Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bisakah Orangtua Koreksi Lisp pada Anak?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  12 Oct '18

Salah satu gangguan bicara yang sering dialami adalah lisp. Lisp didefinisikan sebagai salah ucapan atau pelafalan dari suatu kata. Jika si Kecil salah mengucapkan kata-kata, Moms dapat membantu mengoreksinya agar menjadi benar. Fenomena ini termasuk dalam gangguan berbicara psikogenik. Biasanya, lisp ditandai dengan gerak bibir dan lidah yang menarik perhatian.

Seseorang yang mengalami lisp sulit untuk mengucapkan kata-kata yang mengandung huruf s. Dia akan mengucapkannya dengan ekstra menonjol, ekstra lemah lembut, dan ekstra memanjang. Orang normal akan memproduksi suara konsonan s dengan cara menempatkan lidah di belakang gigi atas. Namun, orang dengan kelainan lisp mendorong lidahnya keluar.

Moms tidak perlu khawatir jika si Kecil mengucapkan kata-kata dengan huruf s seperti itu. Banyak anak melakukan hal ini dan sebagian besar di antaranya akan sembuh dengan sendirinya saat si Kecil berusia 7 tahun tanpa intervensi apa pun.

Moms yang memberi tahu bahwa si Kecil memiliki kelainan lisp tidak akan menyembuhkan dirinya dari hal tersebut dan mungkin malah akan mencederai harga dirinya. Meskipun Moms tidak dapat selalu melindunginya dari ejekan orang lain, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk membantu si Kecil melawan lisp.

Penanganan Lisp pada Si Kecil

  1. Berikan perawatan pada gejala alergi, demam, atau sinus sehingga si Kecil bisa bernapas dengan bibirnya dan melalui hidungnya
    Postur pernapasan terbuka menyebabkan lidah menjadi rata dan menonjol. Ajari si Kecil cara melesit dengan benar untuk mengatasi hidung tersumbat yang seringkali juga menjadi sumber gangguan berbicara.

  2. Jauhkan jari-jari si Kecil dari mulutnya sesering mungkin
    Mengisap jempol dapat berkontribusi pada munculnya cadel. Bukan tugas mudah untuk membantu seorang anak berhenti mengisap jempolnya. Untuk itu, cari tahu kapan saat-saat paling mungkin si Kecil mengisap jempolnya. Jika dia sering mengisap jempol saat menonton TV, arahkan anak untuk beraktivitas lainnya yang menghibur seperti bermain dengan mainan favorit.

  3. Hindari dot dan botol bayi
    Beralihlah ke cangkir bukan gelas hisap (sippy cup) sesegera mungkin. Sippy cup memang mengurangi kemungkinan susu atau minuman tumpah tetapi tidak membuat anak mengembangkan kekuatan oral-motorik yang baik. Kekuatan oral-motorik sangat penting dalam perkembangan bicara seorang anak. Sementara itu, sedotan adalah alat yang baik untuk melatih kekuatan oral-motorik karena memaksa anak untuk menggunakan bibir daripada memberikan tekanan pada gigi.

  4. Bawa si Kecil ke dokter gigi jika salah satu gigi susunya tidak sengaja lepas dan gantilah dengan gigi palsu
    Hal ini akan menghentikan lidah si Kecil untuk menembus celah tempat bekas gigi susunya berada sebab kebiasaan ini dapat menghambat perkembangan kemampuan berbicaranya. Kebiasaan ini merupakan salah satu yang sulit diperbaiki setelah gigi dewasanya muncul di sekitar usia 7 tahun.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

461 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tertarik Menyekolahkan Anak di Sekolah Alam? Ini Plus Minusnya!

Sekolah alam tentunya berbeda dengan sekolah formal, mulai dari kurikulum, suasana hingga metode pembelajarannya.

Plus Minus Menggunakan White Noise

Tingkah laku si Kecil memang unik-unik ya, Moms? Kadang mengundang gelak tawa, tapi terkadang juga membuat jengkel.

Apa sih Pengaruh Seorang Ayah terhadap Anak?

Bagi semua orang, merawat anak selalu menjadi tanggung jawab bagi para ibu, karena mereka semua berpikir bahwa laki-laki bekerja mencari nafkah [...]

Tips Mengenalkan Alphabet pada Anak

Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengenalkan anak pada alphabet dengan cara. Apa saja itu?

Mengajarkan Kedisiplinan Tidur pada Anak

Adakah cara bagaimana agar anak bisa tidur tenang semalaman dan mungkin bisa tidur dan bangun teratur di jam yang sama?

Bermain dengan Stiker Banyak Manfaatnya Lho

Stiker itu bisa jadi alat bermain dan belajar yang menyenangkan dengan anak-anak lho. Apa saja manfaatnya?

Amankah Batita Bermain Pasir?

Apa hal positif dan risiko membiarkan anak bermain pasir?

Kemandirian Anak Muncul Melalui Metode Montessori

Telah banyak yang mengetahui bahwa metode belajar montessori memiliki beragam banyak manfaat bagi anak.

Main di Rumah VS Main di Luar Rumah

Moms kelompok mana? Suka si Kecil main di dalam rumah atau di luar rumah? Yuk simak cerita Mom Fiko berikut ini

Tips agar Anak Bisa Anteng Saat Bermain atau Dibacakan Buku

Moms si Kecil susah sekali duduk anteng saat main dan membaca? Yuk simak tips ala Mom Wahyu untuk mengatasinya

Komunikasi dengan si Bayi Yuk!

Walau belum bisa bicara & mengerti apa yang kita bicarakan, tapi bayi sudah bisa diajak berkomunikasi lho.

Pentingnya Sosialisasi pada Tumbuh Kembang Anak

Penting bagi anak untuk belajar bersosialisasi agar ia mulai belajar memikirkan orang lain selain diri sendiri.

Simak dan Pelajari Cara agar Bayi Tidak Rewel Waktu Mau Tidur

Mengapa si Kecil menjadi rewel setiap kali waktunya tidur dan bagaimana cara mengatasinya?

Ciri Anak Sehat Tidak Dilihat dari Fisiknya Saja

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga sangat penting bagi pertumbuhan si Kecil loh Moms!

Montessori Play: DIY Membuat Playdough di Rumah

Metode Montessori bisa Moms terapkan di rumah lho, dengan membuat DIY Playdough untuk si Kecil.

Perlukah Memakai Pagar Bayi?

Baby fence lagi happening banget ya Moms. Tapi, sebenarnya seberapa perlu sih penggunaan pagar bayi ini?

Mengenalkan Berenang Sejak Dini

Berenang sejak dini banyak sekali manfaatnya lho Moms, bukan hanya untuk anak tapi untuk orangtua juga

Tips agar si Kecil Tidak Bosan dengan Mainannya

Beberapa anak memiliki kecenderungan cepat bosan dengan mainannya. Bagaimana mencegahnya agar tidak bosan?

Stimulasi Bayi 1 Bulan dengan 5 Jenis Mainan Ini

Permainan apa saja yang bagus untuk stimulasi si Kecil yang berusia 1 bulan?

Bermain Corat Coret Seru dengan si Kecil

Kegiatan apa yang bisa dilakukan di rumah dengan si Kecil tapi juga bisa membantu tumbuh kembangnya?