Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Menghindari Risiko Infeksi Pernapasan pada si Kecil

BRANDS  |  GROWTH & DEVELOPMENT  |  HEALTH TIPS  |  12 Nov '18


Sepertiga dari kehidupan manusia dihabiskan untuk tidur. Bahkan, anak-anak akan membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari itu. Namun, apakah Moms tahu bahwa lingkungan tidur si Kecil dapat menjadi sarang jamur dan mikroba? Hal ini dapat terjadi jika seprai jarang diganti. Fakta tersebut diungkapkan oleh Ahli Mikrobiologi Universitas New York, Philip Tierno. Ia juga menyebutkan bahwa bakteri dan jamur yang tertumpuk di bantal dan kasur bisa menjadi sumber masalah kesehatan.

Saat sedang tidur, kain seprai bersentuhan langsung dengan permukaan kulit. Pada saat yang bersamaan pula si Kecil akan mengeluarkan keringat, proses ini dikenal dengan istilah ekskresi (pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh) yang juga meliputi pembuangan urin dan feses. Karena anak-anak masih belum mampu mengontrol kantung kemihnya dengan baik, maka tak jarang ia juga ngompol ketika sedang tidur. Semua kotoran yang dihasilkan ini nantinya akan menembus dan meresap ke dalam kasur dan bantal.

Bakteri dan jamur yang tertumpuk di bantal dan kasur bisa menjadi sumber masalah kesehatan.

Tak hanya bakteri dan kuman yang dapat berkembang biak pada kasur, kutu juga dapat bertumbuh pada lingkungan tidur yang kotor. Terdapat 2 tipe kutu yang bisa berkembang biak dengan subur di perlengkapan bedding, yakni kutu busuk (bed bugs) dan tungau (dust mite). Kutu busuk dapat terlihat di lipatan kasur serta mereka dapat menimbulkan kemerahan/alergi pada kulit. Berbeda dengan tungau yang mempunyai kotoran bersifat allergen (memicu alergi). Kotoran tungau bisa memicu asma, pilek/bersin, gatal-gatal, bahkan memar pada kulit.

Rob Dunn, Ph.D, profesor pendamping di jurusan biologi dari North Carolina State University, Amerika Serikat berhasil menemukan puluhan ribu spesies jamur yang terdapat di dalam bantal sampel penelitiannya. Sebagian besar jamur di bantal memang tidak berbahaya. Namun, terdapat satu jenis yang ganas, yaitu aspergillus fumigatus. Jamur ini dapat memperburuk kondisi asma yang dimiliki oleh seseorang.

Umumnya, organisme yang terdapat pada kasur dan bantal akan membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu untuk berakumulasi dan menimbulkan efek samping. Itulah sebabnya mengapa perlengkapan tidur yang dibiarkan kotor dapat menyebabkan si Kecil bersin-bersin. Bahkan, seseorang yang awalnya tidak memiliki alergi dapat menunjukkan respon alergi akibat jamur dan tungau di kasur/bantalnya.

Respon alergi dapat timbul karena mikroba berada sangat dekat dengan saluran pernapasan dan mulut. Apalagi jika akumulasi mikroba terdapat pada bantal. Penumpukan mikroba pada bantal bahkan cukup untuk menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan.

Untuk menjauhkan si Kecil dari bahaya jamur dan tungau, maka Moms sebaiknya mengganti dan mencuci seprai tempat tidur seminggu sekali, yakni sebelum terjadi akumulasi mikroba pada perlengkapan tidur. Selain itu, Moms juga dapat memilih perlengkapan bedding yang bersifat hypoallergenic, terutama ketika Moms memilih bantal. Bantal yang sangat berdekatan dengan saluran hidung dan mulut dapat membuat tubuh menjadi rentan terhadap kuman dan bakteri. Bantal latex merupakan salah satu bantal yang memiliki sifat hypoallergenic. Mengapa sebaiknya memilih bantal yang hypoallergenic? Mari kita perhatikan manfaatnya berikut ini.

Manfaat Bantal Hypoallergenic

Mencegah timbulnya alergi

Jamur dan tungau umumnya dapat dengan mudah berkembang biak di tempat yang hangat dan lembap, seperti bantal dan kasur. Hasil ekskresi serta kulit mati dari tubuh dapat menjadi asupan mereka untuk bertumbuh. Namun, berbeda ketika menggunakan bantal hypoallergenic. Bantal yang bersifat hypoallergenic akan mencegah pertumbuhan tungau dan jamur karena memiliki struktur yang padat. Selain itu, pori-pori bantal hypoallergenic yang kecil akan membuat tungau dan jamur tidak dapat menembus material bantal.

Mengurangi risiko kurang tidur

Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa kurang tidur bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Tidak mendapatkan tidur yang cukup akan menimbulkan penyakit kanker, hipertensi, dan diabetes ke depannya. Sedangkan untuk anak-anak pada usia balita, kurang tidur akan mengganggu proses pertumbuhannya, meningkatkan risiko ADHD (attention deficit/hyperactivity disorder), dan juga akan berpengaruh buruk terhadap mood-nya. Menggunakan bantal yang hypoallergenic akan mencegah respon alergi si Kecil ketika sedang beristirahat, sehingga tidak akan mengganggu tidurnya.

Baik untuk saluran pernapasan

Tungau dan kutu pada perlengkapan bedding dapat menyebabkan masalah pernapasan ringan hingga kronis. Menggunakan bantal dan kasur hypoallergenic akan mencegah manifestasi organisme serta akan membuat napas menjadi lega, terutama jika si Kecil memiliki masalah pernapasan seperti alergi maupun asma.

Mudah dicuci

Karena bantal hypoallergenic dapat mencegah pertumbuhan organisme, maka Moms tidak perlu bersusah payah ketika akan membersihkannya. Bahkan bantal yang hypoallergenic dapat tetap higienis dalam jangka waktu yang lama.

Meskipun tungau dan jamur pada bantal/bedding si Kecil memang tidak terlihat, bukan berarti Moms dapat mengabaikannya, karena dampaknya jelas berbahaya bagi si Kecil. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk selalu memastikan lingkungan tidur anak tetap higienis dan steril.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Copyright by Babyologist

 

Reference 1 Reference 2 Reference 3 Reference 4 Reference 5 Reference 6

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1911 Babybee Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Benarkah Pacifier Membuat Gigi Anak Maju?

Benarkah pacifier membuat gigi si Kecil menjadi maju? Yuk. Moms, cari tahu jawabannya di sini!

Mengatasi Efek Buruk Penggunaan Gadget pada si Kecil

Gadget yang dimainkan si Kecil nyatanya dapat berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan leher dan tulang belakangnya.