Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bolehkah Ibu Hamil Kerokan?

HEALTH TIPS  |  PREGNANCY  |  07 Dec '17

Salah satu kebiasaan orang Indonesia ketika masuk angin adalah kerokan. Saya termasuk salah satunya, meskipun tidak terlalu sering. Nah, baru-baru ini saya kerokan juga sehabis pulang dari luar kota karena sempat demam beberapa hari. Setelah kerokan baru merasa agak baikan. Saya jadi teringat pas masa-masa hamil, pernah masuk angin dan pengen banget kerokan, tapi tidak saya lakukan karena kondisi lagi hamil tersebut. Banyak yang bertanya-tanya, boleh ga sih kerokan pada saat hamil?

Dikatakan oleh seorang dokter spesialis kandungan, dr. Ali Sungkar, Sp.OG, tidak boleh jika seorang ibu hamil melakukan kerokan, apalagi saat usia kandungan masih memasuki trimester pertama dan kedua. Berikut ini adalah beberapa alasan dari dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari melakukan kerokan selama masa kehamilan.

  1. Menyebabkan Kontraksi Dini
    Kontraksi dini dapat terjadi seketika setelah ibu hamil dikerok. Secara alami, ketika tubuh mengalami peradangan seperti yang terjadi akibat kerokan maka tubuh akan membuat sistem pertahanan tubuh dengan melepaskan cytokines, yaitu sel yang memperkuat tubuh saat virus menyerang tubuh. Kemudian, cytokines akan memicu pelepasan hormon prostaglandin. Hormon prostaglandin inilah yang menyebabkan kontraksi pada rahim. 
  2. Meningkatnya Virus dan Bakteri dalam Tubuh
    Kerokan mengakibatkan pori-pori kulit terbuka selama beberapa saat. Dan biasanya di saat inilah angin di dalam tubuh dapat keluar. Akan tetapi kondisi ini menyebabkan bakteri atau virus yang ada di sekitar ibu hamil mudah masuk ke dalam tubuh. Semakin sering ibu hamil melakukan kerokan, semakin besar resiko terpapar bakteri dan virus, dan hal ini dapat memicu infeksi yang membahayakan bagi janin.
  3. Meningkatkan Kemungkinan Bayi Lahir Prematur
    Seperti yang di bahas di point nomer 1, kerokan dapat menyebabkan kontraksi dini. Dan jika terus menerus dilakukan maka kontraksi yang terjadi dapat memicu janin lahir lebih cepat dari yang seharusnya. 
  4. Inflamasi
    Ide dasar kerokan adalah menimbulkan inflamasi atau peradangan di permukaan kulit. Akibatnya, pembuluh darah akan melebar dan aliran darah diharapkan lebih lancar. Aliran darah yang lancar adalah solusi tepat mengatasi masuk angin. Tapi, ibu hamil tidak diperbolehkan kerokan karena inflamasi ini berisiko menyebabkan reaksi radiovaskuler yang otomatis meningkatkan suhu tubuh ibu. Selain itu, inflamasi juga berisiko memecahkan pembuluh darah kapiler ibu hamil.

Nah, jadi buat bumil yang merasa masuk angin, lebih baik jangan melakukan kerokan yah. Atasi saja masuk angin dengan cara-cara lain yang lebih aman. Semoga bermanfaat

By: Valent Cindy

BACA JUGA: Gejala Haid Atau Hamil Ya?

1574 Valent Cindy Send Message to Writer

Related Stories