Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Menghemat Belanja Keperluan Newborn

BABY  |  MY STORY  |  PREGNANCY  |  28 Aug '19


Para calon ibu yang sudah memasuki trimester terakhir pasti sudah tidak sabar untuk berbelanja peralatan newborn. Saya sebagai new Mom (baru melahirkan di 7 Juni 2019) cukup kewalahan saat mengetahui betapa banyak dan detailnya peralatan untuk bayi. Tisu basah aja ada yang khusus untuk mulut, ada yang untuk bersihin pup, ada yang untuk ingus, dan lain-lain. Belum lagi equipment yang besar-besar seperti stroller, carseat, dan lain-lain. Sungguh macam-macam mereknya dan mahal.

Eits, tapi kita tidak harus splurge on baby things that much kok Moms!

Berikut beberapa tips dari saya supaya tidak (terlalu) boros:

1. Belanja online

Bersyukurlah sebagai ibu yang hidup di zaman serba teknologi, kita dapat berbelanja hanya pakai jempol. Dengan membeli peralatan bayi secara online, kita dapat membandingkan harga dan mencari harga yang termurah untuk suatu produk. Most of items yang dijual online juga harganya lebih murah daripada di toko loh Moms! Dari belanja online, saya bisa menemukan supplier diapers yang harganya bisa beda sekitar 40.000 dengan di toko modern trade (supermarket, hypermarket, dll). Minyak telon yang di toko harganya sekitar Rp. 40.000, saya temukan di online shop hanya sekitar Rp. 20.000. Tapi harus tetap hati-hati ya Moms karena maraknya penipuan online. Kalau harganya udah ga logis sih, patut dipertanyakan.

2. Beli dalam jumlah kecil dulu

Terutama untuk skincare ya, Moms. Melihat ibu A pakai krim merek Z dan kulit anaknya mulus banget, Moms langsung tergoda dan beli banyak-banyak. "Buat stok" kata Moms. Eh tapi kita kan gak tau anak kita cocok atau tidak pakai merek tersebut. Sebaiknya beli dalam jumlah sedikit dulu, 1 botol cukup. Kulit bayi masih sensitif dan kita masih tebak-tebakan skincare mana yang cocok untuk mereka. Bahkan ada yang alergi minyak telon, loh. Kalau beli banyak dan ga cocok, sayang kan udah mahal-mahal.

3. Beli barang lusinan

Saya skeptis banget awalnya sama baju-baju lusinan yang dijual di trade center. Pertama, ga lucu! Saya pengen pakein anak saya jumpsuit-jumpsuit lucu yang di mall gitu loh. Kedua, pasti kualitasnya jelek deh. Moms, believe me, baju lusinan is a lifesaver! Sebagai new Mom yang mengurus bayi sendiri tanpa bantuan nanny atau orang tua, saya gamau repot-repot sering cuci baju anak. Anak saya laki-laki, namanya Thierry dan sepanjang 2 bulan hidupnya sudah tak terhitung berapa kali dia pipis muncrat ke mana-mana saat ganti diapers. Alhasil, baju yang baru dipakaikan harus dicuci lagi dan lagi. Belum lagi kalau gumoh setelah menyusu. Untunglah mertua saya membelikan baju basic (yang polos warna-warni berkancing itu loh) 1 lusin lengkap dengan celana panjang dan pendek. Thierry bisa sering ganti baju tanpa saya harus sering mencuci karena khawatir kehabisan stok baju. Baju lucu beli ga? Oh tentu beli donk, tapi jarang kepakenya! Hanya dipakai kalau ada yang berkunjung, mau difoto, atau Thierry dibawa keluar rumah. Di rumah, Thierry pakai baju tipis berkancing itu dan dia nyaman kok! Kulitnya juga aman. Dipilih aja yang bahannya enak saat beli ya Moms.

4. Jangan sungkan untuk share wishlist kado lahiran

Sekarang kado lahiran sudah setransparan itu Moms. Teman-teman saya bertanya apa yang Thierry butuhkan, maka itu yang akan dibelikan oleh mereka. Tentu saja ini adalah win-win solution karena mereka juga ingin kado dari mereka bermanfaat dan jangan sampai double dengan kado dari orang lain atau barang yang sudah kita beli. Biasanya mereka akan membelikan barang-barang yang cukup pricey karena mereka patungan dan ini sungguh menghemat pengeluaran. Contohnya, saya dibelikan pump elektrik oleh kelompok pertemanan saya. Cara share wishlist ini macam-macam, saya dulu capture barang beserta harga dan tokonya di marketplace, lalu kirim puluhan foto ke Whatsapp teman :) Little did I know, ada aplikasi yang khusus memuat wishlist kita Moms. Jadi kita buka barang yang kita inginkan di marketplace melalui aplikasi tersebut, lalu dimuat ke dalam aplikasi. Nanti tinggal share link dari aplikasi ini ke teman-teman. Contoh aplikasinya adalah WishMindr. 

5. (Don't be) Influenced by influencer Moms (too much!)

Sejak hamil, list following saya di Instagram mulai shifting dari cewek-cewek fashion blogger ke influencer Moms. Mereka memang sangat informatif dan menarik ya. Sering kali barang yang mereka review itu kayaknya bermanfaat dan memudahkan hidup banget. Tapi ingat Moms, kita harus kembali berkaca pada budget yang kita punya. Kalau memang budgetnya gak masuk, ya tidak usah dipaksakan. Contohnya sterilizer. Moms bisa beli UV sterilizer yang harganya jutaan atau bisa juga pakai panci dan air mendidih, alias direbus! Ingat, semua barang ada barang substitusinya. Bukan berarti karena influencer A pakai UV sterilizer yang mahal, lalu itu adalah satu-satunya cara mensterilkan peralatan bayi. Baik UV sterilizer dan merebus keduanya sama-sama cara steril, hanya yang satu lebih praktis. Tidak usah merasa Moms menjadi ibu yang kurang baik atau keren kalau pakai cara steril yang lebih konvensional. We all just want what's best for our kids, don't we? :)

6. Manfaatkan barang lungsuran atau secondhand

Jika punya saudara atau teman yang barang-barang bayinya sudah tidak terpakai, manfaatkan! Kita juga bisa membeli barang-barang secondhand influencer Moms atau cari di aplikasi Carousel. Jangan lupa untuk cek keadaan barangnya dulu ya jika bisa melihat langsung. Saya menggunakan bantal menyusui lungsuran sepupu saya. Kempes dikit, tapi masih mampu menopang tangan saya kok jadi tidak terlalu pegal.

7. Ingat, bayi bertumbuh sangat cepat!

Setiap lihat baju lucu, rasanya ingin beli untuk post foto yang Instagrammable di Instagram. Beli sekali-sekali boleh, tapi tidak usah terlalu sering ya, Moms. Minggu ini ukurannya pas di badan si Kecil, eh bulan depan udah sempit.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1029 Martha Meilita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Melahirkan Normal dengan Berat Bayi yang Besar, Apakah Bisa?

Moms, pernah denger gak cerita tentang seorang ibu yang melahirkan bayi dengan berat bayi yang terbilang cukup besar?

Tips Memilih Perlengkapan untuk Sambut Kedatangan Buah Hati

Memasuki trimester ketiga biasanya dihabiskan para calon orang tua untuk mempersiapkan kebutuhan si Kecil.