Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Mengatasi Inverted Nipple

FEEDING  |  07 Aug '18


Setelah melalui persalinan, Mom akan memasuki tahap menyusui. Di dalam proses menyusui, kebutuhan si Kecil akan sepenuhnya bergantung pada ASI. Namun, tak jarang ada Moms yang mengalami kesulitan dalam memberikan ASI. Hal ini bisa disebabkan oleh beragam faktor, di antaranya seperti: saluran ASI tersumbat, infeksi jamur pada puting, puting lecet, atau mungkin karena inverted nipple (puting terbalik).

Inverted nipple merupakan sebuah kondisi di mana puting seakan-akan tertarik masuk ke dalam sehingga terlihat rata. Hal ini cenderung membuat banyak ibu menyusui menjadi stres karena mereka akan mengalami kesulitan selama proses menyusui.

Umumnya, Inverted nipple sering disebabkan oleh faktor keturunan/genetik. Dr. Adam Kolker menyebutkan bahwa inverted nipple terjadi karena duktus laktiferous (saluran kecil yang mengalirkan air susu) yang menebal dan pendek.

Faktor-faktor yang menyebabkan inverted nipple:

Berikut adalah hal-hal yang berpotensi mengakibatkan terjadinya perubahan pada puting atau menimbulkan rasa nyeri di area puting:

  • Infeksi akibat serangan jamur atau bakteri.
  • Cedera/gesekan di area puting: Biasanya kasus inverted nipple ditimbulkan setelah menyusui, di mana terjadi pelebaran di sekitar puting sehingga dapat menyebabkan puting terbalik/masuk ke dalam.
  • Penyakit Paget: penyakit siklus perbaikan dan pertumbuhan tulang yang dapat menyebabkan tulang menjadi lemah.
  • Hormon: Menyebabkan terjadi perubahan pada payudara dan puting saat hamil (terutama ketika memasuki trimester kedua dan akhir).
  • Saluran susu yang pendek.
  • Kulit kering pada sekita areola.

Ketika terserang inverted nipple, payudara akan terasa nyeri dan bengkak, serta akan muncul benjolan pada payudara. Bentuk payudara juga akan berubah; puting akan tertarik ke dalam dan rangsangan tidak akan cukup untuk mengembalikan posisi puting. Kulit di area sekitar puting juga akan mengalami ruam dan menjadi kemerahan. Alhasil, inverted nipple akan menyebabkan seorang ibu sulit memberikan ASI, terutama karena bayi akan kesulitan menempelkan bibirnya pada puting yang datar atau terbalik.

Bagaimana Cara Mengatasi Inverted Nipple?

Mom dapat mencoba mengikuti langkah-langkah berikut untuk mengatasi puting terbalik:

Menegakkan Puting

Mom dapat mencoba mengeluarkan puting terbalik dengan menggunakan pompa payudara, tabung suntik payudara, atau menarik puting keluar secara manual. Waktu yang dibutuhkan hingga posisi puting dapat kembali normal akan bergantung pada tingkat inversi puting sendiri dan pola isapan yang dimiliki oleh bayi.

Tekan Areola

Sebelum menyusui bayi, Anda dapat mencoba memegang payudara dengan posisi ibu jari di atas dan jari-jari lainnya di bawah. Kemudian, cobalah untuk menekan/tarik payudara ke arah dada. Metode ini dapat membantu puting menjadi menonjol ke luar.

Menggunakan Nipple Shield

Puting silicon atau nipple shield mempunyai bentuk yang tipis dan lembut serta memiliki lubang di ujungnya. Nipple shield didesain khusus untuk membantu ibu yang kesulitan menyusui, bentuknya yang sesuai dengan payudara juga dapat membantu bayi latch-on dengan tepat.

Dengan menggunakan nipple shield, seorang ibu dengan inverted nipple tetap dapat memberikan ASI secara langsung (direct). Selain itu, bahan nipple shield yang tipis akan membuat ibu menyusui merasa sedang memberikan ASI tanpa alat bantu. Lengkungan yang terdapat pada nipple shield juga akan membantu skin-to-skin contact antar ibu dan anak, di mana hidung akan dengan mudah menyentuh payudara. Hal ini dapat membantu kelancaran proses laktasi. 

