Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Usia 9 Bulan

HEALTH TIPS  |  13 Jul '18


Batuk dan pilek adalah salah satu jenis keluhan yang paling umum dialami oleh anak-anak. Namun Moms tidak perlu khawatir, karena terkadang keluhan-keluhan tersebut bisa hilang dengan sendirinya tanpa harus memberikannya perawatan khusus. Jika si Kecil mengalami batuk pilek dalam kurun waktu yang cukup lama, maka hal tersebut pastinya bisa membuat para orangtua menjadi sangat khawatir, bukan? Apabila Moms merasa khawatir dengan kondisinya tersebut, maka segeralah bawa buah hati Anda ke dokter guna memperoleh penanganan yang lebih intensif.



Dibawah ini ada beberapa jenis batuk yang mungkin saja dialami bayi usia 9 bulan, yang pastinya harus Anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Rinitis Alergi
  • Flu
  • Batuk Rejan
  • Bronkitis
  • Pneumonia

Cara Ampuh Mengatasi Batuk Pada Bayi 9 Bulan



Moms bisa memberikan ASI dalam jumlah yang cukup banyak, agar cairan yang dibutuhkan tubuh si Kecil bisa tercukupi. Jika batuk yang dialami buah hati berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, maka

  • Moms bisa memanfaatkan uap dari air panas. Anda bisa mencoba duduk bersama buah hati Anda sambil menghirup uap yang berasal dari air panas yang terdapat di dalam baskom atau mangkok kurang lebih selama 20 menit. Atau jika perlu, Anda bisa membawa si Kecil ke luar ruangan agar ia bisa menghirup udara segar.
  • Mandikanlah buah hati Anda dengan menggunakan air hangat agar ia bisa merasa lebih nyaman
  • Moms juga bisa mengoleskan balsam yang di khususkan untuk bayi di bagian dada dan punggung ketika selesai mandi.
  • Selain itu moms bisa menjemurnya di bawah terik matahari kurang lebih selama 15-30 menit. Waktu menjemur yang baik adalah sekitar pukul 7-9 pagi. Ingat! Jangan lupa untuk menggunakan lotion tabir surya yang di khususkan untuk bayi agar bagian kulit si kecil tidak terpapar langsung sinar matahari.
  • Anda harus menjaga kebersihan ruangan, tempat tidur serta tempat makan si Kecil 

Apa penyebab sakit batuk pilek pada bayi usia 9 bulan?

Daya tahan tubuh bayi yang belum sempurna memang menjadikannya rentan terhadap sakit batuk pilek. Infeksi virus adalah penyebab utama batuk dan pilek pada bayi. Meski begitu, jangan khawatir berlebihan, Moms. Sebagian besar sakit bapil pada bayi akan hilang dengan sendirinya antara 3 sampai dengan 14 hari tergantung daya tahan tubuh si Kecil dan apakah ada orang yang sakit flu yang sering kontak dengannya. Infeksi virus yang sembuh sendiri ini (self limiting disease) tersebut pada akhirnya malah akan berdampak positif pada bayi yaitu meningkatkan sistem imunnya.

Selain infeksi virus, batuk pilek pada bayi juga bisa disebabkan karena alergi. Jika Moms menduga bapil si Kecil karena alergi, maka jauhkan si Kecil dari pemicu alergi tersebut.

Tips meringankan gejala batuk pilek pada bayi usia 9 bulan

Bayi usia 9 bulan terutama yang masih minum ASI bisa diberikan ASI lebih banyak. Khasiat ASI yang dapat mengencerkan dahak ini akan membuat si Kecil lebih nyaman karena gejala bapilnya bisa lebih ringan.

Siapkan baskom berisi air panas. Uap dari air panas tersebut dapat membantu meringankan gejala batuk pilek pada bayi usia 9 bulan. Jangan lupa, jaga lingkungan sekitar si Kecil tetap lembab. Jika si Kecil senang berada di ruangan ber-AC, pertimbangkan untuk memasang air humidifier agar ruangan tidak terlalu kering.

Moms juga harus melakukan tindakan pencegahan pada diri sendiri saat mengasuh si Kecil. Selalu cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menggendong si Kecil. Lalu, hindarilah kontak dengan penderita flu. Jaga selalu kebersihan di rumah sehingga debu tidak beterbangan yang mengakibatkan si Kecil bersin-bersin.

Jika semua langkah di atas sudah Moms coba dan batuk pilek si Kecil tak kunjung membaik, atau jika si Kecil menunjukkan gejala rewel luar biasa, kulit kebiruan, sesak napas, dan demam lebih dari 72 jam, segera bawa si Kecil ke dokter.

Obat batuk pada bayi usia 9 bulan di apotik

Mengatasi batuk pada bayi umumnya sudah cukup dengan memperbanyak ASI atau air minum. Meski begitu, ada kalanya batuk pilek pada bayi usia 9 bulan disertai dengan rewel atau demam. Jika sudah demikian, pertimbangkan untuk memberikan obat-obatan berikut ini:

Berikan obat pereda demam

Untuk bayi usia 9 bulan, obat pereda demam yang aman adalah paracetamol dan ibuprofen. Berikut ini aturan pemberian kedua obat tersebut:

Paracetamol

Obat pereda demam paracetamol aman untuk bayi usia 2 bulan ke atas, dilahirkan setelah usia kehamilan 37 minggu, dan mempunyai berat lebih dari 4kg. Paracetamol diberikan setiap 4-6 jam sekali dan tidak lebih dari 4 kali pemberian dalam waktu 24 jam. Gunakan pipet untuk menakar dosis paracetamol agar dosis yang diberikan kepada si Kecil tepat. Moms juga bisa menggunakan sendok takar yang sudah tersedia dalam tiap paket pembelian obat paracetamol.

Khasiat paracetamol adalah meredakan demam dan nyeri akibat radang tenggorokan. Meski ampuh, pemberian paracetamol berlebihan dapat merusak organ hati. Dibandingkan dengan ibuprofen, paracetamol cenderung lebih aman untuk saluran cerna bayi.

Ibuprofen

Obat pereda demam ibuprofen cocok diberikan untuk anak usia lebih dari 3 bulan atau jika beratnya sudah lebih dari 5kg. Dalam memberikan ibuprofen, pastikan untuk tidak memberikan lebih dari 3 dosis dalam jangka waktu 24 jam. Pastikan juga untuk memberikan jarak per pemberian lebih dari 6 jam, ya, Moms!

Khasiat ibuprofen sebagai pereda demam adalah mengurangi demam, nyeri, dan peradangan. Efek samping pemberian ibuprofen adalah mual dan muntah karena cenderung membuat lambung si Kecil tidak nyaman dibandingkan dengan paracetamol.

Larutan saline

Untuk mencairkan ingus yang kental, Moms bisa menggunakan air garam steril (larutan saline). Teteskan cairan saline tersebut di hidung si Kecil dengan hati-hati, jaga agar jangan sampai dia tersedak. Setelah mendiamkan beberapa saat, sedot ingus yang sudah mengencer dengan menggunakan pipet yang disediakan oleh paket pembelian larutan saline tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika bayi batuk dan pilek?

Setiap bayi lahir dibekali imunitas atau kekebalan tubuh terhadap berbagai macam penyakit. Namun, sistem imun ini perlu dimatangkan terlebih dahulu. Dari sebanyak 200 tipe virus batuk pilek, sebagian besar di antaranya malah akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh si Kecil, loh, Moms.

Meski begitu, wajar, sih, jika Moms cemas melihat kondisi si Kecil bapil terutama untuk pertama kalinya. Diketahui, kebanyakan bayi mengalami sakit bapil hingga 7 kali sebelum usianya genap setahun. Hal ini tentu tambah membikin Moms cemas, ya. Menurut penjelasan para ahli dalam What You Should Know About Colds in Newborn Babies, diketahui bahwa pilek pada bayi baru lahir itu tidak berbahaya. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, sakit bapil ini bisa menjadi pneumonia. Maka, Moms tetap harus membawa si Kecil ke dokter jika sakit apa pun, terutama jika dia demam.

Berapa lama biasanya batuk pilek pada bayi sembuh?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, biasanya bapil pada bayi bisa sembuh dengan sendirinya. Lama batuk pilek pada bayi sembuh adalah sekitar 5 hingga 7 hari. Kondisi demam saat bapil adalah pertanda badan si Kecil sedang berusaha melawan virus influenza tersebut. Maka, penyebab dan asal virus yang membuat si Kecil bapil-lah yang harus dicari. Inilah mengapa Moms tetap harus membawa si Kecil ke dokter jika dia sakit apa pun.

Bolehkah bayi yang sedang batuk pilek dimandikan?

Menurut dr. Aldy Valentino Maehcarenda sebagaimana dimuat Alodokter, sebenarnya tidak ada pantangan untuk memandikan bayi yang sedang batuk pilek. Namun, Moms perlu memperhatikan suhu ruangan tempat memandikannya dan suhu air yang digunakan untuk memandikan si Kecil.

Dijelaskan dr. Aldy, suhu ruangan ideal untuk memandikan bayi yang sedang bapil adalah 24-27 derajat Celcius. Sedangkan suhu air untuk memandikan sebaiknya menyerupai suhu tubuh normal yaitu antara 37,2 dan 37,7 derajat Celcius. Gunakan termometer air untuk mengecek suhu air mandi tersebut.

Faktanya, memandikan si Kecil dengan air hangat saat dia batuk pilek dapat membantu menenangkannya. Uap air hangat juga akan membantu mencairkan ingus dan melegakan hidungnya yang tersumbat. Setelah memandikan si Kecil, jangan lupa untuk membalurkan minyak telon. Kenakan baju yang membuatnya nyaman; tidak terlalu tipis/longgar atau tebal/ketat.

Bagaimana cara agar flu cepat sembuh?

Moms bisa melakukan langkah-langkah berikut agar flu si Kecil cepat sembuh:

Jaga kualitas tidurnya

Pastikan si Kecil banyak istirahat agar tubuhnya dapat melawan infeksi kuman biang penyakit.

Jaga agar selalu terhidrasi

Pastikan si Kecil banyak minum sehingga meringankan gejala batuk-batuk dan susah tidurnya. Cukup minum dapat meredakan hidung tersumbat, mencegah dehidrasi, dan menenangkan gejala radang selaput pelapis hidung dan tenggorokan.

Mandikan si Kecil dengan menggunakan air hangat

Khasiat mandi air hangat untuk orang sakit flu adalah menenangkan area pernapasan bagian atas, melembabkan saluran hidung, dan mengurangi nyeri otot.

Letakkan kepala si Kecil lebih tinggi saat dia berbaring

Dengan posisi tidur kepala lebih tinggi daripada tubuh, ini dapat membantu melegakan saluran hidung si Kecil yang tersumbat. Jaga agar posisi tersebut jangan terlalu kaku untuk mencegah sakit leher.

Apa obat batuk yang alami untuk bayi usia 9 bulan?

Obat batuk tradisional biasanya terdiri dari bahan-bahan alami sehingga tidak memiliki risiko tinggi jika diminumkan kepada bayi. Obat batuk tradisional alami bisa menjadi alternatif baik karena bayi usia 9 bulan tidak boleh minum sembarangan obat batuk yang dijual di toko obat atau apotik.

Berikut ini obat batuk yang alami untuk bayi usia 9 bulan:

Udara segar

Udara pagi hari yang segar dapat mengurangi gejala batuk. Karena itu, bawa si Kecil keluar rumah untuk menghirup udara segar yang bersih di pagi hari. Jangan lupa kenakan pakaian yang sesuai dengan suhu di luar saat itu.

Air Susu Ibu (ASI) dan susu formula

ASI memiliki kandungan alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengencerkan dahak, dan melegakan tenggorokan. Maka, berikan ASI lebih banyak daripada biasanya ketika si Kecil batuk pilek. Jika tidak minum ASI, Moms bisa berikan susu formula yang mengandung nutrisi yang jaga daya tahan tubuh.

Air putih hangat

Bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan bisa diberikan air putih hangat ketika batuk. Air putih hangat adalah obat batuk alami yang dapat membantu mengencerkan dahak.

Bawang merah

Kandungan bawang merah yaitu vitamin C, kalsium, asam folat, flavonoid, dan fiber dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menyembuhkan flu serta batuk. Caranya, iris tipis bawang merah dan campurkan dengan minyak telon. Lalu, oleskan campuran tersebut di bagian dada, punggung, leher, dan telapak kaki si Kecil. Reaksi hangat dari bawang merah dan minyak telon akan membantu melegakan pernapasan dan meredakan batuk si Kecil.

Sinar matahari

Berjemur di pagi hari memiliki banyak keuntungan, salah satunya membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan bayi dan menghangatkan tubuhnya. Selain membantu meringankan gejala batuk pilek, bayi yang sering berjemur akan mendapatkan manfaat lainnya yaitu mencegah penyakit kuning, memperkuat tulang, meningkatkan produksi serotonin sehingga selalu bahagia dan aman, dan mempunyai energi yang lebih banyak.

Larutan saline

Larutan saline adalah larutan garam steril yang bisa mengeluarkan lendir di hidung dan tenggorokan. Cara penggunaannya adalah dengan meneteskan cairan tersebut ke hidung si Kecil, tunggu sebentar, lalu gunakan pipet untuk mengisap lendir yang telah encer. Moms dapat membeli larutan saline dan pipet khusus di apotik.

Bantal agar tidurnya nyaman

Supaya saluran napas lebih terbuka dan lendir kelur dengan lebih mudah, tempatkan bantal ekstra di kepala si Kecil sehingga posisi kepalanya lebih tinggi daripada badannya.

Terapi uap air panas

Moms dapat membeli alat bantu uap yang tersedia di toko kesehatan untuk menguapi si Kecil. Meski praktis, alat tersebut dapat dirasa terlalu mahal dibeli. Maka, Moms dapat menyiasatinya dengan memandikan si Kecil dengan menggunakan air hangat. Uap dapat membantu melegakan tenggorokan yang tertutupi lendir.

Balsem dan minyak esensial

Gosokkan balsem khusus bayi di dada dan punggung si Kecil sebelum dia tidur. Ini akan membuatnya relaks sehingga lebih mudah bernapas. Balurkan pula minyak esensial, kayu putih, atau minyak zaitun di dada si Kecil agar dapat melegakan pernapasannya.

Makanan berprobiotik

Bakteri probiotik berjenis Lactobacillus dapat mencegah pilek. Probiotik secara umum juga mampu meningkatkan sistem imun sehingga si Kecil dapat melawan alergen dan infeksi penyebab batuk. Caranya, probiotik menstabilkan bakteri baik di usus. Makanan probiotik misalnya ASI, susu formula berprobiotik, dan yogurt.

Apa obat batuk herbal untuk anak usia 9 bulan?

Berikut ini obat batuk herbal dari bahan-bahan yang mudah Moms dapatkan yang manjur untuk bayi usia 9 bulan:

Rebusan jahe dan kencur

Sebelum memutuskan untuk membuat rebusan jahe dan kencur, ada baiknya Moms membicarakan terlebih dahulu langkah ini kepada petugas kesehatan. Sebab, setiap bayi berbeda perlakuannya untuk gejala batuk pilek yang dialaminya. Jika diperbolehkan, berikut ini cara membuat ramuan tersebut:

Potong jahe dan kencur dengan ukuran masing-masing 1cm. Lalu memarkan keduanya. Kemudian, rebus keduanya dengan menggunakan 1 gelas air. Tunggu hingga air tersisa setengahnya. Lalu, tambahkan perasan 1 buah jeruk nipis. Setelah diaduk rata, angkat, saring air rebusannya, dan berikan kepada si Kecil jika sudah tidak panas. Moms dapat menambahkan sedikit gula pasir agar rasanya tidak terlalu masam.

Jeruk nipis

Peraslah 1 buah jeruk nipis. Kemudian, berikan 3 sendok makan perasan jeruk nipis dicampur 5 sendok makan air matang. Air matang hangat perlu untuk mengencerkan perasan jeruk nipis agar tidak terlalu asam karena dikhawatirkan dapat mengiritasi lambung bayi.

Obat batuk herbal dari perasan jeruk nipis ini juga manjur untuk mengobati batuk orang dewasa. Pada orang dewasa, Moms dapat menambahkan 3 sendok makan madu sebagai perasa tambahan.

Sup ayam hangat

Bayi yang sudah makan MPASI bisa diberi sup ayam hangat untuk meredakan gejala radang karena batuk yang dialaminya. Sup yang hangat juga berkhasiat sebagai alat penguap alias vaporizer. Dengan demikian, sup ayam hangat membantu mengencerkan dahak dan lendir yang memampetkan hidung.

Kapan si Kecil yang batuk pilek harus dibawa ke dokter?

Sebenarnya, jika si Kecil sakit apa pun termasuk batuk pilek, si Kecil harus diperiksakan ke dokter. Namun, beberapa kondisi batuk pilek biasa akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 7 hari. Berikut ini kondisi-kondisi yang mengharuskan Moms segera membawa si Kecil ke dokter ketika dia batuk pilek:

  • Batuk lebih dari 10 hari tidak menunjukkan tanda-tanda sembuh/makin parah
  • Batuknya disertai darah
  • Dahak yang keluar berwarna kehijauan, kekuningan, atau coklat
  • Terlihat lemas yang ditandai suara batuk yang semakin lemah
  • Mengalami masalah pernapasan
  • Mengi (batuk dengan suara, tersengal-sengal)
  • Batuk terus-menerus (batuk rejan)
  • Demam di atas 38 derajat Celcius
  • Sulit bernapas ketika tidak sedang batuk-batuk
  • Bibir dan wajah berwarna kebiruan ketika batuk-batuk
  • Infeksi telinga yang diindikasikan dengan si Kecil yang menarik-narik telinga
  • Kulit di antara rusuk atau leher masuk ke dalam setiap kali si Kecil bernapas

Bagaimana cara mengobati batuk kering pada bayi usia 9 bulan?

Selain batuk berdahak, ada juga batuk kering yang tidak mengeluarkan dahak sama sekali. Nah, apa, sih, penyebab utama batuk kering ini terutama pada usia anak 9 bulan?

Penyebab utama batuk kering pada bayi biasanya adalah virus penyebab pilek dan flu. Batuk kering pada bayi juga bisa menjadi tanda dari kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, seperti asma, batuk rejan, alergi, dan croup (penyakit pembengkakan saluran pernapasan atas).

Moms harus tahu terlebih dahulu penyebab batuk kering pada si Kecil sebelum memberikan perawatan. Jika batuk keringnya karena pilek, Moms dapat membantu meringankan gejalanya dengan terapi uap dan memasang air humidifier di ruangan kamar. Ajak si Kecil untuk terapi uap selama sekitar 20 menit untuk meringankan gejala batuk-batuknya dan membantu melegakan pernapasannya. Sementara itu air humidifier cocok dipasang di ruangan ber-AC atau ruangan yang kering.

Jika batuk kering diakibatkan sakit influenza, Moms dapat membantu meringankan gejalanya dengan memberikan makanan bernutrisi serta memenuhi kebutuhan cairan si Kecil. Bayi yang sudah MPASI bisa diberi jus buah segar atau sup hangat supaya selalu terhidrasi sehingga saluran pernapasannya tidak kering.

Sementara itu, batuk kering yang muncul karena asma perlu diberikan perawatan khusus dari dokter. Batuk kering karena asma tidak dapat hilang dengan sendirinya. Moms hanya bisa mengontrol agar pemicunya tidak timbul seperti selalu membersihkan rumah dari debu, bulu hewan, serbuk sari, dan jamur.

Penyebab terakhir batuk kering yang memerlukan perawatan khusus adalah batuk karena kondisi kesehatan yang lebih serius. Profesor klinis pediatri Catherine Dundon, M.D., yang berpraktik di Vanderbilt University Medical School, mengatakan bahwa batuk kering saat musim dingin bisa jadi adalah gejala dari infeksi virus RSV yang berbahaya bagi bayi. Karena itulah, Moms perlu segera membawa si Kecil ke dokter anak.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

16131 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.