Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Benarkah Ketidakcocokkan Sufor Memicu Kolik?

FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  27 Feb '19

Pasti Moms pernah berada di situasi ini; bayi terus-menerus menangis dengan suara kencang, sulit diredakan, dan tidak diketahui apa penyebabnya. Selain secara tiba-tiba, gejala yang umum disebut kolik ini hampir dialami oleh bayi umur 0 sampai 6 bulan.

Walau penyebabnya belum pasti, namun kolik biasanya dihubungkan dengan masalah pencernaan, masalah menyusui, atau ketidakcocokkan susu formula. Kolik ini berbeda dengan rewel ya Moms, jika rewel bisa disebabkan oleh mengantuk, lapar, haus dan segera reda setelah kemauannya dituruti, maka kolik sulit diredakan. Gejala ini akan berhenti dengan sendirinya atas kemauan si bayi.

Namun apakah kolik bisa berbahaya bagi kesehatan?

Kolik tidak akan menyebabkan masalah kesehatan pada bayi Moms, namun pengaruh-pengaruh yang dapat memicu kolik bisa Moms telusuri untuk ditangani segera. Contohnya, kenali gejala pada si Kecil apakah ia mengalami masalah pencernaan atau tidak. Pantau terus susu formula yang diberikan pada si Kecil jikalau terjadi ketidakcocokan. Moms bisa memeriksa 'pupnya'  untuk mengetahui fesesnya normal ataukah terjadi mencret. Konsultasi pada dokter jika harus mengganti susu formula, dan sebaiknya diperiksakan ke dokter jika terjadi mencret.

Berdasarkan pengalaman, anak pertama saya Ibrahim pernah mengalami kolik di umurnya yang ke 2 hari. Baru saja lahir, kok bisa kolik? Setelah dikonsultasikan pada dokter, penyebabnya adalah bisa dari susu formula. Karena pada saat itu, sebelum ASI saya keluar, saya memberikan susu formula padanya.

Setelah dikonsultasikan, mungkin saya memberikan sufor ini dengan cara yang salah. Saya memakai sendok untuk menyuapi Ibrahim bukan dengan dot. Tadinya tujuannya supaya ia tidak ketergantungan dengan dot atau botol susu. Ditambah lagi, suhu susu formula yang diberikan mungkin cenderung sudah dingin atau tidak hangat lagi. Hal ini yang membuat perutnya tidak nyaman. 

Selain itu, dikarenakan ASI yang belum lancar membuatnya lapar dan tidak tenang. Alhasil, setiap 2 jam sekali, terutama pada malam hari ia akan menangis sejadi-jadinya dan sulit diredakan. Tangannya mengepal, perutnya kembang kempis, dan kakinya mengejang. Suaranya bahkan sampai serak dan tubuhnya sampai demam. Mungkin inilah yang perlu diwaspadai ya Moms. Jika si Kecil menangis terus-menerus tanpa henti apalagi setiap 1 atau 2 jam sekali.

Apa yang dilakukan untuk menenangkan gejala kolik ini? 

  • Gendong senyaman mungkin. Ayun-ayun si bayi supaya merasa tenang dan kembali nyaman.

  • Mandikan air hangat. Hal ini perlu dicoba terlebih dahulu apakah bayi Mom suka atau tidak dengan cara ini.

  • Tempatkan ia di ruangan yang sejuk atau ruangan ber AC.

  • Susuilah bayi Anda dengan posisi yang benar. Baik itu dari payudara Moms maupun dengan botol sufor.

  • Memijat tubuhnya secara lembut di seluruh tubuh.

  • Jika terpaksa menggunakan sufor, kenali gejala ketidakcocokkannya. Ganti susu formula bayi Moms dengan sufor yang direkomendasikan dokter.

Anak saya berhenti dari gejala kolik setelah ia berhenti meminum sufor dan mulai menyusui ASI. Moms perlu melihat situasinya terlebih dahulu, cara apa yang tepat untuk mengatasi kolik pada anak Moms.

Semoga bermanfaat.

By: Yuni Nurmalia

Copyright by Babyologist

122 Yuni Nurmalia

Comments

Related Stories