Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Berbicara Dengan Janin Bisa Mengurangi Stres?

MY STORY  |  17 Nov '17

Di kehamilan saya yang pertama ini, saya merasa banyak keajaiban-keajaiban kecil yang saya alami, terutama di trimester pertama. Saat itu saya melakukan perjalanan ke Korea selama 3 minggu untuk menemani suami yang bekerja. Dokter mengijinkan saya pergi karena saya dan janin cukup kuat. 

Selama di Korea, saya merasa cukup stress. Selera makan saya berubah 70%, yang tadinya saya sangat suka dengan makanan Korea, sekarang saya jadi mual. Lalu saya juga mengalami flek karena kelelahan berjalan dan naik turun tangga. Dan selama disana saya tidak bisa membeli obat tanpa resep dokter lokal. Selama satu minggu saya mengalami flek, hapir saja saya masuk UGD.

Di kala frustrasi, saya mencoba untuk mengajak janin berbicara dan kondisi saya berungsur-ungsur membaik. Ini yang saya lakukan saat itu:

1. Tenang dan menyadari janin sebagai human being
Saat saya stress karena berbagai hal yang disebutkan diatas, saya mencoba untuk lebih tenang. Saya mencoba untuk menyadari, dan merasakan kehadiran janin di dalam rahim saya. Saya mengelus perut yang sama sekali belum berasa menonjol dengan penuh kasih. Saat itu adalah bulan kedua menuju ketiga masa kehamilan saya.

2. Mengajak janin untuk ikut bersyukur
Saya mengatakan pada janin saya bahwa saya bersyukur atas hidup saya, memiliki dia saat saya traveling jauh. Saya bercerita bagaimana saya bersyukur setiap hari melihat bunga, awan, dan saya senang dia ikut menemani saya bisa merasakan semua hal yang indah.

3. Mengajak janin untuk kuat selama di rahim
Di bulan kedua tersebut orang tua dan teman-teman sudah mengatakan sangat rentan untuk janin bisa keguguran jika sampai terjadi flek, dan saya harus bedrest. Saya bedrest tapi tidak total, karena tidak kuasa menahan rasa bosan di hotel. Saya tetap keluar hotel kurang lebih selama 5 jam, kemudian balik dan beristirahat kembali. Saya mencoba untuk lebih relax. Saya memberikan kata-kata afirmasi positif dan berkata "Saya dan janin saya kuat", "Mommy senang jalan-jalan, nak, kamu yang kuat ya di rahim Mommy. Kamu yang sehat supaya Mommy bisa mengajak kamu jalan-jalan disini ya".

4. Ajak suami ikut andil bagian
Syukurlah suami saya bisa mengajak saya untuk berpikir lebih tenang. Walaupun bukan tipe romantis, suami saya juga melakukan hal yang sama seperti saya, mengelus perut, mencium dan membuat saya dan janin merasa nyaman. Ajak suami untuk menanamkan afirmasi dengan tindakan ataupun dengan kata-kata kepada janin juga. 

Keempat hal di atas menguatkan saya dan membuat saya lebih yakin bahwa "everything is going to be alright" dan percaya atau tidak, minggu berikutnya flek berangsur membaik, dan saat kembali ke Indonesia, dokter mengatakan janin cukup kuat dan tak ada masalah sama sekali. Mom, mungkin sharing saya kali ini kasusnya akan berbeda-beda tergantung dari masalah kesehatan juga. Namun memulai percakapan dengan janin kita tidak mengenal harus berapa minggu baru dia bisa diajak berkomunikasi. 

Pengalaman kecil dan menakjubkan ini membuat bonding saya dengan janin saya lebih kuat. Semoga Moms juga bisa merasakan pengalaman menakjubkan dan keajaiban di kehamilan saat ini ya!

By: Christiana Joan

1373 Christiana Joan

Comments

Related Stories