Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Dipompa

FEEDING  |  15 Mar '18

Memiliki buah hati yang masih kecil tentu akan sedikit menghambat bagi para wanita karir. Ibu yang super sibuk biasanya akan memilih untuk memerah atau memompa ASI-nya ketimbang menyusui secara langsung. Hal ini dilakukan agar kebutuhan ASI pada bayi tetap terpenuhi meskipun Mom sibuk bekerja. Namun, ASI yang sudah dipompa akan memiliki daya tahan tergantung pada tempat penyimpanan yang digunakan. Berikut ini adalah tingkat ketahanan ASI setelah dipompa berdasarkan jenis tempat penyimpanannya:

 

  • Penyimpanan di ruangan 
    Ruangan normalnya memiliki suhu 16’C-29’C. ASI yang disimpan di ruangan dengan suhu normal bisa bertahan selama 3-4 jam dalam kondisi optimal dan 6-8 jam dalam kondisi sangat bersih. Namun, ASI yang sebelumnya beku dan sudah dicairkan hanya bisa bertahan selama 4 jam.
  • Penyimpanan menggunakan cooler bag 
    Cooler bag yang sudah ditambah es batu bisa memiliki suhu 4’C-15’C. ASI yang disimpan di cooler bag bisa bertahan hingga satu hari satu malam atau 24 jam dengan kondisi awal ASI masih segar. ASI dengan kondisi awal yang sudah dihangatkan, sebaiknya segera diberikan kepada bayi.
  • Penyimpanan di lemari es 
    Pada umumnya, lemari es memiliki suhu yang sangat rendah yaitu 0’C-4’C. ASI segar yang disimpan di lemari es bisa bertahan hingga 8 hari dalam kondisi bersih dan 3 hari dalam kondisi optimal. Untuk ASI dengan kondisi awal yang beku dan sudah dicairkan, bisa bertahan selama 24 jam. Lalu ASI dengan kondisi awal yang sudah dihangatkan, hanya mampu bertahan selama 4 jam.
  • Penyimpanan di lemari es satu pintu 
    Lemari es satu pintu yang memiliki suhu sekitar -15’C dan mampu menahan ASI segar selama 2 minggu. ASI dalam kondisi beku yang sudah dicairkan masih bisa bertahan, namun jangan dibekukan kembali. Begitupun ASI yang sudah dihangatkan, tidak boleh untuk dibekukan kembali.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor. 

7486 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories