Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Berkomunikasi Dengan Si Kecil

PARENTING  |  26 Feb '18

Komunikasi yang baik dan benar bersama dengan Si Kecil akan membantu membangun hubungan positif antara orang tua dan anak. Hal ini akan membangun kepribadian yang baik, meningkatkan daya tahan terhadap stress dan menumbuhkan self-esteem. Komunikasi yang efektif akan membantu orang tua dan anak untuk saling memahami dan mencegah terjadinya kesalahpahaman.

Terdapat perbedaan antara komunikasi dan berbicara. Komunikasi melibatkan keduanya untuk saling mendengar dan mengerti. Komunikasi non-verbal juga termasuk dalam kategori komunikasi, dimana gerak tubuh dapat mengindikasikan sikap orang tua terhadap anaknya. Ketika Si Kecil sedang berbicara, condongkanlah tubuh ke arahnya, ini akan menunjukkan bahwa anda tertarik untuk mendengarkan ceritanya. Postur seperti bersilang tangan dan menopang dagu juga tidak dianjurkan karena dapat menandakan bahwa Anda sedang bosan ketika berbincang dengan Si Kecil.

Hal yang paling mengecewakan bagi anak ialah ketika dirinya tak mampu menyampaikan apa yang ingin dikatakannya. Acap kali Si Kecil hanya bisa menyampaikan keinginannya dan bukan apa yang ia rasakan. Ada baiknya sang buah hati dilatih untuk melampiaskan apa yang dirasakannya dan tidak memendamnya.

Perhatikan beberapa tips untuk berkomunikasi dengan lebih baik:

  1. Libatkan sang anak
    Komunikasi ialah interaksi dua arah, jangan menyempitkan pengertiannya hanya dengan bersuara. Sekedar memerintah anak untuk melakukan tugas rumah dan tanggung jawabnya tidak memenuhi makna komunikasi. Namun, apabila Moms memberikan mereka pujian setelah ia melaksanakan tugasnya, karakter Anak akan lebih mudah terbentuk karena perkataan konstruktif akan berbekas secara positif.
  2. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak
    Setiap hari Moms harus mengusahakan untuk meluangkan waktu buat Si Kecil. Terkadang orang tua terlalu sibuk untuk sekedar berbicara dengan Anak, terutama bagi Working Moms. Namun, sekedar sesi berbicara dan mendengarkan yang singkat dapat menunjukkan kepada Anak bahwa Moms masih perhatian dan peduli terhadap mereka. Moms dapat dengan mudah berkomunikasi ketika sedang bersama-sama berada di dalam mobil, sebelum tidur, ataupun ketika sedang melakukan tugas rumah.
  3. Fokus hanya kepada anak
    Moms harus menghindari aktivitas lain seperti mengangkat HP atau menonton TV ketika sedang berbicara dengan Si Kecil. Anak akan merasa tak dihargai dan kedepanya ia akan enggan untuk menyampaikan perasaannya. Jika Moms memang sedang sibuk dan tidak mampu merespon Si Kecil, katakanlah kepadanya bahwa Moms akan memberikannya waktu eksklusif untuk berbicara dengannya nanti (di kala sudah tidak sibuk).
  4. Hindari komunikasi ketika sedang marah
    Ketika sedang marah, Moms mungkin secara tidak sadar mengatakan hal yang tidak benar kepada Anak. Oleh karena itu, jika sedang marah Moms sebaiknya tidak berkomunikasi dengan Si Kecil. Perkataan kasar dapat menyebabkan Anak menjadi seorang pribadi yang tidak percaya diri, lebih sentimen dan memiliki mental pemberontak. Ada baiknya Moms meredahkan emosi sesaat sebelum berkomunikasi dengan Anak.

Semoga bermanfaat.

By: Stanley Sugianto.

VIEW REFERENCE ARTICLE

9498 Stanley Sugianto

Comments

Related Stories