Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Berbahayakah Tidur Satu Ranjang dengan Bayi?

BABY  |  BRANDS  |  OTHERS  |  18 Dec '18


Setelah melahirkan, tentu akan sulit bagi Moms untuk tidak menghabiskan setiap waktu bersama si Kecil. Moms pasti ingin selalu berada di sisi si Kecil sembari memberikannya perhatian penuh. Banyak orang tua bahkan memutuskan untuk tidur seranjang dengan bayi ketika sedang beristirahat agar dapat terus memantau kondisinya. Namun, apakah Moms tahu bahwa ternyata kebiasaan tersebut memiliki dampak negatif? Bahkan terdapat risiko bayi mengalami kematian mendadak/SIDS (sudden infant death syndrome).

Sebuah studi di Amerika Serikat menyebutkan bahwa jumlah kematian bayi ikut meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah orang tua yang tidur bersama dengan bayinya. Tercatat bahwa jumlah bayi di bawah 1 tahun yang meninggal karena sesak napas meningkat dari 12.4% menjadi 28.3% per 1,000 bayi di U. S. sejak tahun 1999 hingga 2015. Mayoritas dari kasus kematian ini sendiri terjadi ketika bayi sedang berada di tempat tidur.

Kematian akibat sesak napas atau tercekik akan semakin berisiko apabila orang tua meletakkan bantal, boneka, maupun selimut yang memenuhi kasur tidur bayi. Tempat tidur yang terlalu sesak akan membuat ruang gerak bayi menjadi sempit sehingga akan menjadi lebih berisiko. “Mungkin orang tua tidak mengikuti rekomendasi prosedur tidur yang aman bagi bayi, untuk menempatkan bayi di tempat tidur tanpa adanya boneka, selimut, bantal, serta barang-barang lain yang dapat menyebabkan sesak napas,” ujar Peneliti Studi, David Schwebel dari University of Alabama di Birmingham.

Semua wanita yang baru melahirkan tidak disarankan untuk tidur seranjang dengan bayinya. “Namun sayangnya masih banyak orang tua yang tetap melakukan hal tersebut,” kata Carmel McCalmont, kepala kebidanan dari University Hospital, Welsgrave. Bayi yang tidur di antara kedua orang tuanya berisiko tercekik. Apalagi jika orang tua sangat kelelahan dan tanpa sadar berguling ke arah bayi.

Kematian akibat sesak napas atau tercekik akan semakin berisiko apabila orang tua meletakkan bantal, boneka, maupun selimut yang memenuhi kasur tidur bayi.

Meskipun Moms tidak dianjurkan tidur seranjang dengan bayi, bukan berarti Moms harus berpisah kamar dengannya. Dr. Jeffrey Colvin dari Children’s Mercy Kansas City menganjurkan para orang tua untuk berada pada ruangan yang sama dengan bayi namun menggunakan tempat tidur terpisah. Moms harus tahu bahwa himbauan ini diperuntukkan terutama bagi bayi newborn hingga usia 4 bulan, bayi yang lahir prematur, serta yang underweight. Hal ini dikarenakan mereka lebih rentan terhadap risiko kematian mendadak ketika berbagi tempat tidur.

Namun, apabila Moms tetap ingin tidur bersama si Kecil, terdapat beberapa hal yang patut diperhatikan agar bayi dapat tidur dengan aman sepanjang malam, beberapa di antaranya adalah:

  • Gunakan tempat tidur yang berukuran besar untuk mencegah bayi terbangun akibat gerakan tubuh Moms/Dads.
  • Pastikan bayi tidur dengan posisi telentang dan tidak tengkurap agar ia bisa terhindar dari risiko SIDS.
  • Letakkan bayi di antara Moms/Dads dan dinding ketika tidur. Dengan begitu, ia akan tetap terlindungi dan risiko jatuh dari kasur akan lebih kecil. Moms juga harus memastikan tidak terdapat celah antara dinding dan kasur, sehingga bayi tidak akan terjepit/terselip.
  • Jangan menggunakan kasur yang terlalu empuk/water bed. Hindari pula meletakkan banyak bantal dan guling, karena bayi bisa terjepit dalam lekukannya.
  • Gunakan seprai yang tidak mudah lepas untuk mencegah kemungkinan seprai melilit atau menutupi wajah bayi.

Referensi: CNN Indonesia,  Liputan 6,  Tribun NewsBabycenterZee News.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

5436 Babymoov Indonesia

Comments

Related Stories