Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Beda Usia, Beda Juga Cara Mendisiplinkan Anak Loh!

MY STORY  |  PARENTING  |  25 Jul '19


Setiap anak memiliki keunikannya masing-masing, itulah yang menjadikan setiap anak begitu spesial.  Namun, seringkali seorang ibu memiliki rasa lelah tersendiri menghadapi sikap anak yang cenderung lebih aktif dari pada yang kita bayangkan. Terlebih, pada ibu yang sudah memiliki lebih dari satu anak.

Sebelum memiliki buah hati sendiri, saya sudah terbiasa bersama dengan 3 orang keponakan saya. Terkadang bisa seharian mengikuti kemana saya pergi, mulai dari mandi, makan, sampai tidur maunya ikut saya. Ada yang berusia 3, 4, dan 7 tahun. Tentu saja punya challenge tersendiri saat merawat anak kecil dengan usia dan pemikiran yang berbeda.

Untuk anak saya sendiri yang belum berumur 1 tahun, saya biasa mengajarkan disiplin padanya dengan cara membiasakan segala hal positif untuk dirinya ketimbang harus memarahi si kecil. Saya ibaratkan seperti "lebih baik mencegah dari pada mengobati", lebih baik sama-sama membiasakan hal positif dari pada nantinya harus memarahinya. 

Sedangkan untuk keponakan yang berumur 3 dan 4 tahun, biasanya usia balita sedang aktif-aktifnya dan cenderung sulit di beri tahu. Yang usia segini yang harus ekstra nih mom. Jadi biasanya saya berikan kata-kata baik agar dia mau mendengarkan saya. Karena kalau dengan kalimat suruhan, pasti anak usia segini tidak akan mau dengar. Bisa dengan mengatakan "anak baik ga boleh buang makanan ya", atau "anak pinter, nurut ya sama ibu". Bisa juga dengan men-challenge mereka berdua saat mereka takut atau melakukan hal buruk, karena ada kalanya apa yang ditakuti masing-masing dari mereka tidaklah sama. Jadi saya sering katakan pada salah satunya, "tuh liat, dede aja berani berenang, ibunya pegangin kamu kok tuh, gausah takut ya", atau ada juga yang selalu ketergantungan mandi air hangat, aku katakan "sini, cobain dulu deh airnya, dede aja pake air dingin biar ga gerah, enak loh habis mandi air dingin". Biasanya kalau saya bilang begini mereka langsung berani.

Nah beda lagi sama yang 7 tahun, ini kan udah usia sekolah ya, dari mulai paud juga udah mulai berlatih untuk disiplin atas segala hal. Jadi lebih mudah di kasih tau, misal "Kaka, kamu kan yang paling besar, kasih contohnya yang baik ya ke adik adiknya, nanti adiknya pada contoh kamu loh, Kaka kan udah sekolah ya".

Jadi sebisa mungkin mengurangi teriak-teriak buat sekedar kasih tau ke anak. Supaya anak lebih senang sama kita, dengan begitu membuat kita lebih mudah juga untuk kasih pemahaman ke mereka selanjutnya. Sebaliknya, biasanya kalau ibu yang suka teriak-teriak untuk sekedar ngajak anak makan atau mandi, yang ada anak pasti kabur entah kemana. Anak ga jadi mandi, kitanya yang darah tinggi.

Saya juga masih banyak belajar, tapi sangat baik loh buat pasutri buat belajar dulu main-main sama ponakan, biar terbiasa menghadapi sikap anak nantinya. Dari situ kita bisa lebih belajar dan lebih memahami karakteristik setiap anak. Jadi kita bisa antisipasi sama emosi kita sendiri.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2494 Resti Tri Purnawiranti

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.

Mengenal Tedak Siten

Apa itu Tedak Siten? Mari simak bersama berikut ini!

Keseruan Memiliki 2 Balita Dengan Jarak Dekat

Anak di usia balita adalah fase dimana anak mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, cenderung lebih egois, dan lebih senang berekplorasi. Usia [...]

Biasakanlah Mengucapkan Kata-kata Positif pada Anak

Seperti apa sih kata-kata positif yang baik untuk kita ucapkan pada anak? Simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker Pada si Kecil

Bagaimana cara merayu si Kecil agar mau mengenakan masker? Simak cerita berikut ini.

Tetap Harmonis Bersama Pasangan Di Masa Pandemi

Moms and Dads yuk usahakan sebisa mungkin untuk tetap rukun di masa pandemi ini. Simak cerita dan tips berikut ini ya.

Mengatasi Kakak Adik yang Sering Berantem

Kakak dan adik sering berantem? Simak tips ini yuk Moms and Dads.

Tips Agar Tetap Waras Saat 'Work From Home'

Siapa yang mulai merasa kurang waras akhir-akhir ini karena WFH? Simak yang berikut ini ya.

5 Hal Yang Perlu Ditingkatkan Ketika Menjadi Ibu Dua Anak

Moms, pernah merasa lelah dalam merawat dan membesarkan si Kecil? Baca cerita berikut ini ya.

Si Kecil Bosan di Rumah? Coba Tips Ini!

Moms dan si Kecil mulai merasa bosan di rumah? Coba tips berikut ini.

Yuk, Latih Anak Mengerjakan Tugas Rumah

Mumpung lagi di rumah aja, aku dan suami memanfaatkan momen ini untuk mengajarkan anak berbuat baik yaitu melibatkan dia mengerjakan pekerjaan rumah.

Peralihan Dari Wanita Karir Menjadi Stay at Home Mom

Siapa disini yang tadinya wanita karir, namun harus menjadi stay at home Mom semenjak si Kecil lahir? Baca cerita ini yuk!

Mengatasi Anak yang Bosan di Rumah

#DiRumahAja selama tiga minggu tentu bisa mengakibatkan si Kecil merasa bosan ya Moms and Dads. Simak cerita berikut ini yuk!

Di Rumah Aja? Yuk, Moms, Lakukan 5 Aktivitas Ini Bersama Si Kecil!

Berikut beberapa ide sederhana di rumah untuk membuat anak tetap beraktivitas sepanjang hari saat sekolah ditutup.

Tips Agar Anak Terhindar dari ISK

Sekitar 60-80% ISK disebabkan oleh kuman E. coli yang berasal dari saluran cerna. Sisanya bisa juga disebabkan oleh kuman lain seperti [...]