Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Benarkah Kolik Disebabkan oleh Alergi Susu Sapi?

BABY  |  BRANDS  |  FEEDING  |  17 Dec '19


Moms pasti sering mendengar bayi kolik. Seperti dilansir dari Alo Dokter, kolik adalah situasi saat bayi dalam keadaan sehat sering menangis secara berlebihan. Kolik sendiri bukanlah termasuk penyakit sehingga tidak berbahaya bagi bayi. Namun, kolik sering kali membuat orang tua kebingungan dan kelelahan. Sebab, biasanya apapun yang dilakukan si ibu tidak dapat membuat bayi berhenti menangis.

Adapun, cici-ciri kolik diantaranya bayi menangis kencang tanpa sebab, menangis dalam waktu 3-4 jam setiap hari dalam waktu tertentu, dan badan bayi ditekuk atau melingkar saat menangis. Menurut data dari IsItCowsMilkAllergy.co.uk, kolik ternyata sangat umum terjadi, yakni sebanyak 30% bayi pernah mengalaminya.

Ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya kolik pada si Kecil. Tahukah Moms bahwa salah satu pemicu kolik adalah karena si Kecil mengalami alergi protein susu sapi? Seperti dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolik pada sebagian bayi disebabkan oleh alergi susu sapi. 

Gejala karena susu protein susu sapi ini sama seperti ciri-ciri kolik yang disebutkan sebelumnya. Namun bedanya, kolik yang disebabkan alergi susu sapi juga ditandai dengan serangkaian gejala yang berelasi ke kulitnya seperti ruam di pipi, kulit bersisik, hingga mengalami gejala demam. Gejala kolik karena susu sapi biasanya akan muncul beberapa jam atau beberapa hari setelah si Kecil minum susu sapi.

Gejala kolik karena alergi susu sapi juga bisa terjadi meskipun si Kecil masih menyusui ASI Eksklusif, Moms. Jika hal tersebut terjadi, hindarilah makan dan minuman yang mengandung protein susu sapi beserta olahannya seperti yogurt dan keju. Namun jika si Kecil sudah diberi susu pertumbuhan, berilah ia susu dengan kandungan protein selain protein susu sapi untuk dikonsumsi sementara. Menurut IDAI, jika memang kolik si Kecil dipicu oleh susu sapi, biasanya tangisan si Kecil akan berkurang dari biasanya.

Kolik tidak hanya bisa dipicu oleh alergi susu sapi, tetapi juga banyak faktor lainnya. Kolik juga bisa disebabkan karena si Kecil sulit bersendawa dan perut kembung karena udara ikut tertelan saat minum susu. Jadi, selain memerhatikan jenis susu pertumbuhan serta memerhatikan asupan yang dikonsumsi ibu, kita juga wajib memerhatikan botol susu si Kecil. 

Pilihlah botol susu yang memiliki teknologi anti kolik seperti internal vent system. Internal vent system pada botol susu anti kolik dapat mencegah udara ikut tertelan oleh bayi. Selain itu, botol susu anti kolik yang memiliki teknologi Internal Vent System juga dapat memberikan aliran alami seperti menyusu dari payudara untuk mengurangi resiko bingung puting pada si Kecil. Ketika si Kecil sudah terbebas dari kolik, maka  tidurnya pun akan semakin berkualitas Moms.

Referensi: IDAI, IDAI, Hello Sehat, Is It Cows Milk Allergy

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

676 Dr. Brown's Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Seberapa Pentingkah Mesin Dryer dan Sterilizer?

Mencuci barang-barang yang digunakan si Kecil tetap higienis adalah prioritas yang penting, apalagi benda-benda seperti botol susu dan alat [...]

7 Tips Memilih Sterilizer yang Tepat

Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih sterilizer untuk si Kecil? Yuk, simak berikut ini.

Dr. Brown's presents: Dr. Brown’s Options+ PESU Wide Neck Bottle!

Pemilihan botol susu yang tepat akan menciptakan pengalaman minum susu terbaik untuk si Kecil.

What's New on Dr. Brown's Options+ Narrow Neck Bottle?

Options+ hadir dengan fitur yang meningkatkan kenyamanan si Kecil ketika menyusu.

Manfaat Botol Susu Dr. Brown's untuk Bayi

Karena beberapa hal, ibu biasanya tidak bisa menyusui bayinya secara langsung.

Cara Mencegah Si Kecil Muntah ketika Minum Susu!

Tahukah Moms kalau gumoh pada bayi dapat dicegah? Yuk, simak beberapa tips mencegah gumoh di artikel ini!