Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Atasi Diare pada Anak

HEALTH TIPS  |  28 Feb '19


Diare adalah kondisi di mana tinja menjadi encer dan frekuensi buang air besar menjadi sering. Diare umumnya terjadi pada anak-anak. Biasanya, sakit diare tidak bertahan lama dan sering membaik dengan sendirinya.

Diare biasanya terjadi karena infeksi di usus. Virus adalah kuman penyebab infeksi paling umum. Selain itu, bakteri dan parasit juga bisa menyebabkan kelainan buang air besar ini. Anak-anak kadang-kadang bisa terkena diare karena terlalu banyak minum jus (diet tinggi gula), alergi makanan, intoleransi laktosa, dan masalah di usus seperti penyakit celiac (penyakit autoimun akibat konsumsi gluten) dan penyakit radang usus.

Gejala-gejala diare pada anak adalah sakit perut seperti kram pada saat pertama kali diare menyerang, diikuti oleh diare yang dapat berlangsung selama tiga hingga lima hari. Gejala lain mungkin termasuk demam, mual, muntah, dehidrasi, penurunan berat badan, dan kehilangan selera makan.

Berikut ini langkah-langkah mengatasi diare pada anak:

  • Berikan ASI kepada bayi yang sedang diare. Jika biasanya dia menyusui tiap dua jam, coba berikan ASI setiap jam sesuai kebutuhan si Kecil.

  • Berikan cairan rehidrasi oral seperti oralit pada anak-anak yang diare. Oralit yang terdiri dari campuran air, gula, dan garam berfungsi mengganti gula, cairan elektrolit, dan mineral penting yang hilang karena diare.

  • Berikan makanan sehat dalam porsi kecil namun sering kepada anak-anak yang sudah makan makanan padat. Namun, hati-hatilah dalam memilih makanan karena beberapa di antaranya dapat menyebabkan diare tambah parah, misalnya susu. Sebaliknya, berikan makanan seperti pisang, rebusan daging, ikan, dan nasi putih karena mudah dicerna. Jangan memberikan makanan yang mengandung terlalu banyak lemak, gula, makanan pedas, dan makanan berserat tidak larut (misalnya bayam, brokoli, kacang, wortel, tomat, seledri, timun, dan gandum utuh).
  • Hindari memberikan obat antidiare. Konsultasikan dulu obat apakah yang cocok untuk si Kecil ke dokter anak.

  • Cuci tangan dengan hati-hati setelah mengganti popok kotor atau membantu si Kecil di kamar mandi, Mintalah dia juga mencuci tangan hingga bersih karena penyakit diare biasanya sangat menular.

Langkah terbaik untuk mengatasi diare adalah memastikan bahwa si Kecil tetap terhidrasi. Periksakan si Kecil ke dokter anak jika Moms mencurigai bahwa dia mengalami keracunan makanan. Beberapa bakteri yang menyebabkan keracunan makanan, khususnya E. coli dan salmonella, dapat berakibat fatal bagi anak-anak jika tidak segera diobati.

Diare akibat keracunan makanan seringkali disertai dengan kram perut yang sangat menyakitkan dan mungkin ada tanda-tanda darah di tinja. Keracunan makanan juga cenderung menyerang kelompok dan muncul dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi makanan yang tercemar. 

Bawa si Kecil segera ke dokter apabila menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Wajah si Kecil terlihat pucat
  • Menangis tanpa mengeluarkan air mata
  • Lesu, kesadaran menurun
  • Mata cekung
  • Sulit bernapas atau sesak napas
  • Tidak buang air kecil setelah beberapa jam
  • Muntah bercampur darah atau cairan hijau/kuning
  • Demam tinggi
  • Tinja berdarah
  • Ruam-ruam pada tubuh
  • Si Kecil terlalu lemah bahkan tidak bisa berdiri sendiri
  • Diare lebih dari empat kali dalam delapan jam
  • Diare lebih dari tiga hari

Untuk mencegah diare, jalankan kiat-kiat berikut ini:

  • Ajari si Kecil untuk sering mencuci tangan dengan baik dan benar terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.
  • Jaga permukaan kamar mandi seperti wastafel dan toilet tetap bersih.
  • Cuci buah dan sayuran dengan baik sebelum makan.
  • Bersihkan meja dapur dan peralatan memasak dengan baik setelah memasak daging mentah terutama unggas.
  • Masukkan daging ke lemari es sesegera mungkin setelah membawanya pulang dari toko.
  • Masak daging sampai tidak berwarna merah muda.
  • Dinginkan semua sisa makanan daging sesegera mungkin dalam lemari es.
  • Jangan pernah minum air dari sungai, mata air, atau danau kecuali dinas kesehatan setempat telah memeriksa bahwa air tersebut aman untuk diminum.
  • Hindari mencuci kandang atau mangkuk hewan peliharaan di wastafel yang sama dengan yang digunakan untuk menyiapkan makanan.
  • Jaga area makan hewan peliharaan terpisah dengan area makan keluarga.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

548 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.