Jika bayi masih mengalami kesulitan untuk menyusu, Mom dapat mencoba memberikannya susu melalui botol. Mom bisa menggunakan wide-neck bottle dan nipple. Desainnya yang lebih lebar dapat membantu si Kecil terhindar dari bingung puting (nipple confusion).

Apabila Mom masih belum dapat menyusui si Kecil akibat inverted nipple, maka Mom dapat langsung berkonsultasi dengan ahlinya untuk menemukan solusi yang tepat.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2536 Dr. Brown's Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbedaan Susu Sapi, Susu Soya, dan Formula Soya

Apa bedanya susu sapi, susu soya dan formula soya? Yuk simak berikut ini.

Kastengel Keju Wajan

Siapa yang suka kastengel? Coba resep anti gagal berikut ini yuk!

Traditional Weaning vs Baby Led Weaning (BLW)

Memasuki tahap MPASI, apakah Moms bingung menentukan metode traditional weaning atau baby-led weaning? Simak berikut ini yuk!

Camilan Keluarga : Cireng isi Keju

Ketika #dirumahaja, bawaanya jadi pengen ngemil mulu ga sih Moms? Bikin sendiri yuk cireng isi keju. Ini resepnya.

Tips Mengatasi Kolik pada si Kecil

Kolik adalah kondisi yang terjadi pada bayi sehat yang menangis tiada henti selama lebih dari 3 jam sehari.

Yuk! Cegah si Kecil Sakit Mulai dari Peralatan Makannya

Masuk diusia Zayn yg ke 1 tahun, pertama kali nya aku coba memberikan dia Sufor.

Nasi Goreng Salmon ala MamaUna

Dikarenakan BabyU sudah genap setahun, MamaUna mau coba kasih makanan masakan rumah, biar papa nya juga kebagian 🤪 hehehe. Nasi Goreng jadi sa [...]

4 Komposisi Penting ASI Booster untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Ternyata, peran ASI Booster sebagai penunjang keberhASIlan ASI eksklusif sangatlah penting.

Akhirnya Ku Menemukan Jodoh Botolku

Mencari botol susu yang cocok untuk si Kecil itu ternyata seperti memilih jodoh! Yuk simak berikut ini.

Creamy Cheesy Chicken Liver, MPASI yang Kaya akan Zat Besi

Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang baik bagi bayi.

Tips Menjaga Kadar Vitamin dalam ASI

Saat ASI sudah dipompa, ASI dapat segera didinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.

10 Finger Foods Kesukaan Si Kecil

Finger foods atau camilan yang dapat dimakan sendiri oleh si Kecil dapat mengurangi rasa laparnya di antara jam makan

Tips Memberikan Snack Sehat untuk Gigi pada Si Kecil

Berikut tips memberikan snack sehat untuk camilan si Kecil. Yuk simak Moms

Resep MPASI Beef Rolade

Menu favorit Kenneth, baru pertama kali coba dan berhasil! Ini anti gagal loh Moms. Selamat mencoba.

Onion Rings Bisa Jadi Snack untuk si Kecil

Onion rings mudah dibuat dan juga bisa dipakai untuk jadi cemilan si Kecil disaat senggang loh Moms!

Oats, Menu Andalan si Kecil

Jangan lupa variasikan menu makanan si Kecil agar tidak bosan dan tetap nafsu makan ya Moms! Simak resep berikut.

Resep Tahu Daging Cincang

Apakah si Kecil sudah berusia 20 bulan? Yuk, variasikan menu MPASI dengan coba resep tahu daging cincang ala mom Arlina.

Ikan Tuna Orak Arik Telur

Menu ini bukan hanya menjadi andalan si kecil loh Moms tapi semua anggota keluarga juga suka. Mari dicoba resepnya.

Menu MPASI: Chicken Rice Singapore

Apakah Moms sedang mencoba untuk menaikkan berat badan si Kecil? Resep chicken rice singapore ini cocok loh!

Nasi Brokoli Udang

Apakah Moms sedang mencari resep yang bergizi namun mudah dibuat? Cocok untuk si Kecil yang menyukai menu seafood.