Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Cara Agar Bayi Tidak Cranky Setelah Imunisasi

HEALTH TIPS  |  22 May '18


Mungkin Anda sudah tahu, kalau imunisasi merupakan salah satu cara terbaik yang bisa diberikan kepada si kecil guna melindunginya dari ancaman serangan virus atau bakteri yang bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit. Namun saat ini, masih ada orangtua yang enggan untuk membawa anaknya imunisasi karena mereka tidak mau si kecil merasakan efek samping setelah imunisasi tersebut, di antaranya seperti demam dan juga rewel. Padahal imunisasi sendiri memiliki manfaat yang sangat baik untuk menjaga kesehatan si kecil.

Mom tidak perlu khawatir, karena jika si kecil mengalami reaksi ringan terhadap imunisasi yang diterimanya, Anda bisa dengan mudah mengatasinya. Reaksi yang terjadi bukanlah reaksi berbahaya ataupun membahayakan nyawa buah hati Anda. Bahkan umumnya hanya berlangsung sekitar 1-2 hari saja. Jangan sampai tidak memberikan imunisasi karena cemas akan efek sampingnya, biar bagaimanapun tubuh mereka sangat memerlukan imunisasi.

Manfaat Imunisasi Untuk Anak

Vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh si kecil memiliki peranan untuk memperkuat sistem daya tahan tubuh dan menghindarinya dari serangan berbagai jenis penyakit. Ketika si kecil menerima imunisasi lengkap, maka risiko terserang penyakit akan menurun, begitupun sebaliknya.

Cara Ampuh Mengatasi Rewel Setelah Imunisasi

Jika si kecil menjadi rewel setelah melakukan imunisasi, mungkin itu dikarenakan suhu tubuhnya yang meningkat. Maka dari itu, ketika si kecil demam dan menjadi rewel, Mom bisa mengatasinya dengan melakukan beberapa cara di bawah ini:

1. Pantau Suhu Tubuhnya

Agar bisa memberikan pencegahan sedini mungkin, maka Anda bisa memberinya obat penurun panas yang direkomendasikan oleh dokter anak. Bukan hanya bisa mengurangi demam, memberikan obat penurun panas seperti paracetamol juga bisa mengurangi rasa tidak nyaman yang pada bagian bekas suntikan.  

Untuk hasil yang maksimal, Mom juga bisa membarenginya dengan mengompres menggunakan air hangat apabila suhu tubuh si kecil mencapai angka 38°C. Ingat, jangan mengompres si kecil dengan menggunakan air dingin, agar perbedaan suhunya tidak menimbulkan sejumlah reaksi tertentu pada tubuh si kecil.

2. Jaga Asupan Cairannya

Kondisi suhu tubuh si kecil yang tinggi pastinya bisa memberikan pengaruh terhadap kadar cairan yang ada di dalam tubunya. Maka dari itu, Mom dianjurkan untuk tetap menjaga asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh si kecil. Anda bisa memberikan ASI secara rutin, agar ia tidak mengalami dehidrasi yang bisa memicu reaksi yang lebih parah.

3. Hindari Memberikan Selimut Tebal

“Berikan si kecil selimut yang hangat agar keringatnya cepat keluar dan suhu tubuhnya bisa segera turun.” Apakah Anda pernah menerima nasihat seperti itu? Anggapan tersebut merupakan hal yang kurang tepat. Mengapa? Karena ketika suhu tubuh si kecil tinggi, ia membutuhkan ruangan yang nyaman serta lega agar suhu tubuhnya bisa cepat turun. Mom juga bisa mengenakan si kecil dengan pakaian yang tipis dan juga longgar, namun tetap pastikan ia tidak kedinginan.

4. Kompres Bekas Suntikannya

Ketika si kecil rewel setelah menerima imunisasi, Anda juga bisa memberikan kompresan di daerah sekitar bekas suntikan dengan menggunakan air dingin, karena mungkin saja suhu tubuh yang naik ini diakibatkan oleh adanya pembengkakan pada area bekas suntikkan. Kompresan ini bukan hanya bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit, namun juga bisa mengurangi pembengkakan.

5. Berikan Pijatan Lembut

Cara terakhir yang cukup ampuh adalah memberinya pijatan lembut agar ia bisa merasa nyaman dan suhu tubuhnya lekas turun.

Intinya Anda tidak perlu khawatir ketika si kecil mengalami demam setelah imunisasi, kondisi ini merupakan kondisi normal dan sering dialami anak-anak setelah menerima imunisasi.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

479 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.

Ini 4 Gejala Penyakit Kanker Payudara yang Dapat Langsung Moms Kenali

Kanker payudara adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh ketidaknormalan pertumbuhan sel-sel di payudara.