Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Betulkah Konsumsi Makanan Pedas Saat Hamil Picu Bayi Lahir Botak?

OTHERS  |  08 Jun '18


Seperti yang kita ketahui, Indonesia terkenal dengan berbagai macam kulinernya terutama kuliner pedasnya. Kita juga pasti sering mendengar perkataan "kalau lagi hamil jangan makan pedas nananti anaknya botak lho atau nanti rambut anaknya tipis lho"

Tapi setelah saya cari tahu kebenarannya, ternyata sebenarnya makanan pedas tidak pernah memberikan dampak bahaya secara langsung pada moms yang sedang hamil, apalagi membuat bayi menjadi botak. Hanya saja harus diperhatikan kandungan dari makanan pedas tersebut. Misalnya makanan pedas dengan lemak jenuh yang tinggi seperti daging rendang. Selain mengandung protein hewani yang tinggi, lemak jenuh pada makanan tersebut yang memungkinkan terjadinya resiko pada kehamilan.

Beberapa ibu hamil sering mengalami nyeri di ulu hati. Saya salah satunya sewaktu masih hamil. Karena makanan pedas adalah favorit saya. Makanan pedas yang dikonsumsi secara berlebihan oleh moms yang sedang  hamil bisa membuat rasa nyeri semakin terasa. Ini mengakibatkan moms semakin tidak sehat dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena nyeri yang mengganggu. Bukan tidak mungkin jika nyeri yang dialami moms hamil bisa menyebar ke organ lain karena kontraksi pertumbuhan janin.

Makanan pedas yang dikonsumsi pada orang normal biasanya juga bisa menyebabkan diare. Masalah pencernaan ini bisa sangat mengganggu moms yang sedang hamil. Pertumbuhan janin di dalam kandungan memang menekan kandung kemih moms. Jadi jika diare ini terjadi pada moms yang sedang hamil, maka moms akan lebih sering ke kamar mandi dari pada orang awam biasanya. Moms yang sedang hamil harus bolak-balik kamar mandi dan otomatis moms juga lebih cepat lelah.

Kelelahan tersebut sangat berbahaya karena selain untuk diri moms sendiri, tenaga juga harus disalurkan ke bayi yang berada di dalam kandungan. Apalagi ditambah cairan yang semakin menurun karena dehidrasi setelah diare. Dehidrasi inilah yang akan mengakibatkan risiko yang besar pada perkembangan janin. Oleh karena itu, makanan pedas boleh dikonsumsi asal tidak berlebihan dan tidak menimbulkan akibat yang buruk bagi kesehatan moms yang sedang hamil.

Namun bagi moms hamil yang memang memiliki hobi makan makanan pedas, moms tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara untuk membuat moms tetap bisa mengkonsumsi makanan pedas. Salah satunya dengan minum segelas susu setelah makan pedas. Rasa mulas dan asam pada sistem cerna akan berkurang dengan segelas susu tersebut. Atau bila nggak suka minum susu, moms bisa minum satu sendok madu setelah makan untuk menawar rasa mulas dan asam pada saluran pencernaan.

Jadi kesimpulannya, makanan pedas tidak berpengaruh pada perkembangan janin termasuk pertumbuhan rambut atau menjadi botak. Makanan pedas bisa berdampak pada kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan dan menyebabkan diare berkepanjangan atau dehidrasi. Maka konsumsi makanan pedas pada moms hamil harus dikontrol dengan baik agar moms dan bayi selalu terjaga kesehatannya.

Semoga bermanfaat.

By: Vina Yuliana

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2360 Vina Yuliana

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Babyo Hati ke Hati : Juni 2020

Hi Moms, yuk simak Babyo Hati ke Hati edisi Juni berikut ini!

Babyo Hati ke Hati Ed#1

Hai Moms! Yuk simak Babyo Hati ke Hati edisi pertama dari Chief Editor Babyo.

Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Membeli Food Processor?

Apa aja sih yang perlu diperhatikan sebelum membeli food processor? Fungsinya, kapasitasnya, atau harganya?

FAQ - Babyo Story, Points, dan Babyo App

"Kok, artikelku lama banget di-publish-nya, sih?" Mau tahu alasannya? Yuk temukan di sini!

Kata Mertua VS Fakta

Perbedaan pendapat dengan mertua seringkali memicu ketegangan dalam rumah tangga.

Kamu Orang Tua Baru? Udah Tahu soal yang Satu Ini Belum?

Betulkah bayi yang menangis menjerit-jerit itu karena ia merasa lapar?

Hamil dan Bingung Harus Bagaimana?

Babyologist hadir sebagai social media platform untuk memberikan dukungan masa kehamilan & parenting.

Babyo App: Cara Share Story - Weekly Topic

Sekarang, Moms bisa menulis artikel “Weekly Topic” di Babyo App, lho! Simak di sini caranya!

Babyo App: Cara Share Story

Siapa yang suka share pengalaman di Babyo? Sekarang Share Story bisa dilakukan lewat Babyo App lho!

Babyo App: Cara Share Moment

Kini share moment lebih mudah dengan Babyo App. Yuk ikuti langkahnya di sini!

Apakah Ada Efek Samping dalam Menggunakan Pil KB?

Tahukah Moms, bahwa ternyata ketika menggunakan Pil KB akan menimbulkan efek samping?

Kapan Nano Punya Adik?

Tidak terasa sebentar lagi usia Nano 2 tahun, kira-kira kapan Nano akan punya seorang adik? Yuk, simak jawaban mom Lysa.

What To Bring While Traveling With 4 month Baby?

Tentunya setiap ibu ingin travelling bersama sang buah hati. Apa yang perlu dibawa saat travelling bersama si Kecil?

Ketidakcocokan Rh Selama Kehamilan

Ternyata ketidakcocokan Rh juga dapat berpengaruh sampai keguguran loh Moms, berikut informasi lengkapnya.

Pentingnya Asupan Bebas Gluten Bagi Kesuburan Pria dan Wanita

Jumlah gluten pada tubuh ternyata dapat mempenggaruhi berbagai hal loh Moms, yuk simak informasi selengkapnya.

Packing Essential Saat Liburan Bersama si Kecil

Tentunya setiap keluarga ingin pergi berlibur bersama anaknya, karena itu perlu disiapkan barang bawaan yang diperlukan.

Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan didefinisikan sebagai tumor ganas di faring, laring, atau amandel.

Bisakah Seorang Wanita Berovulasi Lebih Dari Satu Kali Per Siklus?

Apakah moms mengetahui bagaimana seorang wanita berovulasi dan akhirnya mengalami pembuahan? Yuk, simak informasinya!

Ide Bermain Anak - Pattern Game

Masih banyak barang bekas yang bisa dikreasikan untuk jadi mainan si Kecil loh Moms! Yuk, coba permainan berikut.

Apa itu Sindrom Down?

Apakah Moms pernah mendengar tentang sindrom down? Apa jenis, penyebab sindrom down dan bagaimana efeknya?