Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Botol susu Dr. Brown's: Pilihan Tepat Saat Kolik

FEEDING  |  MY STORY  |  REVIEWS  |  25 Mar '19


Bicara tentang kolik pastinya sudah tidak asing lagi di dunia parenting. Seperti yang diketahui, kolik ini cukup membahayakan bagi si Kecil. Kolik akan membuat bayi lelah menangis yang dikeluarkan seiring dengan teriakan keras yang terus berlangsung selama satu hingga empat jam. Kondisi seperti ini membuat wajah bayi memerah. Kondisi seperti ini juga bisa disebabkan dari perut yang buncit karena kembung, sehingga akibatnya kaki terasa dingin, tangan mengepal dan kaki bergantian antara tertekuk atau diperpanjang langsung keluar.

Kolik menyerang dimulai dari usia 2 minggu hingga 3 bulan. Kolik bisa disebabkan karena belum matangnya sistem pencernaan bayi di bawah usia 3 bulan sehingga zat makanan belum sempurna diserap.

Kolik bisa bersumber dari alergi susu sapi, juga bisa terjadi karena si Kecil menyerap zat makanan dengan cepat dan berlebihan. Kolik tidak mengenal waktu, bisa terjadi baik saat pagi, siang, sore bahkan malam.

Gejala bayi yang mengalami kolik dapat diketahui dengan cara:

  • Tangisan dan teriakan sampai 4 jam dan akan berulang hingga 3 kali dalam seminggu.
  • Wajahnya memerah dengan kaki diangkat ke arah perut dan diregangkan. Kaki bayi akan terasa dingin saat diraba.

Namun penyebab kolik sesungguhnya memang belum diketahui secara pasti. Maka dari itu, saya pun memilih jenis botol susu anti kolik untuk Gabriel yang dapat membantu Gabriel terhindar dari kolik.

Dari sekian banyak jenis botol susu dengan keunggulannya, saya memilih botol susu anti kolik dari Dr. Brown's. Saya pribadi sudah memakaikan botol susu Dr. Brown's ke Gabriel sejak lahir. Buat saya, bahan pertimbangan dalam memilih botol Dr. Brown's lebih banyak kelebihannya daripada kekurangannya.

Kelebihan Dr. Brown's

  1. Teknologi Dr. Brown's yang memiliki pipa di dalamnya adalah kunci dari masalah tersedak sehingga susu yang dikeluarkan memberikan aliran alami tanpa jeda (pertukaran udara). Aliran ini mirip seperti ASI yang keluar dari payudara.

  2. Internal Vent System yang secara otomatis mengurangi oksidasi dalam botol dan menyebabkan penurunan gizi. Sehingga kandungan dalam susu terjaga dan bertahan lebih lama.

  3. Mengurangi risiko tersedak, kembung masuk angin dan muntah (kolik) karena bayi akan meminum susu secara murni tanpa campuran udara. Sehingga risiko kolik dapat ditekan. Bayi akan merasa nyaman.

  4. Bahannya super aman, mudah digenggam bayi, tidak ada cela untuk tumpah. Apalagi sekarang bahan botol susu PPSU yang bisa tahan 2 tahun.

Namun botol susu anti kolik Dr. Brown's memiliki kekurangan sendiri, yaitu banyak sekali itemnya sehingga pada saat pencucian cukup repot.

Tetapi jika keuntungan dan manfaatnya lebih banyak, apalah arti pencucian yang ribet dan lama. Menggunakan botol susu anti kolik dari Dr. Brown's dapat membuat anak menyusu dengan nyaman tanpa takut atau khawatir kolik menyerang.

 

Semoga bermanfaat.

By: Leny Larose

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

337 Leny Larose

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Botol Susu Pertama Medina

Jujur saya bukan ibu yang menyukai anak minum susu menggunakan dot/botol susu. Karena repot harus disterilkan dan harus perah ASI.

Dr. Brown's: Pilihan Tepat Mengatasi Kolik

Saat mencari botol susu, kita harus detail memahami plus minusnya. Menurutku, Dr. Brown's adalah pilihan tepat.

Pilihlah Botol Susu Anti Kolik Berdasarkan Kualitas, Bukan Harganya

Dengan harga yang terjangkau, si Kecil tetap bisa mendapatkan botol susu anti kolik yang berkualitas kok Moms.

Atasi Kolik? Yuk Pilih Botol Susu yang Tepat!

Sebelum memilih botol susu anti kolik yang tepat untuk bayi, ada poin-poin penting yang harus diperhatikan.

Review Prenagen Lactamom: Susu yang Mampu Meningkatkan Supply ASI

Berdasarkan pengalaman Mom Editha, susu ini mampu meningkatkan produksi ASI-nya secara efektif.