Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bayiku Kuning?!

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  02 Sep '19


Sebagi new mom pasti ingin yang terbaik untuk anak. Aku melahirkan anak pertamaku 6 september 2018. Anak laki-lakiku lahir melalui operasi sesar karena detak jantungnya melemah setiap aku mengalami kontraksi. Keputusan dan tindakan yang harus cepat diambil sebelum aku kehilangan detak jantung bayiku untuk selamanya.

Hari pertama setelah anakku lahir, Alhamdulillah dia sehat dan tidak ada kekurangan. Ketika hari ketiga dokter anak visit anakku dokter mengatakan anakku sedikit kuning, tapi masih di wajah dan tangan. Sebelum pulang dokter meresepkan anakku obat dan kontrol seminggu kemudian.

Orang-orang di sekitarku menyarankan untuk sunbathing di pagi hari agar kuningnya cepat hilang. Karena baru pertama kali memiliki anak akupun mendengarkan saran mereka. Obat tidak aku minumkan, itulah kesalahanku. Makin hari anakku semakin sering tidur dan susah dibangunkan. Badannya pun selalu lemas.

Ketika tiba waktu kontrol, ternyata anakku semakin parah, bahkan sudah mencapai kaki dan matanya. Perawat mengambil sample darahnya untuk dicek kandungan bilirubinnya. Ternyata sudah mencapai 14,7. Dokter menyarankan untuk fototerapi.

Aku bingung, panik, suami di luar kota. Sebagian hatiku tidak tega melihat anakku harus sendirian didalam kotak, tapi sebagian hatiku yang lainnya ingin anakku sembuh. Hatiku bimbang dan memutuskan untuk membawa pulang anakku. 

Sampai di rumah ternyata anakku lebih sering muntah, dan demam. Saat itu aku memutuskan untuk membawa anakku ke rumah sakit untuk fototerapi. Dokter memutuskan anakku langsung menjalankan fototerapi 2 sesi, dimana 1 sesi lamanya 24 jam. Antara tega dan tidak, aku membiarkan anakku sendirian didalam kotak dengan telanjang dan mata tertutup. 

Anakku tak berhenti menangis, mulai fototerapi pukul 12.00 wib, hingga pukul 17.00 anakku tetap menangis. Aku yang menunggu di luar pun tak kuasa menahan tangis mendengar tangisan anakku. Aku masih mempertanyakan dalam hatiku apakah keputusanku ini benar.

Hingga pukul 22.00 wib anakku masih terus menangis, suaranya pun terdengar serak karena terlalu lama menangis. Aku stress, menyalahkan diriku sendiri, sampai ASIku pun tak keluar sama sekali. Semakin aku stress rasanya, karena anakku tidak boleh telat minum agar bisa cepat sembuh. 

Anakku akhirnya menjalani 3 sesi fototerapi, yang berarti 3x24 jam anakku tak bersamaku. Syukurnya di hari kedua fototerapi anakku sudah mulai tenang, menangis hanya karena haus. ASI ku pun sudah mulai lancar. 

Sebenarnya di hari kedua, tepatnya selesai sesi kedua, anakku sudah bisa aku peluk, tapi saat diambil darahnya dan setelah dicek ternyata bilirubinnya masih 11,0. Dokter tidak mengizinkan pulang sebelum bilirubinnya mencapai 10,0 atau dibawahnya. Akhirnya anakku hanya ada di pelukanku selama 3 jam dan mulai lanjut fototerapi sesi ketiga 24 jam lagi.

Selesai 3 sesi fototerapi anakku terlihat segar, sehat dan berbeda dari sebelumnya. Meskipun masih mengkonsumsi obat hingga seminggu kemudian akan tetapi anakku sudah lebih sehat daripada sebelumnya. Tidurnya pun tidak sesering dan selama seperti sebelumnya.

Kadang memang kita harus merelakan apa yang menurut kita menyakitkan agar mendapatkan apa yang lebih baik. Aku merelakan waktu bersama anakku, dan merelakan anakku berjauhan denganku asalkan dia sehat hingga sekarang.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

148 Dian Susanti

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda

Normalkah BAB Seminggu Sekali pada Bayi ASI Eksklusif? Bagaimana Mengatasinya?

Moms mungkin khawatir kalau ternyata bayinya BAB hanya seminggu sekali? Tenang Moms, ini masih normal kok.

Mengatasi Pilek si Kecil Tanpa Obat

Para orang tua tentu akan merasa sangat panik bila buah hatinya terkena flu bukan?

Kenali Erythema Toxicum Neonatorum

Bayi baru lahir muncul ruam kemerahan, jangan panik dulu Moms. Karena yang dialami belum tentu eksim.