Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Berteman dengan Pre-eklamsia

MY STORY  |  PREGNANCY  |  24 Aug '19


Kata pre-eklamsia mungkin menjadi suatu momok tersendiri bagi para ibu-ibu yang sedang mengandung. Begitupun dengan saya dulu. Bagaimana tidak? Pre-eklamsia merupakan awal dari terjadinya eklamsia, salah satu jenis gangguan kehamilan yang biasa dikenal dengan keracunan kehamilan. Pre-eklamsia dapat menyebabkan terjadinya kebocoran protein dalam urin dan meningkatnya tekanan darah, yang efeknya dapat membahayakan baik bagi ibu ataupun bayi yang sedang dikandung.

Saat seorang ibu hamil mengalami gejala pre-eklamsia, biasanya dokter akan melakukan sejumlah treatment untuk menjaga kondisi ibu dan anak. Treatment paling sering disarankan apabila kondisi semakin memburuk adalah dengan menyegerakan persalinan guna menyelamatkan ibu dan anak. Namun, bagaimana jika pre-eklamsia sudah ditemukan saat HPL kehamilan masih cukup jauh? Itulah yang dulu saya alami.

Saat usia kehamilan mulai masuk ke TM 3 (usia sekitar 27-28 minggu), dokter menemukan tanda-tanda pre-eklamsia pada diri saya; tekanan darah 150/90 dengan hasil tes protein urin +1. Dikarenakan adanya keinginan yang kuat untuk melahirkan dalam waktu yang pas (a-term) bagi si kecil, akhirnya dokter memberikan beberapa tips yang dapat saya lakukan, yang kali ini ingin saya bagikan. Apa saja itu? Mari kita bahas:

1. Kurangi konsumsi natrium

Yaa..saat sudah terdeteksi, ada baiknya moms kita kurangi konsumsi natrium. Hal tersebut dikarenakan natrium bersifat mengikat air dalam tubuh sehingga menyebabkan kerja pembuluh darah jadi semakin berat. Hasilnya tekanan darah dapat sulit dikendalikan. Oh ya moms, natrium bukan hanya berasal dari garam dapur saja ya! Dalam kecap dan aneka saos lainnya biasanya juga terdapat natrium, jadi batasi juga penggunaannya.

2. Cukup minum

Pastikan kita memenuhi kebutuhan cairan kita ya moms. Supaya peredaran darah tetap lancar. Asupan cairan dapat berupa air putih, air kelapa, buah, dll.

3. Gizi seimbang

Saat makan, pastikan kita tidak hanya sekedar kenyang. Namun perhatikan juga komposisinya. Saat pre-eklamsia sudah ditegakkan, sebisa mungkin saat makan kurangi konsumsi karbohidrat, gula tambahan dan lemak (bukan dihilangkan ya) serta tingkatkan konsumsi serat, protein dan kalsium.

4. Cukup istirahat, cukup bergerak

Biasanya saat terdeteksi pre-eklamsia, dokter akan meminta kita untuk cukup istirahat dan mengurangi aktivitas berat. Namun, usahakan untuk tetap cukup bergerak moms. Lakukan gerakan gerakan ringan supaya peredaran darah tetap lancar. Untuk memilih aktivitas apa yang aman, konsultasikan pada dokter masing-masing ya!

5. Waspadai 3 tanda bahaya tubuh

Terkadang, pre-eklamsia tidak memberi gejala yang terlalu berarti. Begitupun dengan saya dulu. Dengan tensi setinggi 150/90 saja saya tidak merasa pusing sedikitpun. Namun, bila moms menemukan 3 tanda bahaya, yaitu: pusing berat, pandangan kabur, sakit perut yang teramat sangat; segera datang ke RS ya

6. Minum obat secara teratur

Biasanya dokter akan meresepkan sejumlah obat bila pre-eklamsi sudah ditegakkan di pertengahan kehamilan. Pastikan untuk rajin meminumnya dengan aturan yang tepat ya moms.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

183 Astrini Suhita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?

Sounding ke Bayi, Mempermudah Persalinanku

Waktu 2 garis di test pack itu muncul, betapa bahagianya hati Saya dan Suami. Kami memang tidak menunda punya momongan dan diberikan kepercayaan [...]

My First Pregnancy Story (Part 1)

Saya menikah pada bulan Januari 2017 di usia 24 tahun. Sebelum menikah, saya tidak pernah melakukan Premarital Check-Up.

Galau Masalah KB? Berikut Pengalaman Pribadi Saya

Permasalahan KB buat para ibu yang baru melahirkan ini susah-susah gampang ya Moms.

Pentingnya Berjalan Kaki selama Hamil

Yuk jalan kaki selama masa kehamilan Moms karena banyak sekali manfaatnya loh