kebersihan kemasan botol, sterilkan botol dengan memasukannya pada panci berisi air mendidih selama kurang lebih 5-10 menit. 
  • Hati-hati dalam mensterilkan botol kaca pada air mendidih karena bisa meledak. Maka sebaiknya gunakan botol berbahan plastik namun kokoh agar mudah untuk dicuci dan disterilkan. 
  • Setelah dicuci dan disterilkan, biarkan botol sampai benar-benar kering. Baru kemudian gunakan untuk menyimpan ASI.
  • Cara menyimpan ASI didalam botol agar tidak terkontaminasi dan tidak mudah tumpah, ada baiknya menyimpannya kedalam kontainer sebelum dimasukkan kedalam lemari pendingin.
  • Sebaiknya jangan mengisi setiap botol sampai penuh. Lebih baik untuk mengisi setiap botolnya hingga 3/4nya saja. Terlebih jika ibu berniat untuk membekukannya. Volume ASI akan menjadi padat nantinya dan memenuhi botol.

Perlu ibu ketahui bahwa meskipun sudah menggunakan cara menyimpan ASI  yang benar dengan memasukannya kedalam lemari pendingin atau membekukannya masih tetap bisa menghilangkan beberapa zat atau kandungan pada ASI. Pembekuan ASI bisa mengurangi zat penting yang berguna untuk mencegah infeksi. Selain itu, kandungan vitamin C pada ASI juga akan berkurang. Meski begitu, ASI yang disimpan dilemari pendingin atau dibekukan tetap lebih baik daripada susu formula. Kandungan nutrisi pada ASI yang dibekukan masih bisa memenuhi kebutuhan untuk tumbuh kembang bayi. 

Jadi, jika ibu berfikir bahwa lebih baik memberikan susu formula daripada ASI yang dibekukan maka itu tidaklah tepat. ASI yang dibekukan meskipun kandungan gizinya ada pengurangan namun tetap jauh lebih baik daripada susu formula. Ini karena ASI dihasilkan melalui serangkaian proses alami dalam tubuh ibu. Sehingga tidak ada metode apapun yang bisa membuat manusia memproduksi susu serupa dengan ASI. Inilah mengapa ASI tidak tergantikan peranannya bagi tumbuh kembang bayi. 

ASI sendiri bisa disimpan dan bertahan sesuai dengan suhu lemari pendingin. Berikut informasi lengkapnya:

  • ASI bisa bertahan hingga 6 jam jika disimpan pada suhu 25 derajat celcius.
  • ASI bisa bertahan hingga 24 jam jika disimpan dalam box pendinging yang ditambahkan dengan icepack.
  • ASI bisa bertahan sampai 5 hari lamanya jika disimpan pada kulkas dibagian lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius.
  • ASI bisa bertahan hingga 6 bulan lamanya jika disimpan pada freezer dengan suhu 18 derajat celcius dengan titik beku minus 0 derajat celcius. 

Meskipun cara menyimpan ASI yang benar bisa membuatnya bertahan hingga berbulan-bulan, namun lebih disarankan untuk menyimpan ASI tidak terlalu lama. Ini karena semakin lama ASI disimpan, semakin berkurang kandungan gizinya. Jika ibu bekerja dikantor, maka bisa menyimpan ASI dilemari pendingin pada suhu 25 derajat celcius. Atau, simpan ASI didalam box pendingin yang disertai ice pack agar ASI bisa bertahan hingga 24 jam. 

Namun jika ibu akan bepergian dan meninggalkan bayi, maka ibu bisa menggunakan cara menyimpan ASI dengan membekukannya. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mengetahui bagaimana cara mencairkan ASI perah dengan benar. Berikut tipsnya:

  • Ibu bisa menggunakan penghangat ASI elektrik. Alat ini banyak digunakan ibu-ibu modern saat ini karena alat ini mudah dibawa kemanapun. Ibu bisa menggunakannya dimobil ketika berada diperjalanan, maupun dirumah.
  • Cara lainnya ialah dengan menempatkan botol berisi ASI beku ke panci yang telah diisinair hangat sebelumnya. Biarkan selama beberapa saat sampai ASI mencari dan suhunya meningkat.
  • Hindari menempatkan botol berisi ASI beku ke dalam panci diatas kompor langsung dengan api yang menyala. Cara ini tidak dianjurkan karena perubahan mendadak pada ASI ibu bisa merubah rasa, warna dan bau ASI. Salah menggunakan cara mencairkan ASI beku maka bisa membuat ASI tidak layak konsumsi.Hindari mengeluarkan ASI yang dibekukan pada suhu ruang. Menyimpan ASI pada suhu runag bisa mempengaruhi kandungan antibodi pada ASI itu sendiri. 
  • Jika ibu menempatkan ASI didalam freezer, maka sebelum mengeluarkannya sebaiknya letakkan dulu diruang pendingin kulkas. Baru setelah itu ibu bisa menghangatkannya dengan cara menempatkan botol pada panci berisi air hangat. 
  • Cara lainnya ialah tempatkan botol berisi ASI dingin/beku dibawah air yang mengalir dengan suhu normal.
  • Meskipun terdengar praktis, namun jangan gunakan microwave untuk mencairkan ASI karena bisa mengkontaminasi ASI dan membuat munculnya bintik-bintik pada botol ASI. 
  • Jangan pula membekukan kembali ASI yang sudah ibu cairkan. Ini hanya akan membuat ASI tidak layak konsumsi. 

ASI yang menjadi sumber utama makanan bayi memiliki peranan penting untuk tumbuh kembangnya. ASI mengandung berbagai nutrisi penting untuk membantu perkembangan tubuh anak secara keseluruhan baik dari segi motorik, sensorik, dan intelegensi bayi. Memberikan ASI eksklusif adalah hal terbaik yang bisa ibu lakukan untuk bayi. Kalaupun ibu memiliki tanggungjawab pekerjaan atau karir, maka ibu bisa mengaplikasikan cara menyimpan ASI  yang benar seperti yang telah dibagikan diatas. Dengan begitu, ibu masih tetap bisa memberikan asupan yang terbaik bagi bayi.

By: Babyologist Editor

1130 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories