Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bukan Hanya Daun Katuk, Perasaan juga Bisa Melancarkan ASI!

FEEDING  |  MY STORY  |  22 Feb '19

Di suatu hari yang cerah ketika para Ibu-Ibu Sosialita menjenguk menantu temannya yang baru melahirkan,

"Jeng, kasi anaknya minum air kacang hijau tuh, biar ASI-nya lancar. Kayaknya masih belek, deh," kata ibu A.

Ibu B pun menyahuti, "Iya, kasih makan daun katuk juga, Jeng, biar ngucur ASI-nya."

Ibu C ikut nibrung, "Atau minum vitamin-vitamin penambah ASI itu, Jeng."

Sang Ibu Mertuapun diam, mendekati sang menantu yang mulai grogi sambil berkata, "nak, makan apapun yang kamu suka. Bukannya kamu suka makan mie? Belilah mie di depot sebelah, suruh suamimu belikan. Lalu makan dengan hati gembira. Sebab, ASI-mu bukan saja diengaruhi dari apa yang kamu makan, tapi bagaimana perasaan kamu saat memakannya."

Kemudian Sang Ibu-Ibu sosialita itupun terdiam.

Sepenggal kisah yang menohok hati itu sebetulnya sangat banyak terjadi di sekeliling kita terutama pada ibu-ibu baru. Mungkin memang tidak semua mertua akan mempunyai sikap seperti itu, tapi setidaknya itulah impian dan cita-cita tiap menantu yang secara tidak sengaja di-bully oleh teman-teman sang mertua ataupun teman-temannya sendiri. Jadi, jika kita back to topic, makanan apa yang dapat melancarkan ASI?

ASI adalah Air Susu Ibu yang berumber langsung, asli, alami dari tubuh ibu. Kira-kira, apa saja bagian tubuh Ibu? Apakah Ibu hanya mempunyai raga tanpa jiwa?

Tubuh yang terdiri dari jiwa dan raga membentuk seorang Ibu yang menghasilkan ASI, jadi jika kita hanya membicarakan tentang makanan bagi raga, rasanya kurang afdol ya. Bagaimana dengan jiwanya?

Makanan apapun itu jika dimakan dengan hati yang gembira dan sukacita maka niscaya akan memberikan hasil yang maksimal, terutama kepada ibu menyusui. Jika sang Ibu memakan sekilo kacang hijau dengan berlinang air mata, rasanya ASI-nya pun tidak akan berpengaruh dengan sempurna. Atau sebaliknya, jika sang ibu hanya memakan sepiring nasi goreng dngan didampingi suami, keluarga dan suasana yang indah, bukankah semua itu akan memberikan efek yang baik bagi ASInya ?

Jadi, apakah makanan apapun itu tidak berguna untuk melancarkan ASI?

Seorang ibu yang sudah dewasa, pasti mengetahui apa yang baik bagi dia dan bayinya. Dia pasti bisa memilih apa yang pantas dan tidak pantas dia makan untuk diberikan kepadanya bayinya lewat ASI. Tidak mungkin seorang Ibu tega memakan nasi pedas di kala dia menyusui bayinya yang baru berumur hitungan hari, bukan?

Rasanya, makanan apapun itu jika dimakan dengan hati yang gembira, pasti akan melancarkan ASI bahkan membuatnya berlimpah.

Tapi, jika kita tahu bahwa beberapa makanan seperti kacang hijau, air kelapa dan daun katuk dapat memberikan efek yang baik bagi ASI, kenapa kita tidak memakannya dengan hati gembira agar ASI kita semakin baik dan anak kita semakin sehat

So, pada intinya, makanan yang memperlancar ASI adalah makanan apapun itu yang membuat hati kita bahagia saat memakannya. 

Selamat mengASIhiMommies!

Semoga bermanfaat.

By: Jb Bing

Copyright by Babyologist

100 Jb Bing

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Lancar Menyusui dengan Air Rendaman Kurma

Infused water berbahan kurma bisa membuat tubuh tidak mudah lapar saat puasa & meningkatkan produksi ASI.

Minum Nyaman dan Bebas Kolik Menggunakkan Botol Susu

Untuk mencegah kolik pada si Kecil, Mom Sherly melakukan beberapa trik saat menyusui dengan botol susu.

Aduh, si Kecil Kolik! Apa yang Harus Dilakukan?

Jika si Kecil kolik dan Moms belum tahu harus melakukan apa, tips dari Mom Regina ini mungkin bisa membantu.

Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Kolik

Kolik tentu akan membuat orang tua menjadi panik. Untuk itu, sebaiknya kita pelajari pencegahannya sejak dini.

ASI Bisa Lancar Karena Makanan?

ASI booster tidak selalu menghasilkan efek yang sama terhadap setiap Moms. Lalu, apa solusinya?

ASI Booster ala Mama Mertua

Mom Adelene membuktikan bahwa makanan tradisional ternyata jauh lebih efektif dalam melancarkan ASI.

ASI Kurang Lancar? Makanan Ini Dapat Membantu!

Berikut adalah daftar makanan yang dikonsumsi oleh Mom Vincensia untuk meningkatkan produksi ASI-nya.

Pengalamanku Menggunakan Pompa ASI Hospital Grade dan Portable

Kedua jenis pompa ASI ini sudah pernah digunakan oleh Mom Vynditan. Seperti apa pendapatnya? Yuk simak Moms.

Pompa ASI Hospital Grade dan Portable, Manakah yang Lebih Baik?

Di antara kedua jenis pompa ASI elektrik tersebut, manakah yang lebih baik menurut Moms?

Pilih Pompa ASI Hospital Grade atau Portable, Ya?

Agar tidak bingung dalam memilih tipe pompa ASI, ada baiknya Moms mengenali fitur dan kelebihan masing-masing.

The Reason Why I choose Portable Breastpump

Mom Junis memilih portable breast pump untuk mengosongkan payudaranya. Mengapa? Berikut alasannya.

ASI Lancar? Persiapkan sejak Masa Kehamilan

Bagaimana cara mempersiapkan produksi ASI sejak masa kehamilan? Berikut ini tipsnya.

Lakukan Hal Ini agar ASI Lancar dan Berkualitas

Mom Junis pernah mengalami saluran ASI yang tersumbat. Bagaimana caranya agar ASInya kembali lancar?

Tips ASI Lancar Setelah Beberapa Hari Stop Menyusui

Walau stop menyusui selama beberapa hari, tapi setelah itu Mom Reza bisa menyusui lagi dengan lancar. Caranya?

Cara Alami agar ASI Lancar dan Melimpah

Moms tidak harus selalu mengandalkan obat-obatan agar ASI melimpah. Cara alami berikut juga bisa lho.

Tips Memperbanyak ASI

Agar ASI seimbang antara kuantitas dan kualitasnya, Moms bisa mencoba 7 tips memperbanyak ASI dari Mom Adelia.

ASI Lancar Sesaat Setelah Melahirkan, Bagaimana Caranya?

Setelah melahirkan, Moms tentu ingin agar ASI segera keluar dan lancar, kan? Yuk simak tipsnya di sini.

Tips Mom Nurhakiki agar ASI Selalu Lancar

Apa saja cara yang dilakukan Mom Nurhakiki agar ASI-nya terus lancar? Simak tipsnya berikut ini.

Tips Lancar MengASIhi bagi Mama Eping (ekslusif pumping)

Moms yang melakukan eksklusif pumping wajib mengetahui beberapa tips berikut untuk melancarkan ASI!

ASIP juga Bisa Basi lho Moms!

Mom Editha menceritakan pengalamannya saat ASIP yang disimpannya basi. Apa penyebabnya?